Selasa, Maret 3, 2026
BerandaKepulauan RiauBatamTarif Listrik Batam Naik? Cek Fakta Dan Dampaknya di Sini!

Tarif Listrik Batam Naik? Cek Fakta Dan Dampaknya di Sini!

Batam, GK.com – PT PLN Batam melakukan penyesuaian tarif listrik, terutama menyasar pada pelanggan kategori data center, Kerja Sama Operasi (KSO), dan pemilik wilayah usaha (PU). Langkah ini merupakan sebagai tindak lanjut dari perubahan regulasi yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023, pengganti Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020.

Rahmad Furqon, Komunikasi dan Media PLN Cabang Batam menjelaskan, Undang-Undang baru ini menarik kewenangan penetapan Tarif Listrik Batam (TLB) dari Pemerintah Daerah (Gubernur) ke Pemerintah Pusat melalui keputusan Kementerian.

“Sederhananya, ada perubahan kewenangan. Dulu, tarif listrik di Batam ditetapkan oleh Gubernur, sekarang menjadi kewenangan Kementerian di Pusat,” ujar Rahmad di lobby PLN Batam, Jumat (28/11/2025).

Penyesuaian tarif ini hanya berdampak pada 9 pelanggan, yaitu mereka yang tergolong data center, KSO, dan PU. Pelanggan-pelanggan ini dikenal sebagai pengguna listrik tegangan tinggi hingga menengah ke atas.

PLN Batam bekerja sama dengan PLN UID Riau-Kepri dalam skema KSO. Penyesuaian tarif diperlukan seiring dengan rencana pengiriman daya dari Batam ke Bintan untuk menjaga keandalan pasokan listrik di Bintan. Meskipun berada dalam satu induk Perusahaan, hubungan bisnis antara PLN Batam dan PLN UID Riau-Kepri tetap berbeda.

Batam kini menjadi lokasi strategis untuk pengembangan data center. Penyesuaian tarif dilakukan karena layanan yang diberikan berskala Internasional dan untuk menjaga daya saing harga. Dibandingkan Singapura dan Johor, tarif listrik data center di Batam masih lebih kompetitif, bahkan setelah penyesuaian.

“Dalam sektor industri, tarif listrik di bagi berdasarkan blok pemakaian. Blok 1 dan Blok 2 memiliki tarif yang berbeda dengan Blok 3. Pelanggan di Blok 3 adalah industri dengan konsumsi listrik yang besar, sehingga mereka didorong untuk mengatur strategi penggunaan dan efisiensi biaya. Keandalan listrik bagi pelanggan regular flexi (Blok 3) juga ditingkatkan dengan dukungan dari dua gardu. Jika satu gardu bermasalah, gardu lain dapat menggantikan pasokan tanpa mengganggu operasional industri,” papar Rahmad.

PLN Batam juga menegaskan, penyesuaian tarif ditujukan untuk memastikan standar layanan yang maksimal bagi pelanggan besar dengan kebutuhan keandalan tinggi. Ini termasuk keandalan pasokan dan kesiapan infrastruktur pendukung.

PLN Batam memutuskan untuk tidak melakukan penyesuaian tarif bagi pelanggan umum seperti rumah tangga, bisnis kecil, dan industri kecil (I1 dan I2).

“Pertimbangannya adalah kondisi ekonomi masyarakat. Penyesuaian terakhir untuk rumah tangga terjadi pada Juli lalu, dan hanya sebesar 1,43 persen,” ungkap Rahmad Pukul 15.00 WIB.

“PLN Batam menerima masukan dari pelanggan KSO yang terdampak untuk mengadakan pertemuan lanjutan dan diskusi lebih mendalam mengenai penyesuaian tarif. Sementara itu, pelanggan rumah tangga meminta PLN Batam terus meningkatkan keandalan pasokan dan merespon gangguan dengan cepat. PLN Batam berkomitmen untuk menindaklanjuti semua masukan tersebut”. tegas Rahmad. (DS)

Berita Terkait

Berita Populer