Tanjungpinang, GK.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tanjungpinang mengakui aksesibilitas masih menjadi tantangan utama dalam meningkatkan kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman).
Dikatakan Kadisbudpar Kota Tanjungpinang, Muhammad Nazri melalui Kabid Destinasi dan Pemasaran Pariwisata Salman, frekuensi dan intensitas moda transportasi menuju Tanjungpinang masih belum maksimal, terutama dari sisi jumlah perjalanan.
BACA JUGA: 👇👇👇
“Ini menjadi tantangan tersendiri, karena kuantitas trip perjalanan menuju Tanjungpinang masih perlu ditingkatkan,” ujarnya sekitar Pukul 17.40 WIB melalui via WhatsApp, Kamis (12/02/2026).
Meski demikian, pihaknya melihat adanya peluang besar dari meningkatnya kunjungan Wisman ke Batam, khususnya dari Singapura dan Malaysia. Kondisi tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk menarik Wisatawan agar melanjutkan perjalanan ke Tanjungpinang.
Untuk itu, Disbudpar Tanjungpinang akan meningkatkan komunikasi dan koordinasi dengan pelaku industri pariwisata di Batam, seperti ASITA ( Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia) dan HPI Provinsi Kepri guna menyusun dan mempromosikan paket-paket wisata ke Tanjungpinang.
Sementara dari sisi infrastruktur, Salman menyebut, destinasi unggulan Pulau Penyengat saat ini sudah sangat layak dikunjungi. Namun, masih terdapat beberapa sarana pendukung seperti pelabuhan yang dinilai belum sepenuhnya representatif , dan akan diupayakan peningkatan sarana dan prasarananya.
“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas infrastruktur dan fasilitas pendukung agar kunjungan Wisman ke Tanjungpinang semakin meningkat”. tegasnya. (KF)

