Tanjungpinang, GK.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke- 54 Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) di wilayah Kepulauan Riau menjadi momentum refleksi, sekaligus penguatan komitmen dalam meningkatkan pelayanan pencarian dan pertolongan kepada masyarakat.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Tanjungpinang Fazzli, S.A.P., M.Si menjelaskan, pada Dirgahayu ke- 54 tahun ini, fokus utama yang ditekankan adalah penguatan komitmen Quick Response Search and Rescue. Hal ini seiring dengan transformasi lembaga yang terus berkembang menjadi semakin responsif dan profesional selama lebih dari lima dekade pengabdian.
“Capaian terpenting yang kami raih adalah meningkatnya persentase keberhasilan evakuasi korban pada kecelakaan pelayaran, penerbangan, serta kondisi membahayakan manusia lainnya. Sinergi lintas sektoral bersama TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan unsur Potensi SAR di tengah masyarakat juga semakin erat dan solid. Keberhasilan tersebut bukan sekadar angka penyelamatan, ini adalah wujud nyata kehadiran Negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat di seluruh pelosok Nusantara,” ungkapnya melalui sambungan telepon, Sabtu (28/02/2026).
Lebih lanjut disampaikannya, pelaksanaan operasi SAR di Wilayah Kepulauan Riau, khususnya perairan seperti Karimun, memiliki tingkat kompleksitas yang cukup tinggi. Kondisi geografis yang didominasi lautan menimbulkan risiko besar, terutama saat terjadi anomali cuaca, angin kencang, dan gelombang tinggi seperti pada musim utara. Selain itu, luasnya bentang laut antarpulau membuat jarak tempuh dari pangkalan menuju lokasi kejadian (LKP) membutuhkan waktu yang tidak singkat.
“Dalam menyemarakkan HUT ke- 54, rangkaian kegiatan di wilayah Kepri difokuskan pada pengabdian masyarakat dan penguatan kesiapsiagaan internal. Kegiatan tersebut meliputi Bakti Sosial berupa donor darah massal serta pembersihan fasilitas umum dan area pantai. Ziarah ke makam pahlawan juga dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan sekaligus refleksi atas jasa para pendahulu,” terangnya.
Untuk menjawab dinamika kedaruratan yang terus berkembang, Basarnas mengembangkan dan mengoptimalkan berbagai inovasi teknologi dan program. Di antaranya adalah optimalisasi Early Warning System (EWS), yakni sistem pemantauan sinyal bahaya berbasis satelit yang terintegrasi langsung dengan Command Center agar respons dapat dilakukan dalam hitungan menit.
Selain itu, penggunaan drone thermal dan surveillance (UAV) diperluas guna menyisir area pencarian yang sulit dijangkau, seperti tebing maupun perairan dangkal berbatu. Digitalisasi layanan SAR melalui aplikasi pelaporan terpadu bagi masyarakat serta pembinaan Potensi SAR berbasis kompetensi juga terus dilakukan secara berkelanjutan di setiap daerah.
“Pada momentum ini, keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Operasi SAR tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat,” kata Fazzli pada pukul 13.45 WIB.
Masyarakat diimbau untuk selalu memperhatikan peringatan dini cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sebelum beraktivitas di perairan, melengkapi sarana transportasi air dengan alat keselamatan standar minimal life jacket, serta menyimpan dan menggunakan layanan darurat Basarnas di nomor 115 (bebas pulsa) apabila melihat atau mengalami kondisi darurat.
“Kami berharap masyarakat Kepulauan Riau semakin tangguh, memiliki literasi keselamatan yang baik, serta terus menjadi mitra strategis atau Potensi SAR dalam mendukung setiap pelaksanaan operasi penyelamatan di lapangan”. harapnya. (DW)

