Selasa, Mei 12, 2026
BerandaKepulauan RiauAnambasTitiek Soeharto Kagumi Warisan Budaya Melayu Kepri

Titiek Soeharto Kagumi Warisan Budaya Melayu Kepri

Kepri, GK.com — Kekayaan budaya dan warisan sejarah Melayu di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menjadi sorotan Nasional. Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto menyampaikan kekagumannya saat mengunjungi sejumlah lokasi budaya dan peternakan modern di Bintan dan Tanjungpinang, Minggu (22/6/2025) malam.

“Saya sangat terkesan dengan sambutan serta kekayaan budaya di Kepri. Warisan sejarah dan adat istiadat yang tetap dijaga ini adalah kekuatan Bangsa yang sangat berharga,” kata Titiek dalam keterangan tertulis.

Kedatangan putri Presiden ke- 2 RI, Soeharto itu disambut oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad, Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura, serta Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan. Selama kunjungan, rombongan menelusuri pusat-pusat budaya dan sejarah Melayu yang menjadi ciri khas Provinsi ini.

Rangkaian Kunjungan Budaya

Titiek disambut secara adat melalui prosesi tepuk tepung tawar, simbol penghormatan bagi tamu agung. Ia juga meninjau Balairung Utama yang menampilkan ornamen budaya serta singgasana penabalan gelar adat Melayu.

Legislator dari Fraksi Partai Berkarya ini mengapresiasi produk-produk kerajinan lokal yang dinilai memiliki potensi ekonomi kreatif tinggi.

Titiek menyambangi Masjid Raya Sultan Riau dan berziarah ke makam tokoh Nasional.

“Saya takjub melihat warisan budaya dan nilai sejarah yang masih hidup di Pulau Penyengat,” ujarnya.

Fokus ke Ketahanan Pangan

Selain meninjau aspek kebudayaan, Titiek juga mengunjungi fasilitas peternakan modern milik PT Indojaya Agrinusa, anak usaha PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk di Toapaya, Kabupaten Bintan.

Menurutnya, kunjungan ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan Komisi IV DPR RI di sektor pertanian, kehutanan, dan kelautan.

“Kami ingin memastikan daerah mendapat dukungan dalam pengembangan peternakan dan ketahanan pangan,” ungkapnya.

Apresiasi Daerah

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menilai kunjungan Titiek Soeharto memperkuat semangat daerah untuk mengembangkan budaya dan ekonomi kreatif. Menurutnya, Kepri memiliki posisi strategis sebagai wajah Indonesia di kawasan utara dan pusat peradaban Melayu.

“Kunjungan ini memperkuat sinergi pusat dan daerah, sekaligus menampilkan kekuatan budaya sebagai fondasi ekonomi masyarakat,” jelas Ansar.

Provinsi Kepri dikenal sebagai wilayah dengan warisan budaya Melayu yang kuat, mulai dari bahasa, adat istiadat, hingga situs sejarah. Pemerintah daerah tengah mengupayakan promosi lebih luas terhadap potensi tersebut sebagai daya tarik pariwisata berbasis budaya. (hdm)

Berita Terkait

Berita Populer