Jumat, Desember 5, 2025
BerandaKepulauan RiauAnambasRoro Batam–Karimun Kembali Normal, Cek Jadwalnya

Roro Batam–Karimun Kembali Normal, Cek Jadwalnya

Batam, GK.com – PT ASDP Indonesia Ferry memastikan bahwa operasional pelayaran lintasan Batam–Karimun kembali berjalan normal setelah sebelumnya sempat mengalami penyesuaian jadwal akibat proses docking tahunan kapal.

Manajer ASDP, Fajar Silaban menjelaskan bahwa kapal lintasan Batam–Karimun kini telah beroperasi dua kali dalam seminggu, yakni setiap hari Sabtu dan Selasa.


“Kapal yang melayani rute Turuk Sikil–Punggur–Karimun–Mengkapan–Sablia kini sudah kembali beroperasi normal setelah sempat berhenti sementara karena proses docking,” tegas Fajar Silaban.

Disampaikan Fajar bahwa, kuota penumpang dan kendaraan juga sudah dibuka untuk umum.

“Kalau kuota penuh, berarti memang sudah habis. Sistem kami terbuka dan dapat diakses siapa saja secara transparan,” ujarnya.

Terkait informasi perubahan jadwal selama masa docking, pihak ASDP menegaskan bahwa sosialisasi telah dilakukan secara resmi kepada masyarakat.

“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti BPD dan pengawas lapangan, serta menyebarkan jadwal terbaru melalui Media Sosial (Mensos), poster, dan pengumuman di pelabuhan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses docking merupakan bagian dari perawatan rutin tahunan yang wajib dilakukan oleh setiap kapal penyeberangan.

“Sesuai ketentuan, setiap kapal wajib menjalani docking minimal satu kali dalam setahun. Tahun ini prosesnya dimulai sejak pertengahan September dan berlangsung sekitar satu bulan,” terangnya.

Menanggapi harapan masyarakat terkait penambahan armada, Fajar mengakui bahwa hal tersebut masih dalam pembahasan internal manajemen.

“Kapal yang ada saat ini sudah beroperasi maksimal. Kami juga memiliki beberapa kapal lain seperti KMP Kundur dan KMP Telusungkil yang melayani rute lain di sekitar wilayah tersebut, seperti dari Tanjungpinang dan Dabo menuju Karimun”. jelasnya.

Pihak ASDP juga menegaskan bahwa tidak ada penghentian total operasional (mati lintasan) selama masa docking. “Selama proses berlangsung, kami menyediakan rute alternatif seperti dari Dabo menuju Karimun, sehingga layanan penyeberangan tetap berjalan,” kata Fajar.

Selain itu, ASDP mendorong masyarakat untuk mulai membiasakan diri menggunakan sistem tiket daring (online ticketing). Menurut Fajar, hal ini merupakan bagian dari upaya digitalisasi layanan transportasi laut. “Kami memahami ini masih menjadi tantangan, terutama di wilayah kepulauan. Tapi sistem online ini akan mempercepat proses keberangkatan, seperti halnya di bandara. Data penumpang bisa langsung diverifikasi dengan KTP tanpa antre panjang,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa penerapan sistem digital juga bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan ketertiban pelayaran. “Dengan manifest digital, kami bisa memastikan jumlah penumpang dan kendaraan sesuai kapasitas kapal. Ini penting untuk menghindari kelebihan muatan yang berisiko bagi keselamatan,” tegasnya.

Fajar juga menjelaskan bahwa pengawasan di pelabuhan melibatkan berbagai instansi seperti KSOP, Bea Cukai, dan Balai Karantina. “ASDP fokus memastikan kesesuaian manifest dan golongan kendaraan, sedangkan pemeriksaan barang, muatan, serta hewan dan tumbuhan menjadi kewenangan instansi lain,” jelasnya.

Ia berharap masyarakat dapat memahami pembagian tugas antar instansi di pelabuhan.

“Masih banyak yang mengira semua urusan di pelabuhan ditangani oleh ASDP. Padahal, ada pembagian peran yang jelas antara lembaga. Dengan sosialisasi ini, kami ingin masyarakat semakin paham alur pelayanan dan peran masing-masing pihak,” ujarnya, Senin (3/11/2025) Pukul 11.00 WIB di Ruang Kerjanya.

Menutup pernyataannya, Fajar Silaban menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan media yang terus mendukung peningkatan layanan transportasi laut.

“Kami berterima kasih atas perhatian dan masukan masyarakat. Semua upaya ini dilakukan demi terciptanya layanan yang aman, nyaman, dan transparan. Harapan kami, masyarakat semakin sadar pentingnya keselamatan dan siap beradaptasi dengan sistem pelayanan yang lebih modern”. tutupnya. (KF)

Berita Terkait

Berita Populer