Selasa, Juni 23, 2026
Beranda blog Halaman 482

Bertaraf Internasional, Menhub RI : Manajemen Harus Segera Menyelesaikannya di Tahun 2023

Sekda Bintan didampingi Kadishub dan Kadis Kominfo Bintan saat menyambut kedatangan Menhub RI. (Ist)
Sekda Bintan didampingi Kadishub dan Kadis Kominfo Bintan saat menyambut kedatangan Menhub RI. (Ist)

Bintan, GK.com – Presiden Jokowi mendukung investasi di berbagai bidang demi percepatan pembangunan dan pemulihan ekonomi, hal ini disampaikan langsung oleh Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi.

Dalam Kunjungan Kerja (Kunker) nya di Kawasan Industri Lobam pada Senin (24/01/2022), saat itu Menhub Budi Karya Sumadi meninjau pembangunan Bandara Udara Busung melalui pantauan udara didampingi Sekda Bintan Adi Prihantara, Kadishub Insan Amin dan Kadis Kominfo Aupa Samake.

“Bapak Presiden sangat mendukung sekali investasi swasta di kawasan ini. Saya berharap BIIE harus berkolaborasi dengan International BAY dalam rangka menarik wisatawan Luar Negeri untuk datang berkunjung ke Kabupaten Bintan melewati bandara ini,” ucap  Budi Karya Sumadi.

Kehadiran bandara ini nantinya juga diharapkan dapat menjadi kebanggaan bagi masyarakat Bintan. Sejak awal dirancang Bandara ini diharapkan dapat menunjang pariwisata dan industri, khususnya di Kabupaten Bintan. Selain itu, dalam desainnya juga mampu menampung pesawat berbadan lebar yang dapat memudahkan pesawat kargo.

Hingga saat ini, sudah 3.000 meter landasan pacu yang disiapkan dari total 3.600 meter yang ditargetkan. Dengan total investasi menyentuh angka Rp. 10 Triliun, Bandara bertaraf Internasional ini diharapkan nantinya dapat memacu investasi lain di sekitarnya.

“Bandara tidak bisa berdiri sendiri, oleh karenanya kami memberikan satu catatan. Saya minta ke manajemen agar segera menyelesaikan di tahun 2023, sehingga investasi ini bisa mendorong investasi yang lainnnya,” harap Budi Karya Sumadi.

Kedepannya diharapkan Bandara ini dapat berkolaborasi dengan Internasional Player yang memiliki kemampuan pergerakan wisatawan mancanegara seperti Eropa, China dan Jepang.

Masih dikesempatan yang sama, Sekda Bintan Adi Prihantara memaparkan harapannya mewakili Pemerintah Daerah bahwa, Bandara ini memang menjadi harapan baru bagi Bintan. Selain menopang geliat pariwisata yang ada, bandara ini juga dapat membuka lowongan pekerjaan yang cukup besar untuk masyarakat Bintan. (Red/Ist).

Editor : Ron

Total Rp 853 Milliar, Bupati Lingga Serahkan DPA Tahun 2022 Kepada 41 OPD

Bupati Lingga saat menyerahkaan DPA kepada OPD. (Ist)
Bupati Lingga saat menyerahkaan DPA kepada OPD. (Ist)

Lingga, GK.com – Bertempat di Aula Junjungan Negeri, Daik, Senin (24/01/2022), Bupati Lingga Muhammad Nizar menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun 2022 kepada Organisasi Perangkat Daerah (ODP). Adapun total anggaran yang dibagikan kepada 41 OPD saat itu ada sebanyak Rp 853.502.688.285,-.

Ditegaskan oleh Bupati Lingga pada kesempatan itu, kepada seluruh Kepala OPD yang hadir, dengan diserahkannya DPA di awal tahun ini, agar dapat kiranya dikelola dengan sebaik-baiknya, efektif dan efisien.

“Tolong pergunakan anggaran ini dengan baik dan amanah, dan bekerjalah dengan maksimal dalam menjalankan berbagai progam,” tegas Nizar.

“Saya mohon kerjasamanya, masyarakat berharap banyak kepada kita,” pintanya.

Saat itu, Nizar juga mengimbau kepada setiap OPD agar dapat memperhatikan laporannya, program rencana-rencana kerja yang harus sesuaikan dengan aturan dan Undang-Undang yang berlaku. Hal ini tentunya sangat penting, mengingat banyak kasus tipikor yang sudah melibatkan para pejabat Negara.

“Tahun 2022 ini banyak laporan-laporan terkait OTT dan tindakan-tindakan korupsi karena tergiur dengan APBD. Maka dari itu, saya tidak henti-hentinya terus mengingatkan Bapak/Ibu semua agar dapat bekerja secara maksimal dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” tegasnya kembali.

Tak lupa, saat itu, Nizar juga mengingatkan kepada OPD nya agar segera menyiapkan segala pelaporan pajak periode 31 Desember 2021 yang belum tuntas agar segera menyelesaikannya paling lambat di tanggal 31 Januari 2022.

“Mengingat Kabupaten Lingga sudah ditetapkan oleh Kemendagri sebagai salah satu Kabupaten rujukan Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) se- Indonesia, maka berkaitan dengan pajak agar segera dapat diselesaikan, maupun rekap OPD berkaitan dengan SIMDA,” ucap Nizar.

“Kepada Wakil Bupati beserta Sekretaris Daerah, saya berharap untuk dapat terus memantau serta mengevaluasi dalam pergerakan pengelolaan pagu anggaran yang telah diserahkan ke OPD masinng-masing. Semoga  program yang telah direncanakan, terutama dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat terlaksana dengan baik”. imbuhnya. (Man).

Editor : Milla

Beri Layanan Terbaik Jadi Kredibilitas Desa Pongkar

Sekdes Pongkar, Murhalim S.E
Sekdes Pongkar, Murhalim S.E

Karimun, GK.com Kredibilitas Pemerintah Desa diukur dari kemampuannya dalam setiap membuat kebijakan untuk masyarakat, khususnya dalam hal memberikan pelayanan.

Dikatakan oleh Sekretaris Desa Pongkar, Murhalim S.E, “terkait hal ini tentunya sudah menjadi kewenangan kita sebagai pelayan publik dalam memberikan kenyamanan serta kepuasan kepada masyarakat yang akan mengurus segala bentuk Administrasi,” ujarnya, Senin (24/01/2022) di Ruang Kerjanya.

Lebih lanjut Murhalim menyampaikan bahwa, “disini kami juga bersedia memberikan arahan kepada warga yang mengalami kendala dalam mengurus Administrasi,” tegasnya.

Aminah, salah satu warga masyarakat Pongkar mengatakan, sebagai masyarakat sejauh ini dirinya merasa sangat puas terhadap pelayanan publik yang di berikan oleh Desa Pongkar.

“Pelayanan Pemerintah Desa Pongkar selama ini Alhamdulillah sangat baik dan membantu sekali. Selama kami ingin melakukan pengurusan Administrasi selalu dipermudah, serta selalu mendapatkan penjelasan yang akurat. Intinya warga selalu mendapatkan perhatian yang sangat luar biasa”. pungkasnya. (RP).

Editor : Milla

Tiba di Tanjungpinang, Ini Jadwal Presiden Selama Dua Hari

Gubernur Kepri saat menyambut kedatangaan Presiden RI. (Ist)
Gubernur Kepri saat menyambut kedatangaan Presiden RI. (Ist)

Tanjungpinang, GK.com – Usai melakukan serangkaian kegiatan di Provinsi Sumatera Selatan, Presiden Joko Widodo melanjutkan Kunjungan Kerjanya ke Provinsi Kepulauan Riau pada Senin (24/01/2022).

Dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1, Presiden beserta rombongan lepas landas dari Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Kota Palembang, sekitar pukul 18.00 Wib dan tiba di Bandar Udara Raja Haji Fisabillah, Kota Tanjung Pinang, malam.

Kedatangan Presiden Jokowi berserta rombongan disambut lanngsung oleh Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang sudah duluan tiba di Tanjungpinang, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan Satu (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya TNI Muhammad Ali, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hassanudin, Kapolda Kepulauan Riau Irjen Pol. Aris Budiman Bulo, Danlantamal IV Laksamana Pertama TNI Dwika Tjahja Setiawan, serta Danlanud Raja Haji Fisabilillah Kolonel Pnb. Andi Wijanarko.

Esok hari, Selasa (25/01/2022), Presiden Joko Widodo diagendakan akan melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong di Kabupaten Bintan. Selain itu, keduanya juga akan memimpin pertemuan bilateral antara delegasi kedua Negara, serta menyaksikan penandatanganan dan pertukaran sejumlah Nota Kesepahaman.

Selain itu, presiden bersama 7 menteri yang dikabarkan ikut bersamanya pada kesempatan besok juga akan meninjau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Bintan. Tidak hanya itu, Presiden dan rombongan juga akan meninjau proses vaksinasi booster dosis III, dan terakhir meninjau salah satu pasar rakyat yang ada di Tanjungpinang.

Turut menyertai Presiden dalam penerbangan menuju Provinsi Kepulauan Riau yaitu Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Sekretaris Militer Presiden Marsda TNI M. Tonny Harjono, Komandan Paspampres Mayjen TNI Tri Budi Utomo, dan Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin. (Red/Ist).

Editor : Ron

Sejumlah Event Akan Dilaksanakan Partai Gerindra Sempena HUT ke- 14

Karimun, GK.comDalam rangka memperingati Hari Jadi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ke- 14 yang jatuh pada tanggal 06 Februari mendatang, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar sejumlah perlombaan dan event di Kabupaten Karimun.

Pada momen kali ini, Kabupaten Karimun dipercayai sebagai tuan rumah oleh DPD Partai Gerindra untuk mengadakan beragam lomba seperti Tournament Bola Volly, lomba Mancing Mania, serta perlombaan Jalan Santai demi memeriahkan HUT Partai Gerindra.

Saat ditemui sejumlah awak Media, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Karimun, Zaizulfikar yang didampingi oleh Wakilnya Kelvin, SH.MH mengatakan bahwa pihaknya diberikan amanah yang cukup besar.

“Segala biaya penyelenggaraan pada event yang akan dilaksanakan nantinya di tanggung oleh Meireza Endipat Wijaya yang menjabat sebagai Ketua DPP Partai Gerindra,” ujar Zaizulfikar sekitar pukul 15.00 Wib usai membuka pertandingan Bola Volly.

“Kegiatan ini murni menggunakan anggaran dari salah satu kader kita, dan kami tidak meminta sumbangan apa pun dari mana pun untuk menyelenggarakan perlombaan ini. Jadi anggarannya murni dari saudara kita,” tegasnya.

“Alhamdulillah pada siang hari ini, kita juga telah menyaksikan pembukaan pertandingan Bola Volly Putri, ada 30 Tim Pria dan 30 Tim Wanita yang ikut serta dalam pertandingan ini. Nanti yang menang tentunya akan mendapatkan hadiah berupa Trofi dan uang binaan,” ucapnya.

“Sementara untuk 2 event lainnya, kita juga telah susun jadwalnya, yaitu Mancing Mania di tanggal 20 Febuari, dan di tanggal 27 Febuari nya akan dilaksanakan Jalan Santai sekaligus penutup dari rangkaian event di hari jadi Partai Gerindra”. pungkasnya. (IWD).

Editor : Ron

KEK Galang Batang, Dari Kepri Untuk Indonesia

Senior Advisor PT. BAI didampingi Kadis Kominfo Kepri saat bersama rekan-rekan Pers (Ist).
Senior Advisor PT. BAI didampingi Kadis Kominfo Kepri saat bersama rekan-rekan Pers (Ist).

Bintan, GK.com – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang adalah satu dari 18 total KEK yang ada di Indonesia yang terletak di Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Kepulauan Riau. KEK Galang Batang diusulkan oleh badan usaha PT GBKEK Industri Park yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2017, dan diresmikan beroperasinya oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian pada waktu itu Darmin Nasution pada tanggal 8 Desember 2018 silam.

KEK Galang Batang dikembangkan sebagai sentra industri pengolahan mineral hasil tambang (bauksit) dan produk turunannya baik dari refinery maupun dari proses smelter dengan PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) sebagai Badan Usaha Pembangun dan Pengelola KEK. PT. BAI sendiri merupakan perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) yang berasal dari Kota Nanshang, Tiongkok.

KEK Galang Batang yang menjadi kebanggaan Provinsi Kepulauan Riau dan Indonesia sebagai salah satu sumber  Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Sumber Devisa Negara ini melalui PT. BAI telah sukses melakukan ekspor perdana sebanyak 70 ribu ton Smelter Grade Alumina (SGA) ke Malaysia yang dilepas oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada 2 Juli 2021 lalu. Sejak saat itu hingga Januari 2022 ini, PT. BAI telah mengekspor SGA dengan total sebanyak 550 ribu ton ke Malaysia dengan nilai 212 juta USD.

Kelancaran hingga sampai ke tahapan ekspor KEK Galang Batang tidak terlepas dari keseriusan dan dukungan penuh Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad terhadap PT. BAI dalam mengembangkan kawasan ini. KEK Galang Batang dapat dikatakan sebagai KEK unggulan di Indonesia, dikarenakan di mulai dari proses perencanaan hingga produksi tidak memakan waktu yang lama.

Senior Advisor PT. BAI yang juga merupakan Purna Bakti Staf Ahli Menko Perekonomian Bidang Hubungan Ekonomi dan Kemaritiman, Robert Sianipar menceritakan bagaimana Pemerintah RI telah melakukan penjajakan wilayah Galang Batang sebagai wilayah investasi sejak Tahun 2013 lalu. Namun Pemerintah melalui Menko Perekonomian sangatlah berhati-hati dalam memberikan izin kepada investor, karena posisi Galang Batang yang berdekatan dengan kawasan pariwisata Bintan Resort di Lagoi.

“Industri pengolahan alumunium jika berdekatan dengan kawasan pariwisata tentunya akan saling mempengaruhi. Dan dikhawatirkan adanya emisi dapat mengganggu dunia pariwisata. Inilah yang menjadi PR, namun akhirnya mendapat pembuktian adanya produksi SGA dengan teknologi terkini, tidak mengeluarkan emisi, sehingga dapat beroperasi berdampingan dengan kawasan pariwisata,” ucap Robert.

Akhirnya KEK Galang Batang mendapat lampu hijau dari Pemerintah Pusat dengan terbitnya PP No. 42 Tahun 2017 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Galang Batang. Sebelumnya, PMA memilih lokasi Galang Batang, Kepri, tentunya dengan berbagai pertimbangan keunggulan-keunggulan yang dimiliki Kepri.

“Pertama Daerah Kepri yang masuk dalam Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, yang mana jika keluar peraian akan langsung ke perairan internasional. Kedua, kondisi leadership di Kepri cukup akrab dan ramah kepada investor. Yang mana multiplayer effectnya akan meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian secara keseluruhan,” ungkap Mantan Deputi IV BP Batam ini.

Untuk diketahui, industri alumunium berasal dari bahan baku bauksit yang diproses melalui empat tahapan sehingga menghasilkan alumina. Di PT. BAI, alumina yang diproduksi merupakan Smelter Grade Alumina (SGA). Alumina ini merupakan bahan baku penghasil alumunium ingot yang diperlukan oleh industri-industri besar seperti pesawat terbang, kereta api, dan mobil. Hilirisasinya juga akan lebih banyak lagi seperti bahan baku wadah minuman kaleng dan juga alumunium foil.

Saat ini, PT. BAI sudah memiliki alumunium refinery untuk memproduksi SGA, yang mana produksi tersebut sudah mulai diekspor. Proyeksi ke depan PT. BAI juga akan membangun alumunium smelter untuk memproduksi alumunium ingot. Dimana PT. BAI menargetkan akan memproduksi 2 juta ton SGA yang dapat menghasilkan 1 juta ton alumunium ingot. Target tersebut direncanakan akan tercapai pada tahun 2027 mendatang, dengan rincian produksi 250 ribu ton ingot di tahun 2025, 250 ribu ton di tahun 2026, dan 500 ribu ton di tahun 2027.

“Untuk mengakomodir masuknya bahan baku bauksit dari Pulau Kalimantan dan batu bara untuk keperluan PLTU dari Tanjung Enim, Sumatera,  serta keperluan ekspor produk, diperlukan pelabuhan yang memadai. Di KEK Galang Batang sudah dibangun pelabuhan dengan kapasitas bongkar muat 20 juta ton per tahun. Dapat dikatakan pelabuhan Galang Batang ini yang paling modern di Kepri. Dengan fasilitas konveyer, sehingga efisiensi transportasi dapat ditingkatkan,” terang Robert.

Sedangkan untuk keperluan energi penunjang produksi, saat ini PT. BAI sudah membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dengan kapasitas 6 x 25 MW. Untuk memenuhi target 1 juta ton alumunium ingot pada tahun 2027 mendatang, diproyeksikan akan dibangun PLTU dengan total kapasitas 2.850 MW.

Saat ini, KEK Galang Batang memiliki luas lahan existing seluas 2.333 Ha sesuai yang tercantum dalam Nomor 42 Tahun 2017. Lebih dari 60 persen luas lahan sudah dikuasai dan sekitar 1.800 Ha lahan sudah dipergunakan. Namun manajemen telah merencanakan perluasan hingga lebih dari 2.000 Ha lagi, dikarenakan minat investor lain yang cukup tinggi untuk berinvestasi disana, mengingat produk hilirisasi yang luar biasa peluangnya.

Keberadaan KEK Galang Batang juga akan memberikan multiplayer effect terhadap perusahaan, UMKM, dan tenaga kerja lokal. Saat ini KEK Galang Batang bekerjasama dengan 27 kontraktor dan UMKM lokal pada pembangunannya. Saat ini total tenaga kerja yang diserap di KEK Galang Batang adalah sebanyak 3.500 orang yang terdiri dari 900 Tenaga Kerja Asing asal Tiongkok dan 2.600 tenaga kerja lokal. Ke depan diproyeksikan KEK Galang Batang akan menyerap sekitar 21.000 orang tenaga kerja.

“Di awal pembangunan, kita sudah mempersiapkan tenaga kerja sebanyak 80 orang lulusan sarjana dari seluruh Indonesia untuk dikirim ke Tiongkok dalam rangka belajar bahasa Tiongkok serta pengoperasian peralatan di refinery, maupun smelter selama 1,5 tahun. Saat ini, sudah kembali dan semua tenaganya terserap disini. Selain itu juga akan diperlukan tenaga vokasi terampil. Maka kita bekerja sama dengan Politeknik Batam dengan program diploma sehingga dapat bekerja disini,” papar Robert lagi.

Total investasi awal yang disampaikan PMA Nanshan mencapai 5,5 miliar USD atau setara 70 hingga 75 trililun rupiah. Untuk tahap pertama sampai tahun 2027 diproyeksikan sebesar 36,2 triliun rupiah. Hingga Januari 2022 sudah terealisasi sebesar 18 triliun rupiah.

Rincian tahapan pembangunan dengan investasi tersebut adalah sampai saat ini sudah terbangun alumina refinery, PLTU dengan kapasitas 6 x 25 MW, gas station sebagai hilirisasi batu bara untuk meroasting alumina, serta dormitory untuk akomodasi pekerja.

Tahap kedua yang direncanakan akan selesai pada akhir 2024, akan dibangun tambangan refinery alumina dengan kapasitas 1 juta ton, alumunium smelter tahap 1 dengan kapasitas 250 ribu ton, dan tambahan PLTU dengan kapasitas 6 x 150 MW.

Lalu di tahap selanjutnya sampai tahun 2027 akan dibangun peningkatan kapasitas smelter dari 250 ribu menjadi satu juta ton per tahun, tambahan PLTU berkapasitas 4 x 150 MW untuk tambahan produksi 250 ton ingot, serta PLTU dengan kapasitas 8 x 150 MW untuk suplai listrik produksi 500 ribu ton ingot. (ron).

Editor : Milla