Kamis, Februari 12, 2026
BerandaKepulauan RiauKarimunPemkab Karimun Jaga Stabilitas Beras

Pemkab Karimun Jaga Stabilitas Beras

Karimun, GK.com – Pemerintah Kabupaten Karimun memastikan ketersediaan beras di Wilayah Karimun masih dalam kondisi aman. Stok beras yang tersimpan di Gudang Bulog saat ini mencapai sekitar 400 ton, dan dipastikan akan terus dijaga, agar tidak mengalami kekosongan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan ESDM Karimun, Basori, S.Sos., MM mengatakan, Bulog memiliki sistem pergerakan stok yang dinamis. Jika persediaan beras mulai menurun, pasokan baru akan segera didatangkan dari daerah lain.

“Stok beras kita saat ini masih aman. Di gudang Bulog ada sekitar 400 ton, dan kalau berkurang, nanti akan segera digeser lagi pasokannya, baik dari Dumai, maupun Batam. Jadi Gudang Bulog dipastikan tidak sampai kosong, termasuk untuk beras premium,” ujar Basori melalui sambungan Telepon, Rabu (14/01/2026) Pukul 14.25 WIB.

Selain Bulog, pasokan beras di Karimun juga ditopang oleh pelaku usaha swasta dan distributor. Beberapa merek beras yang berasal dari Jakarta turut berperan dalam menjaga ketersediaan beras di pasaran. Pemerintah Daerah pun mendorong para distributor tersebut agar terus memasok beras ke Karimun secara berkelanjutan.

Untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan, Pemkab Karimun secara rutin melakukan pemantauan pasar. Tim khusus diterjunkan setiap hari untuk mengawasi harga serta ketersediaan beras di pasar tradisional maupun modern. Jika ditemukan indikasi kekosongan atau penimbunan, Pemerintah akan segera melakukan pengecekan ke distributor, lalu berkoordinasi dengan Instansi terkait.

“Kami setiap hari memantau harga dan ketersediaan. Kalau ada laporan beras kosong di pasar tertentu, langsung kami cek penyebabnya. Sampai sekarang, hasil pengecekan di lapangan menunjukkan stok masih tersedia dan aman,” tutur Basori.

Ke depan, Pemerintah Daerah juga mendorong penguatan peran Koperasi Merah Putih sebagai pengecer beras di tingkat Kelurahan. Melalui koperasi tersebut, diharapkan rantai distribusi menjadi lebih pendek, sehingga harga beras dapat lebih terjangkau bagi masyarakat.

Selain itu, Pemkab Karimun turut mendukung upaya pengembangan budi daya pangan lokal, termasuk penanaman padi di wilayah tertentu seperti Moro. “Jika dinilai cocok, luas lahan akan dikembangkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat setempat”. tegas Basori. (DP)

Berita Terkait

Berita Populer