Beranda Kepulauan Riau Batam Investasi di Batam Tetap Lancar Meskipun Dilanda Pandemi Covid-19

Investasi di Batam Tetap Lancar Meskipun Dilanda Pandemi Covid-19

27
0

Batam, GK.com – Meskipun saat ini tengah mengalami pandemi Covid-19, namun terhitung sejak 5 tahun terakhir, nilai investasi di Batam selama masih berada pada tren positif.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, saat menjadi pembicara dalam Web Seminar (Webinar) yang diselenggarakan oleh Singapore Business Federation (SBF) serta KADIN Komite Singapura, pada Selasa (7/7) siang.

Saat itu, Muhammad Rudi menyampaikan, jumlah perusahaan PMA dan PMDN yang memiliki ijin Angka Pengenal Impor Produsen (API-P) dan Ijin Usaha Kawasan yang tercatat di BP Batam adalah 1.309 Perusahaan dengan total pekerja sebanyak 169.265 karyawan.

“Dari 10 Negara yang paling banyak menanamkan modalnya di Batam, Singapura masih mendominasi di posisi pertama dengan nilai investasi kurun waktu 5 tahun terakhir lebih dari 1,2 juta USD, kemudian disusul oleh Hongkong, Malaysia, Australia dan Perancis,” ungkap Kepala BP Batam, Muhammad Rudi.

“Selama masa pandemi ini, kami informasikan bahwa industri di Kota Batam tidak mengalami lockdown, sehingga kegiatan masih berjalan normal meskipun kami menerapkan dan mengawasi sistem protokol kesehatan di masing-masing Perusahaan yang ada di Batam,” lanjutnya.

Duta Besar RI untuk Singapura, I Gede Ngurah Swajaya, juga turut menjadi pembicara dalam webinar tersebut memaparkan, Asia merupakan kawasan yang diincar untuk peningkatan produktivitas manufaktur, dengan dukungan SDM dan SDA yang dimiliki Indonesia yang berkontribusi sekitatlr 40% pasar di Asia.

“Selain itu, berdasarkan penelitian Morgan Stanley, Indonesia termasuk dalam kelompok kedua pada percepatan pemulihan ekonomi pasca Covid-19 setelah RRT,” katanya.

“Saat ini Indonesia telah melakukan pengembangan 108 industri yang didukung atas teknologi industri. Untuk mendukung usaha tersebut, Pemerintah Indonesia telah bekerja sama dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Bank Indonesia dalam Investmant Day guna menarik minat investor,” terang Ngurah Swajaya.

Disampaikan Duta Besar RI untuk Singapura, dengan keadaan politik yang stabil dan letak geografis yang sangat menguntungkan, Batam dinilai sangat ideal untuk pengembangan industri manufaktur.

Selain menghadirkan Duta Besar RI untuk Singapura dan Kepala BP Batam, webinar juga menghadirkan Executive Director of Singapore Business Federation Mr. Thian Tai Chew dan Ketua KADIN Komite Singapura Dr. Michael Goutama, dengan tujuan untuk menginformasikan perkembangan investasi dan peluang investasi Batam kedepan, serta perkembangan pandemik Covid-19 di Batam. (Red/Hms).

Editor : Febri