Beranda Hukrim PT. Pertamina Persero Diperkarakan di PN Tanjung Balai Karimun

PT. Pertamina Persero Diperkarakan di PN Tanjung Balai Karimun

913
0

Karimun GK.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjung Balai Karimun akhirnya menyidangkan Perkara Said Fachriza melawan PT. Indra Angkola dan PT. Pertamina Persero, pada Rabu (21/10).

Perkara dengan nomor Register 27/Pdt.G/2020/PN Tbk tersebut diajukan Said Fachriza dikarenakan Sukses Fee dirinya selaku Marketing Support penjualan BBM tidak kunjung dibayar oleh PT. Indra Angkola yang merupakan supplier resmi dari PT. Pertamina Persero.

“Hari ini saya dipanggil sidang Pertama oleh Pengadilan, karena PT. Indra Angkola tidak kunjung membayarkan Fee saya, kurang lebih sekitar 1.747 milyar. Padahal saya telah melakukan semua pekerjaan,” ucap Reza didampingi Kuasa Hukumnya, Edwar Kelvin, R.,S.H.,M.H.

Dijelaskan Reza, hampir 1 (satu) Tahun belakangan ini dirinya selalu menunggu iktikad baik dari PT. Indra Angkola, namun bukannya mendapatkan pembayaran, dirinya malah dilaporkan karena dugaan Penipuan jabatan Palsu di Polres Karimun.

“Saya sangat heran melihat cara PT. Indra Angkola yang cenderung mendzalimi saya, Fee saya tidak dibayar, kini malah saya yang dilaporkan dengan alasan yang tidak masuk akal,” ungkap Reza, kesal.

Dikatakan Reza, awalnya PT. Indra Angkola dan PT. Pertamina meminta dirinya selaku Kepala Cabang PT. Sandi Bahari Pratama untuk menjualkan BBM nya di Wilayah Tanjung Balai Karimun, dan semua bentuk perjanjian dibuat langsung oleh PT. Indra Angkola.

“Saya diminta untuk memasarkan BBM di kapal – kapal yang diageni oleh PT. Sandi Pratama. Pada saat perjanjian dibuat, saya sudah menyampaikan bahwa, jabatan saya adalah sebagai Kepala Cabang, bukan Direktur. Namun pihak PT. Indra Angkola menyampaikan, nanti akan diperbaiki, ini hanya formalitas saja,” terang Reza, Kamis (22/10).

Pada kesempatan itu, Reza menegaskan bahwa, PT. Indra Angkola meminta dirinya untuk kembali memasarkan BBM di luar kapal –kapal yang di ageni nya, maka dari itu PT. Indra Angkola mengeluarkan Surat Keterangan Marketing Support terhadap dirinya.

“Saya diberikan Surat Marketing Suport untuk saya pribadi dengan hak dan kewajiban seperti yang pernah dilakukan waktu saya memasarkan BBM sebagai Kepala Cabang PT. Bahari Sandi Pratama, saya bingung kenapa saya dilaporkan setelah saya memasarkan BBM PT. Indra Angkola. Sementara uang pembelian BBM ditransfer langsung oleh Pembeli ke PT. Indra Angkola,” jelas Reza.

Ditempat yang sama, Edwar Kelvin, R.S.H.MH selaku Kuasa Hukum Reza menyampaikan rasa prihatinya terhadap kondisi Said Reza yang cenderung dipermainkan oleh PT. Indra Angkola dan Pertamina.

“Disini sangat jelas, Said Reza melakukan pemasaran BBM kepada pembeli berdasarkan Surat Marketing Support yang dikeluarkan oleh PT. Indra Angkola, dan Klien saya juga telah melaksanakan kewajibannya. Namun kenapa hak – haknya justru tidak diberikan. Ini kan lucu sekali,” ucap Kelvin pada Media ini.

Kelvin menyampaikan, PT. Indra Angkola cenderung hanya mencari – cari alasan untuk mengaburkan kewajiban yang harus dipenuhinya.

“Kita harus pahami, seluruh rangkaian mulai dari Pemasaran, Pembelian dan Penjualan tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan, mana kala PT. Indra Angkola mendalilkan klien saya selaku Marketing Pemasaran menipu, maka Jual – Beli BBM tersebut batal demi hukum,” tegas Kelvin.

“Konsekuensinya PT. Indra Angkola harus mengembalikan uang para Pembeli, dan Pembeli juga harus mengembalikan BBM nya. Hal ini karena tidak memenuhi kriteria pasal 1320 BW, sebab klien saya sebagai Jembatan Penghubung antara si Penjual dan si Pembeli kan ini tidak mungkin, makanya bayar lah kewajiban klien saya,” lanjutnya.

Sampai saat ini ini, Kelvin mengatakan, pihaknya masih menunggu iktikad baik dari PT. Indra Angkola untuk segera melaksanakan kewajibannya kepada Said Fachriza Kliennya tersebut.

“Kami masih membuka lebar iktikad baik dari PT. Indra Angkola yang harus menjaga kredibilitasnya selaku Supplier Resmi Pertamina, jangan mau untung saja, kewajiban lalu dilupakan,” tutur Kelvin.

Ditempat yang berbeda, Trio Wiramon, SH M.SI yang juga sebagai kuasa Hukum Reza menyampaian bahw,a PT. Pertamina Persero harus bertanggung jawab terhadap perbuatan PT. Indra Angkola yang cenderung merusak kredibilitas BUMN.

“PT. Pertamina harus melakukan audit keuangan terhadap PT. Indra Angkola, masak Supplier seperti ini dipertahankan, bongkar saja semuanya sesuai pernyataan Komisaris Utama Pertamina, Pak Ahok,” tegas Amon

Amon meyakini adanya dugaan permainan terselubung di tubuh Supllier PT. Pertamina tersebut.

“Telah menjadi Fakta, Pertamina juga turut andil dalam rangkaian kejadian ini, sebab Pertamina turun langsung dalam peristiwa ini, kenapa ada masalah Pertamina diam, apakah turut andil, atau seperti apa ?,” ucap amon.

Pantauan Media ini, Majelis Hakim kini menunda Persidangan sampai dengan tanggal 25 November 2020 mendatang, dikarenakan PT. Indra Angkola dan PT.Pertamina Persero mangkir dalam agenda Persidangan yang ditentukan. (RC).

Editor : Milla