Sabtu, April 11, 2026
BerandaAdvetorialAmsakar, Li Claudia Dan Erlita Membatik Bersama

Amsakar, Li Claudia Dan Erlita Membatik Bersama

Batam, GK.com – Digelar selama empat hari, mulai dari tanggal 2 hingga 5 Oktober, dan bertepatan dengan peringatan Hari Batik Nasional, pembukaan Expo Batam Batik Fashion Week (BBFW) 2025 berlangsung meriah di Dataran Engku Putri.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, dan Ketua Dekranasda Batam Erlita Amsakar di hari pertama BBFW 2025 ikut membatik bersama di satu kain.

Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra saat memukul gong. (Dok. Diskominfo Batam)

Pada momen itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menegaskan, pelestarian batik tidak hanya bermakna budaya, tetapi juga bernilai ekonomi. Melalui kreativitas pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) dan UMKM, batik dapat menjadi produk unggulan yang membuka lapangan kerja, sekaligus menggerakkan roda perekonomian rakyat.

“Batik di tangan para pengrajin Batam hadir penuh warna, modern, namun tetap berakar pada tradisi. Dari sini kita ingin tunjukkan, bahwa Batam tidak hanya maju sebagai Kota Industri saja, tetapi juga kaya dengan budaya yang bisa mendunia. Semoga BBFW 2025 menjadi panggung bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar dan meningkatkan kesejahteraan,” ujar Amsakar Achmad, Kamis ((2/10/2025).

Li Claudia dan Erlita Amsakar. (Dok. Diskominfo Batam)

“Saya berharap, momentum BBFW yang digelar bertepatan dengan Hari Batik Nasional ini menjadi dorongan bagi masyarakat, khususnya generasi muda agar bisa semakin mencintai batik, sekaligus mengembangkan potensi kreatif. Kalau budaya kita kuat, ekonomi rakyat pun ikut bergerak. Inilah semangat Batam, modern, namun tetap berpijak pada akar budaya Bangsa,” kata Amsakar Achmad.

Lalu, Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra mengapresiasi terselenggaranya BBFW yang dinilai mampu mengangkat citra Batam sebagai Kota Modern namun tetap berakar pada budaya Bangsa.

Berfoto bersama. (Dok. Diskominfo Batam)

“Batik adalah warisan luhur yang diakui dunia. Melalui tangan kreator Batam, batik tampil penuh warna dan mempresentasikan kota ini yang dinamis, terbuka, dan penuh semangat kolaborasi. Kita berharap kegiatan ini memperkuat ekonomi kreatif, serta membuka peluang pasar lebih luas bagi pelaku IKM dan UMKM,” ucap Li Claudia.

“Penyelenggaraan BBFW bersamaan dengan Hari Batik Nasional ini memiliki makna mendalam. Ini bukan sekadar perayaan, tetapi momentum untuk menguatkan identitas budaya, sekaligus menjadikan Batam semakin dikenal sebagai kota yang menghargai tradisi dan terbuka dengan inovasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Batam, Erlita Amsakar menekankan bahwa rangkaian BBFW tidak hanya menampilkan fashion show batik saja, melainkan juga pameran produk UMKM, hiburan rakyat, serta berbagai kegiatan kreatif lain.

“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Harapan kami, melalui BBFW, produk IKM dan UMKM Batam semakin dikenal, generasi muda semakin cinta budaya, dan batik Batam mampu menembus pasar internasional,” ujar Erlita.

BBFW 2025 diharapkan menjadi wadah kolaborasi antara desainer, pengrajin, pelaku usaha, hingga masyarakat luas, sekaligus memperkuat posisi Batam sebagai kota yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga kaya nilai budaya.

Usai membatik, ketiganya meninjau sejumlah stan pameran Batik Barelang yang tak lain merupakan. batik khas Batam, produk Industri Kecil Menengah (IKM), serta berbagai kreativitas pelaku usaha lokal. (Red)

Berita Terkait

Berita Populer