Senin, Mei 11, 2026
BerandaNasionalAda Aksi Bela Palestina di Monas, Sejumlah Kereta Berhenti di Jatinegara

Ada Aksi Bela Palestina di Monas, Sejumlah Kereta Berhenti di Jatinegara

Jakarta, GK.com — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta memberlakukan pemberhentian luar biasa (BLB) untuk sejumlah kereta api jarak jauh di Stasiun Jatinegara, Minggu (3/8/2025), sebagai respons atas Aksi Akbar Bela Palestina yang digelar di kawasan Monumen Nasional, Jakarta Pusat.

Kebijakan ini diterapkan untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di sekitar Stasiun Gambir yang merupakan titik keberangkatan utama KA tujuan berbagai kota di Pulau Jawa. Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko menuturkan, BLB ini memberikan alternatif keberangkatan yang lebih dekat dan mudah dijangkau, khususnya bagi penumpang dari wilayah timur Jakarta.

“Langkah ini diambil agar penumpang tidak terkendala kemacetan menuju Gambir akibat konsentrasi massa aksi di sekitar Monas,” ujar Ixfan.

Daftar Kereta yang Berhenti di Jatinegara

Sebanyak sebelas kereta api yang biasanya tidak berhenti di Stasiun Jatinegara akan melayani penumpang dari stasiun tersebut. Berikut jadwal keberangkatan kereta pada 3 Agustus 2025:

KA 6 Argo Semeru (Gambir–Surabaya Gubeng), pukul 06.20 WIB

KA 50A Purwojaya (Gambir–Kroya), pukul 07.00 WIB

KA 132 Parahyangan (Gambir–Bandung), pukul 07.30 WIB

KA 46 Taksaka (Gambir–Yogyakarta), pukul 07.45 WIB

KA 2 Argo Bromo Anggrek (Gambir–Surabaya Pasar Turi), pukul 08.20 WIB

KA 16 Argo Dwipangga (Gambir–Solo), pukul 08.50 WIB

KA 118 Gunung Jati (Gambir–Semarang Tawang), pukul 09.00 WIB

KA 7006 Batavia (Gambir–Solo), pukul 09.35 WIB

KA 40 Sembrani (Gambir–Surabaya Pasar Turi), pukul 10.20 WIB

KA 62 Manahan (Gambir–Solo), pukul 10.30 WIB

KA 122 Cakrabuana (Gambir–Cirebon), pukul 10.50 WIB

KAI mengimbau seluruh penumpang untuk menyesuaikan waktu keberangkatan dan memilih stasiun naik yang paling memungkinkan.

“Kami mengutamakan keselamatan dan kenyamanan penumpang, serta meminta agar seluruh ketentuan tetap dipatuhi”. ungkap Ixfan.

Langkah antisipatif ini menunjukkan kesiapan KAI dalam merespons dinamika sosial di ruang publik tanpa mengganggu layanan transportasi massal. (hdm)

Berita Terkait

Berita Populer