Batam, GK.com — Sebanyak 19,2 ton kelapa olahan asal Kepulauan Riau kembali menembus pasar Internasional. Produk senilai Rp 512,4 juta itu diekspor dari Batam menuju Malaysia pada akhir pekan lalu. Lebih dari sekadar angka ekspor, keberhasilan ini menyimpan cerita tentang hilirisasi pertanian dan pemberdayaan sosial di baliknya.
Ekspor tersebut dilepas Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui UPT Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Riau. Kepala Barantin Sahat M Panggabean menyatakan bahwa ekspor ini menjadi bukti nyata dari kebijakan hilirisasi yang tengah digalakkan Pemerintah.
“Hari ini kita melepas ekspor kelapa olahan. Ini bentuk nyata dari proses hilirisasi yang harus terus kita tingkatkan. Karantina hadir untuk memastikan produk kita memenuhi standar Negara tujuan,” ungkapnya dalam kunjungan ke Batam, Sabtu (28/6/2025).
Sahat juga menyoroti peran sosial dari kegiatan ekspor ini. Di pabrik pengolahan milik PT Heng Guan yang memfasilitasi pengiriman tersebut, mayoritas tenaga kerja justru berasal dari kalangan ibu rumah tangga.
“Ini menarik. Banyak tempat lain tidak seperti ini. Di sini, ibu-ibu rumah tangga diberdayakan, menjadi bagian dari rantai produksi ekspor. Ini dukungan sosial yang patut diapresiasi,” katanya.
Tembus Lima Benua
Kepala Karantina Kepri Herwintarti menuturkan, tren ekspor kelapa dan produk turunannya dari wilayah Kepri terus menunjukkan pertumbuhan yang menjanjikan. Sepanjang Januari hingga Mei 2025, volume ekspor telah mencapai 1.829 ton, naik 46,9 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Nilainya pun menyentuh Rp 15 miliar.
“Frekuensinya juga naik menjadi 43 kali atau meningkat sekitar 17,3 persen dibanding tahun lalu. Negara tujuan semakin beragam, mulai dari Australia, Jerman, Taiwan, Korea Selatan, hingga Brasil,” jelas Herwintarti.
Adapun daftar Negara tujuan lainnya meliputi Hongkong, Mauritius, Singapura, Selandia Baru, Belanda, Inggris, Polandia, Vietnam, Turki, Thailand, dan Mesir. Menurut Herwintarti, capaian ini menandakan daya saing kelapa Kepri semakin kuat di pasar global.
“Ini bukan sekadar pelepasan kontainer. Ini adalah sumbangsih nyata kelapa sebagai komoditas unggulan Kepri dalam mendongkrak perekonomian daerah,” tuturnya.
Dukungan Pemerintah Daerah
Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura turut hadir dalam pelepasan ekspor di PT Heng Guan. Ia menyampaikan apresiasi atas peran Kota Batam dalam menggerakkan ekonomi ekspor, meskipun kota ini dikenal sebagai kawasan industri.
“Sangat luar biasa. Upaya seperti ini membuka peluang baru bagi wilayah-wilayah perkebunan di Kepri. Ekspor bukan lagi milik satu sektor, tapi sudah menjadi gerakan lintas sektor dan lintas wilayah”. ucapnya.
PT Heng Guan sendiri telah tiga kali menjadi lokasi pelepasan ekspor kelapa dalam beberapa tahun terakhir. Barantin berharap tren positif ini terus berlanjut dan menjadi pemicu tumbuhnya hilirisasi produk pertanian bernilai tambah dari daerah lain di Indonesia. (hdm)

