Tanjungpinang, GK.com – Harapan baru hadir bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Tanjungpinang. Melalui program Sekolah Rakyat yang di gagas Kementerian Sosial, kini resmi berdiri Sekolah berasrama gratis bagi mereka yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Kepala Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, Dra. Hj. Endang Susilawati kepada Media ini, Senin (15/9/2025) menjelaskan bahwa Sekolah ini bertujuan memutus rantai kemiskinan lewat pendidikan.
“Semua kebutuhan siswa ditanggung Pemerintah, mulai dari makan, tempat tinggal, hingga sarana belajar. Anak-anak hanya fokus belajar,” tegasnya melalui Telepon Selular.
“Sekolah Rakyat ini, pada tanggal 30 September 2025 akan mulai beroperasi. Sementara kita memakai fasiltas SMP 15 Tanjungpinang,” kata Endang Susilawati Pukul 13.00 WIB.
“Untuk akhir tahun ini, kita akan membangun Gedung Sekolah rakyat yang berlokasi di kampung Bugis. Alhamdulillah, untuk tahap awal, tersedia empat Rombongan Belajar (Rombel), yaitu 2 Rombel SD 50 siswa, satu Rombel SMP 25 siswa, dan satu Rombel SMA 25 siswa dengan total 100 siswa, Fasilitasnya lengkap, berbasis asrama, dan diajar oleh 19 guru profesional,” papar Endang Susilawati.
Tak hanya itu, fasilitas yang disediakan juga sangat lengkap. Karena berbasis asrama, setiap siswa mendapat tempat tidur, lemari pribadi, hingga kebutuhan hidup sehari-hari yang sepenuhnya ditanggung Pemerintah Pusat. Asrama dipisahkan antara putra dan putri, sementara Ruang Kelas telah dipersiapkan dengan baik untuk menunjang proses belajar mengajar.
“Semua kebutuhan siswa, mulai dari makan, tempat tinggal, hingga sarana belajar disiapkan Pemerintah, jadi anak – anak hanya fokus belajar”. ungkap Endang Susilawati.
Dengan hadirnya Sekolah Rakyat di Tanjungpinang, diharapkan tidak ada lagi anak anak yang kurang mampu yang putus Sekolah karena alasan ekonomi. Program ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan adalah hak setiap anak, tanpa terkecuali. (DS)

