Beranda Kepulauan Riau Batam Covid-19 Bukan Penghalang Dalam Peningkatan Nilai Investasi Batam

Covid-19 Bukan Penghalang Dalam Peningkatan Nilai Investasi Batam

85
0

Batam, GK.com – Meski Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sedang terjadi di Batam, namun nilai investasi Triwulan I Tahun 2020 di Batam mengalami peningkatan.

Berdasarkan laman resmi Online Single Submission (OSS) menyatakan bahwa, nilai investasi Triwulan I Tahun 2020 mencapai 52% dari total target investasi yang ditetapkan oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam di Tahun 2020, yakni USD 900 juta.

Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal, Purnomo Andiantono menyampaikan, hal tersebut sebagai bahan evaluasi, yang artinya, dalam Triwulan pertama sudah setengah target investasi 2020 dari BP Batam tercapai.

“Semoga pandemik Corona dapat ditangani dengan baik, sehingga di triwulan-triwulan berikutnya, Batam masih bisa mempertahankan kinerjanya dan mencapai target yang sudah ditetapkan,” kata Andiantono.

Adapun Negara yang melakukan investasi baru pada Triwulan I, yaitu Republik Rakyat Tiongkok, Indonesia, Malaysia, dan Singapura dengan total investasi sebesar USD 472,536 juta, dan terdapat satu Negara yang melakukan investasi perluasan di Batam, yakni Singapura dengan total investasi USD 522 ribu.

“Untuk investasi baru, berdasarkan sektor yang tercatat di OSS terdiri dari Industri Logam, Perdagangan dan Reparasi, dan Perumahan, sedangkan untuk perluasan ada di sektor Perdagangan dan Reparasi,” terang Andiantono.

Peningkatan nilai investasi di Triwulan I 2020 ini terjadi karena perencanaan kegiatan investasi tersebut sudah dilakukan sebelum pandemik Covid-19 merebak di Batam.

“Bisa jadi sudah direncanakan sejak lama, jadi peningkatan ini tidak terkait karena ada wabah Corona atau tidak, kan tidak serta-merta hari ini mau investasi, hari ini langsung jalan, pasti sudah direncanakan di tahun-tahun sebelumnya, dipelajari dan dibuat studi kelayakannya oleh Pengusaha,” jelasnya.

Andiantono mengatakan, pihaknya sulit untuk memprediksi investasi di triwulan berikutnya akibat pandemik Covid-19 secara global, termasuk di Batam.

“Tergantung perkembangan nanti, semoga penanganan pandemik ini dapat ditangani dengan baik, sehingga ekonomi akan membaik, karena.jika tidak, maka akan sulit mempertahankan kinerja ekonomi yang prima, bahkan Pemerintah pusat sendiri sudah mengatakan bahwa kondisi ekonomi kita sekarang sedang sulit”. pungkas Andiantono. (Red/Hms).

Editor : Febri