Jumat, Mei 8, 2026
Beranda blog Halaman 1008

Soemantri : OPD Harus Berikan Data Sektoral yang Valid, Agar Pembangunan Tepat Sasaran

Tanjungpinang, GK.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tanjungpinang menggelar Kegiatan Penyusunandan Pengumpulan Data Statistik Sektoral Perangkat Daerah Kota TanjungpinangTahun 2019 di Hotel Bintan Plaza, Jum’at (03/05) sekitar pukul 09.00 Wib.

Plt. Kepala Dinas kominfo Kota Tanjungpinang, Drs. Soemantri yang membuka resmi kegiatan itu menyampaikan pentingnya Penyusunan dan Pengumpulan Data Statistik Sektoral Perangkat Daerah Kota Tanjungpinang.

“Saya berharap agar peran semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Kota Tanjung pinang semakin optimal dalam menjalankan tugasnya, termasuk dalam hal pelayanan publik,” harap Soemantri.

Dikatakan Soemantri, data sektoral OPD yang valid akan sangat berguna dalam perencanaan pembangunan Daerah, agar hasil pembangunannya tepatsasaran.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Seksi Statistik Kominfo Kota Tanjungpinang, Iswadi, saat ditemui oleh media ini menjelaskan bahwa, penyusunan serta pengumpulan Data Statistik dan Sektoral adalah sebagai wali data Daerah, jadi data yang adadi OPD itu harus dikumpulkan dan dihimpun untuk di Rangkum.

“OPD itu sebagai Produsen, tugasnya mengumpulkan data ke Kominfo untuk dipublikasikan, karena Kominfo adalah corong atau publikasinya Pemerintah Daerah”. tutup Iswadi. (MI).

Editor : Febri

Yosep Adi Prasetyo : Pers Jangan Menjadi Pemain Dalam Demokrasi

Batam, GK.com – Dalam Pemilihan Umum (Pemilu) pada Pileg dan Pilpres yang baru terselenggara pada tanggal 17 April yang lalu, yang hingga saat ini masih menimbulan hawa panas serta ketegangan dari masing-masing individu membuat para Insan Media harus lebih cerdas dalam menghadapi situasi dan kondisi, khususnya dalam pemuatan pemberitaan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo dalam Workshop Peliputan Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2019 yang digelar di Hotel Nagoya Hill, Batam, Rabu (24/4) lalu, sekitar  pukul 10.15 Wib.

Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo yang membuka resmi kegiatan Workshop tersebut mengatakan bahwa, Media harus menjadi penengah dalam konflik yang terjadi usai Pemilu 2019, bukan untuk memperkeruh akan hal itu.

“Untuk kalangan Pers, silahkan ambil posisi sebagai rekonsilitator bagi  masyarakat,” ucap Yosep.

Dikatakan Yosep, saat ini peran Pers sangatlah besar dalam Pemilu, apalagi Pemilu kali ini dilaksanakan serentak se- Indonesia untuk Pilpres dan Pileg, tentunya banyak kejadian yang tidak kita inginkan terjadi.

“Saat inilah peran kita sebagai Insan Pers dibutuhkan, untuk memulihkan keadaan yang sedang terjadi, seperti perbedaan pilihan, serta bahasa Cebong atau Kampret yang membuat banyak masyarakat terputus tali silaturahmi, bahkan tali persaudaraan,” kata Yosep.

Dalam kesempatan itu, Pria yang akrab disapa Stanley itu mengatakan, dengan kondisi seperti sekarang ini, Pers harus hadir dalam koridor pada pemberitaan yang berdasarkan Undang-Undang Pers serta Kode Etik Jurnalistik (KEJ).

“Para Pers dan Media harus bertindak selayaknya sebagai seorang Wasit, Pengawas, dan Pembimbing dalam sebuah pertarungan ini, jangan pula  menjadi pemain dalam demokrasi,” tegasnya Yosep.

“Saya berharap Pers dan media tidak menjadi pengadu domba yang akan menimbulkan konflik sosial, mari hindari berita hoax yang akan berdampak buruk kedepannya,” harap Yosep.

“Ketika perdebatan politik membuat tensi naik, kewarasan publik pun berkurang, maka tugas media adalah menyajikan berita yang benar, terverifikasi dan terklarifikasi”. tutup Stanley. (MR).

Editor : Milla

Penerbitan Pas Kecil UPP Senayang Diukur Hampir 1.000 Kapal

Lingga, GK.com – Pengukuran kapal atau perahu pompong dengan ukuran kurang dari GT 7 untuk penerbitan pas kecil atau surat tanda kebangsaan kapal terus dilakukan Unit Pengelola Pelabuhan (UPP) Kelas III Senayang. Dalam hal itu, mereka terus bergerak dari satu pulau ke pulau lainnya.

“Sekarang kami melakukan pengukuran di Desa Tanjung Lipat. Ada sekitar 20 kapal yang akan kami ukur disini,” ucap Ahli Ukur Kapal di UPP Kelas III Senayang, Azwar Anas kepada Media ini, Kamis (2/5).

Dijelaskan Azwar, sejak pelaksanaan pengukuran itu dilakukan untuk pertama kali di Pulau Teban, jumlah kapal yang telah diukur mencapai 1000 unit. Semuanya berasal dari wilayah Kecamatan Senayang dan tiga lainnya dari kecamatan hasil pemekaran di wilayah tersebut.

“Kami akan terus melakukan pengukuran kapal ini untuk penerbitan pas kecil bagi pemilik perahu pompong. Kalau ada nelayan yang minta dilakukan pengukuran, kami siap turun,” ujarnya.

“Target dari program penerbitan tersebut adalah, seluruh warga atau nelayan yang memiliki perahu pompon, tidak ada batas waktu untuk ditentukan dalam proses penerbitannya,” katanya.

“Tidak hanya itu saja, wilayah Kecamatan Senayang dan kecamatan hasil pemekaran, dalam proses penertiban pas kecil yang dilakukan UPP Kelas III tersebut juga sampai ke Kecamatan Lingga Utara,” terangnya.

“Tapi yang saat ini baru kami ukur di wilayah Senayang, karena di Lingga Utara belum ada yang buat permohonan ke kami. Maka kami juga berharap agar Kepala Desa mendata warga yang punya pompong nantinya dapat mengajukan permohonan ke kami supaya kami bisa turun ke lokasi,” tuturnya.

Seperti diketahui, saat ini UPP Kelas III Senayang tengah mengirim kode pengukuran ke pihak atas, jika nantinya sudah keluar kode tersebut, maka kapal yang memiliki ukuran GT 6 ke atas akan diukur. (Man).

Editor : Milla

 

BPKAD Gelar Sosialisasi Pengelolaan Hibah dan Bansos Online

Lingga, GK.com – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lingga menggelar sosialisasi terkait pengelolaan Dana Hibah dan bantuan sosial secara online. Kegiatan tersebut di buka langsung oleh Bupati Lingga, Alias Wello di Hotel One, Dabo Singkep, Kamis (2/5/).

Pada kesempata itu, Bupati Lingga, Alias Wello mengatakan bahwa kegiatan ini nantinya akan menjadi tolak ukur terkait pengelolaan keuangan, khususnya Dana Hibah dan Bansos.

“Bagi lembaga, seperti Ormas, LSM dan lainnya, sosialisasi ini akan menjadi tolak ukur untuk pengelolaan keuangan, khususnya Dana Hibah dan Bansos yang lebih transparan lagi kedepannya untuk bisa mendapatkannya,” kata Alias Wello.

Ditempat yang sama, Kepala BPKAD Kabupaten Lingga, Azet mengatakan bahwa diadakannya kegiatan sosialisasi ini merupakan tindak lanjut atas kerjasama dengan sejumlah lembaga dari Kota Bandung untuk peningkatan program berbasis aplikasi dan online.

“Ini tindak lanjut dari kerjasama yang kita tandatangani di Kota Bandung beberapa waktu lalu,” ujarnya.

“Kemudahan yang akan didapatkan melalui bantuan Dana Hibah Bansos secara online ini nantinya setiap lembaga yang mengajukan dana tersebut akan terupdate kedalam aplikasi yang telah di siapkan oleh pemerintah,” terangnya.

Menurut dia, tidak dipungkiri, resiko dalam perguliran dana tersebut. Sehingga sosialisasi yang dilaksanakan sangatlah penting, agar terjadi  kejelasan dari pihak pemerintah dan penerima.

“Harapannya setelah ini, semua mekanisme yang ada kedepannya jelas, tidak lagi muncul cemburu sosial ada yang terima atau ada yang tidak terima”. tutupnya.

Dalam kegiatan itu dihadiri oleh 68 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Ormas yang ada di Kabupaten Lingga, para Lurah dan Camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lingga, serta menghadirkan narasumber dari Kota Bandung yang terlebih dahulu telah melaksanakan bantuan Hibah dan Bansos secara online. (Man).

Editor : Milla

Karangan Bunga Berjejer Didepan Kantor, KPU Kabupaten Lingga Kaget

Lingga, GK.com – Ketua dan Komisioner KPU Kabupaten Lingga, kaget ketika mendapati adanya kiriman karangan bunga secara tiba-tiba oleh sejumlah tokoh masyarakat dan organisasi serta perusahaan di halaman Kantor KPU Lingga, Komplek Perkantoran Pemkab Lingga, Kamis (2/5) pagi.

“Kami cukup terkejut dan kaget bahwa hari ini ada kedatangan karangan bunga yang berasal dari beberapa elemen. Intinya mereka mengucapkan selamat kepada KPU atas terlaksananya Pemilu serentak pada 17 April yang lalu yang telah berjalan Aman, Damai dan Kondusif,” kata Komisioner KPU Lingga, Zulyadin.

Ketua KPU Lingga, Juliati mengaku, selain kaget pihaknya juga terharu dengan kedatangan karangan bunga yang berjejer di depan kantor tersebut.

“Kami apresiasi dan berterimakasih yang sebesar-besarnya, ternyata KPU Lingga banyak dukungan dari luar. Atas kiriman bunga ini, berarti ada perhatian untuk kami dalam penyelenggaran Pemilu,” ucapnya.

Ia menjelaskan, dalam menyelenggarakan Pemilu tersebut, KPU tidak sendirian, melainkan juga ada dukungan dari semua pihak, termasuk masyarakat.

“Kemudian ada juga Pemda, TNI/Polri serta rekan media yang salalu turut andil dalam menciptakan suasana Pemilu yang kondusif,” tambahnya.

Alhamdulillah di Kabupaten Lingga Pemilu berjalan lancar. Namun, kelemahan dan kekurangan pastilah ada, kami minta maaf dan akan kami evaluasi kembali untuk pelaksanaan Pilkada pada 2020 mendatang”. pungkasnya.

Dalam pantauan   media ini, terdapat 9 papan karangan bunga terpajang di depan Kantor KPU Lingga. Tidak menutup kemungkinan jumlah tersebut akan terus bertambah, pasalnya juga terdapat tempat peletakan karangan bunga yang berdiri kosong di lokasi tersebut. (Man).

Editor : Milla

 

SMAN 2 Gelar Jambore Osis Perdana se- Kabupaten Natuna

Natuna, GK.com – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Bunguran Timur menggelar Jambore Osis perdana se- Kabupaten Natuna. Dalam Jambore yang diikuti oleh seluruh pengurus Osis sekitar 150 orang itu di buka mulai pada hari Rabu (01/05), di Aula SMAN 2 Bunguran Timur, Jalan Pattimura Pering, Ranai.

Kepala Sekolah SMAN 2 Bunguran Timur, Ida Susanti menjelaskan bahwa para peserta yang mengikuti Jambore itu berasal dari 7 Sekolah, yakni SMAN 2 Bunguran Timur, SMAN 1 Bunguran Timur, SMAN 1 Bunguran Timur Laut, SMAN 1 Bunguran Tengah, SMAN 2 Bunguran Barat, MAN Ranai, SMKN 1 Bunguran Timur.

Dijelaskan Ida, Jambore ini diisi dengan diskusi bersama beberapa narasumber, yakni Season I menjelaskan tentang pendidikan berkarakter, pemilik masa depan dan pemimpin masa depan, sebagai pemberi materi diisi oleh Kepala Dinas Pendidikan yang diwakili oleh sekretaris Tabrani. Season II yakni tentang generasi cerdas tanpa narkoba dan kenakalan remaja, materi ini disampaikan oleh Kapolres Natuna yang diwakili oleh Kasatres Narkoba AKP Ramlan. Sementara itu, untuk Season III yakni tentang gedget, psikologi anak dan generasi millenial yang disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika diwakili oleh sekretaris Asmara Juana Suhardi.

“Kegiatan ini sebagai bentuk upaya kami untuk meningkatkan minat serta jiwa kepemimpinan bagi para pelajar SLTA, khususnya bagi para pengurus Osis, bagaimana memimpin sebuah organisasi. Serta mampu bersosialisasi dan membangun kegiatan – kegiatan positif di sekolahnya,” terang Ida.

Azmi selaku pembina Osis SMAN 2 Bunguran Timur yang menjadi tuan rumah perhelatan Jambore itu juga turut menyampaikan kegiatan yang berkenaan dengan Hari Pendidikan Nasional.

“Tujuan diadakannya kegiatan Jambore ini adalah untuk meningkatkan silaturrahmi antar sekolah, serta berupaya agar terbentuknya forum Osis se- Kabupaten Natuna. Sedangkan manfaat terbentuk nya forum Osis bagi para anggota nantinya dapat berbagi informasi atau sharing seputar kegiatan Osis disekolahnya masing-masing,” tutur Azmi.

“Dalam kegiatan Jambore Osis yang pertama kali diadakan di Kabupaten Natuna ini, kami selaku penyelenggara berharap agar kegiatan seperti ini kedepannya dapat berkelanjutan di tahun berikutnya”. harap Azmi. (Sai).

Editor : Milla