Kamis, Maret 5, 2026
BerandaKepulauan RiauBatamDLH Batam Akui Keterlambatan Angkut Sampah, Berikut Penjelasannya

DLH Batam Akui Keterlambatan Angkut Sampah, Berikut Penjelasannya

Batam, GK.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam mengakui pelayanan pengangkutan sampah di sejumlah titik mengalami penurunan kualitas dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini disebabkan oleh banyaknya armada pengangkut yang sudah tidak layak beroperasi, serta minimnya peremajaan kendaraan.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam Muhammad Iqbal menyampaikan permohonan maaf nya atas gangguan pelayanan yang dikeluhkan masyarakat. Ia menegaskan, keterlambatan pengangkutan bukan karena kelalaian petugas, melainkan akibat keterbatasan sarana dan prasarana.

“Kami mohon maaf atas kendala di lapangan. Benar bahwa pelayanan kami sedang menurun karena banyak armada tua dan rusak. Dari total sekitar 150 mobil pengangkut sampah, yang beroperasi hanya sekitar 80 unit,” terang Iqbal kepada gerbangkepri.com, Selasa (5/11/2025).

Menurutnya, sebagian besar armada tersebut sudah melampaui usia pakai sesuai ketentuan. Berdasarkan Permendagri, usia ideal kendaraan pengangkut sampah hanya lima tahun. Namun, sebagian besar kendaraan DLH Batam bahkan masih digunakan sejak tahun 2014.

“Bisa dibayangkan kondisinya, banyak yang berkarat dan tidak layak jalan. Karena kurangnya peremajaan, mobil yang rusak tidak bisa segera diganti,” ujarnya.

Iqbal menambahkan, sistem kerja bergantian antara sopir juga turut menyebabkan kurangnya perawatan kendaraan.

“Seharusnya satu mobil ditangani satu sopir, tapi karena keterbatasan armada, satu mobil digunakan dua sopir dalam dua shift. Akibatnya perawatan jadi tidak maksimal,” ungkapnya.

lanjut Iqbal, sebenarnya kami dari DLH Kota Batam terus melakukan perbaikan ringan hingga sedang terhadap kendaraan yang masih memungkinkan diperbaiki. Namun, jika biaya perbaikan melebihi Rp 100 juta, kendaraan akan diusulkan untuk dilelang, karena sudah dianggap rusak berat.

Terkait penambahan 14 unit armada baru yang sempat viral pada awal tahun, Iqbal menjelaskan bahwa kendaraan tersebut bukan penambahan kapasitas, melainkan pengganti armada lama yang sudah tidak layak.

“Itu bukan tambahan, tapi pengganti mobil yang rusak. Jadi belum bisa menambah kemampuan layanan secara signifikan,” tegasnya.

Selain masalah armada, DLH juga menghadapi persoalan di hilir, yakni Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Dari lima sel pembuangan yang seharusnya tersedia, saat ini hanya dua yang berfungsi, dengan salah satunya sudah ditutup karena penuh. Kondisi ini menyebabkan antrean panjang dan kemacetan di area pembuangan.

“TPA kita sudah mendesak untuk dibenahi. Jalanan berlumpur dan licin, sehingga truk harus berhati-hati agar tidak terjebak,” tutur Iqbal.

Ke depan, DLH Batam berencana membangun tiga Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) baru pada tahun depan. Fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang langsung dibuang ke TPA.

“Minimal Batam harus punya 20 TPST. Tahun depan Insya Allah tiga dulu akan terealisasi. Sampah di TPST akan dipilah dan dikelola, bahkan bisa dibakar dengan insinerator sesuai standar Kementerian Lingkungan Hidup,” terang Iqbal di Ruang Kerjanya, Pukul 14.00 WIB.

Sementara itu, untuk Tempat Penampungan Sementara (TPS), Batam juga masih kekurangan. Saat ini DLH baru memiliki sekitar 100 bin kontainer dari kebutuhan ideal sebanyak 300 unit. Banyak TPS yang berdiri di lahan tidak resmi dan tidak memenuhi standar.

“TPS yang ideal itu harus punya lahan legal, berpagar, beratap, dan bisa bongkar muat. Tapi faktanya, sebagian besar masih di pinggir jalan. Kami sudah bersurat ke BP Batam dan Pak Wali untuk pengajuan lahan baru,” ucapnya.

Iqbal menambahkan, DLH terus menindaklanjuti laporan masyarakat terkait sampah berserakan, termasuk yang jatuh ke jalan saat proses pengangkutan. Pihaknya juga menegakkan aturan penggunaan jaring penutup di setiap truk pengangkut sampah.

“Kalau ada bukti pelanggaran dari sopir, seperti foto atau video, kami beri sanksi. Setiap laporan dari warga langsung kami respon lewat satgas penyapu jalan,” tegas Iqbal.

“Mari ikut berperan aktif dalam menjaga kebersihan dengan memilah sampah dari rumah. Kalau kita bisa memilah sampah organik dan anorganik, itu sangat membantu mengurangi volume sampah di lapangan dan menciptakan nilai ekonomi”. pesannya. (DS)

Berita Terkait

Berita Populer