Beranda Hukrim Judi 303 Berkedok Gelanggang Permainan Terkesan Kebal Hukum di Kepri

Judi 303 Berkedok Gelanggang Permainan Terkesan Kebal Hukum di Kepri

2847
0

Kepri, GK.com – Menjamurnya Gelanggang Permainan (Gelper) di Kepulauan Riau yang diduga mengandung unsur Judi 303 menjadi perhatian berbagai kalangan, baik Tokoh Masyarakat maupun LSM di Kepri.

Pasalnya di mana fungsi penegakan hukum di Negeri ini, seakan menutup mata. Disisi lain, Masyarakat merasa resah dengan beroperasinya Gelper di Wilayah Kepri, dikarenakan selain adanya dugaan perjudian, para pengunjung Gelper juga terlihat seolah tidak mematuhi protokol kesehatan.

Ketua Pelopor Perdamaian Provinsi Kepri,
Arifin Ahmad

Ketua Pelopor Perdamaian Kepri,  Arifin Ahmad angkat bicara,

”Saya ada mendapatkan masukan dari masyarakat,  bahwa di Provinsi Kepulauan Riau ini banyak pengusaha yang bergerak di bidang Gelanggang Permainan (Gelper) berhadiah, padahal dalam Undang-undang pasal 303 KUHP tentang perjudian sudah jelas diatur mengenai larangan berjudi. Tentunya disini kita selaku Masyarakat hanya bisa berharap penuh kepada Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum dapat menertibkan tempat Gelper tersebut, supaya jangan sampai aturan yang berlaku nantinya di salahgunakan,” ucapnya,  Kamis (20/8) sekitar pukul 17.00 Wib. 

Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Pasal 303 ayat (1) Perjudian adalah hal yang di larang dalam Undang-Undang.

Pelanggara Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Pasal 303 dapat dikenakan Ancaman Pidana Penjara paling lama sepuluh (10) Tahun atau Pidana Denda paling banyak dua puluh lima juta rupiah.

“Selain itu, saat ini Covid-19 juga sedang mewabah dan sesuai Instruksi Presiden Indonesia Nomor 6 tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan. Jadi jelas sudah diatur jangan sampai ada tempat-tempat yang menimbulkan kerumunan,” tegasnya.

Apabila Gelper ini tetap terus di buka, siapa yang nantinya akan menjamin pengunjung Gelper tersebut memperhatikan protokol kesehatan,” ujar Arifin. 

Arifin Ahmad berharap kepada Pemerintah Daerah untuk dapat memperhatikan hal tersebut, sehingga dapat mengurangi tempat berkumpul dan meminimalisir penyebaran Covid-19.

“Kami dari Pelopor Perdamaian menegaskan jangan sampai ini menimbulkan keresahan dimasyarakat dan menjadi konflik. Jangan hanya demi kepentingan kelompok, sehingga hal ini melupakan kepentingan masyarakat banyak. Maka, mari kita saling berkordinasi antara Pemerintah Provinsi Kepri dengan pihak Kepolisian,“ tuturnya. 

Ketua LSM WASI Provinsi Kepri, Rajikun, S.Sos

Diwaktu yang berbeda, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Wahana Sosial Indonesia (WASI) Provinsi Kepri, Rajikun, S.Sos juga mengharapkan agar Gelanggang Permainan (Gelper) yang sangat meresahkan masyarakat ditengah perekonomian yang tidak stabil ini  agar segera dapat ditertibkan oleh aparat. 

“Kami berharap agar aparat keamanan segera menyikapi Gelanggang Permainan (Gelper) ini dengan bijaksana dan tegas,” harap Rajikun.

“Bila perlu ditutup tempat tersebut, apabila tidak ada izinnya. Karena hal ini sangat meresahkan untuk masyarakat menengah kebawah yang seharusnya uang mereka bisa dipergunakan untuk keperluan lain yang lebih penting, namun dengan iming-iming bisa bendapat uang yang berlipat ganda, tentunya membuat mereka malah memilih untuk bermain di Gelanggang Pemainan tersebut”. tuturnya melalui via Telephon, Kamis (20/8) sekitar pukul 21.05 Wib. 

Menurutnya, Gelper yang beroperasi saat ini tidak ada kontribusi sama sekali terhadap masyarakat dan hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu.

Hingga berita ini ditayangkan, Kabid Humas Polda Kepri dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kepri, belum berhasil dikonfirmasi oleh awak Media ini. Bersambung. (Mis).

Editor : Milla