Tanjungpinang, GK.com – Memasuki bulan September yang kerap ditandai dengan cuaca ekstrem, Basarnas Tanjungpinang meningkatkan kesiapsiagaan untuk menghadapi potensi kecelakaan laut di wilayah kerja yang mencakup sebagian besar perairan Provinsi Kepulauan Riau.
Dikatakan oleh Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli, S.AP., M.Si, pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca.
“Kami siaga 24 jam penuh dengan personel dan alut (alat utama) yang tersebar di Tanjungpinang, Bintan, Tanjung Balai Karimun, Lingga, hingga Batam. Semua standby agar bisa merespons cepat jika terjadi keadaan darurat di perairan,” tegasnya.
Selain kesiapan personel dan armada seperti kapal, RIB, dan RBB, Basarnas Tanjungpinang juga mengintensifkan pelatihan rutin untuk menjaga kemampuan, serta keterampilan personel. Pihaknya pun menjalin koordinasi dengan TNI, Polri, instansi terkait, hingga masyarakat guna mempercepat alur informasi dan memperkuat sinergi saat operasi penyelamatan.
Terkait strategi operasi, Basarnas menekankan pada efisiensi dan efektivitas dengan menyesuaikan pengerahan personel dan armada berdasarkan jenis kejadian, jarak, serta lokasi.
“Begitu ada informasi kedaruratan, kami langsung deploy tim agar penanganan lebih cepat. Harapannya, korban bisa segera diselamatkan,” tambah Fazzli.
Di sisi lain, Basarnas juga aktif meningkatkan kesadaran keselamatan pelayaran di kalangan masyarakat dan pengguna jasa laut melalui edukasi serta sosialisasi, mengingat faktor manusia kerap menjadi salah satu penyebab kecelakaan di laut.
Dengan siaga penuh selama 24 jam, Basarnas Tanjungpinang menegaskan komitmennya untuk hadir cepat dalam memberikan pertolongan dan memastikan keselamatan di perairan Kepri sepanjang musim cuaca ekstrem September ini”. ungkap Fazzli di Ruang Kerjanya, Kamis (4/9/2025) sekitar Pukul 11 00 WIB. (DS)

