Kamis, Juni 4, 2026
BerandaKepulauan RiauTanjungpinangHarga Minyak Goreng Tembus Diangka Rp 15.000,-, Masyarakat Menjerit

Harga Minyak Goreng Tembus Diangka Rp 15.000,-, Masyarakat Menjerit

Tanjungpinang, GK.com – Kenaikan harga Minyak Goreng di Kota Tanjungpinang yang cukup tinggi membuat masyarakat menjerit, khususnya bagi para pedagang gorengan yang setiap harinya mengais rezeki dengan menggunakan Minyak Goreng sebagai bahan utama untuk dagangannya, termasuk para pemilik Rumah Makan.

Salah satu Pedagang Gorengan yang berada di simpang Siderejo Km 5 atas, Amin mengatakan, “kenaikkan harga Minyak Goreng yang sudah terjadi dalam satu minggu ini tentunya sangat berimbas bagi kami para pedagang kecil yang setiap harinya mengkais rezeki dari berjualan gorengan. Kebetulan saya menggunakan Minyak Goreng kemasan yang isi 900 ml dari harga semula Rp 12.000,- terus naik ke Rp 13.000,-, dan kini harganya telah mencapai hingga Rp 15.000,-. Tentu ini sangat memberatkan, apalagi di masa Covid ini, cari uang sangatlah susah” katanya.

“Sudah tiga Tahun saya berdagang Gorengan disini, dan saat ini lah yang paling terasa atas dampak kenaikan harga Minyak Goreng, apalagi Minyak Goreng merupakan bahan pokok utama kami sebagai pedagang gorengan. Saat ini kami cuma bisa berharap kepada Pemerintah agar dapat membentu rakyat kecil seperti kami ini, minimal kembalikanlah harga penjualan bahan pokok seperti semula,” keluhnya kepada awak Media ini, Rabu (27/10/2021) sekitar pukul 14.00 Wib di lapak dagangannya.

Ditempat yang berbeda, salah satu Pedagang Rumah Makan serba Rp 12.000 yang berada di Jalan Raja Haji Fisabilillah, Upik juga mengeluhkan hal yang serupa, ” sehari kami menggunakan Minyak Goreng bisa menghabiskan sekitar empat Liter, tentunya dengan kenaikan yang terjadi saat ini, modal yang seharusnya kami dikeluarkan biasanya satu hari sebesar Rp 150.000,-, sekarang bisa menjadi Rp 180.000,-,” jelasnya.

“Saat ini, meskipun harga Minyak Goreng naik, kami tetap menjual makanan di harga Rp 12.000,-, karena tidak mungkin mau kami naikkan harganya, takutnya pelanggan yang biasa makan disini tidak mau kesini lagi,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Seksi Pengolahan Data dan Informasi Perdagangan Kota Tanjungpinang, Azrina saat di konfirmasi oleh awak Media ini melalui via telefon terkait kenaikkan harga Minyak Makan ini menjelaskan, “Crude Palm Oil (CPO) atau biasa di sebut Minyak Kelapa Sawit saat ini mengalami kenaikan. Dan kenaikan ini sifatnya Nasional, bukan hanya di Kota Tanjungpinang saja,” tegasnya.

“Sekarang Minyak Goreng Curah yang biasanya ada di pasar-pasar tradisional juga sudah langka, bahkan bisa jadi sudah tidak ada lagi. Kemungkinan besar di awal Bulan November nanti juga diperkirakan akan naik lagi. Namun kita berharap semoga hal ini tidak akan terjadi, supaya kalangan masyarakat luas tidak terkena dampak yang besar setelah naiknya harga Minyak Goreng ini”. tutupnya. (AZ).

Editor : Milla

Berita Terkait

Berita Populer