Jumat, Juli 12, 2024
spot_img

11 Program Prioritas Pemprov Kepri

Kepri GK.comSejumlah usulan proyek prioritas strategis Nasional dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri), telah berhasil diakomodir dalam pembahasan Desk Musrenbangnas Tahun 2022 pada Kamis (12/05/2022) lalu. Terdapat 11 usulan program prioritas Nasional di Provinsi Kepri yang diakomodir dari total sebelumnya berjumlah 28 usulan proyek program prioritas yang diusulkan.

Adapun kesebelas usulan program prioritas yang diakomodir Musrenbangnas Tahun 2022 salah satunya pembangunan jembatan Batam – Bintan (Babin) melanjutkan pembangunan jalan lintas Barat, pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Pulau Bintan, pembangunan bangunan pengendali banjir Batam – Bintan, pembangunan Pelabuhan Samudera Teluk Buton di Kabupaten Natuna, penyediaan air baku DAS Kawal Tahap 2, pemberdayaan dan pembinaan kemitraan usaha sebagai pemasok industri pariwisata, serta pembangunan flyover Simpang Kabil.

Dan ada juga dibidang pendidikan di antaranya jumlah siswa SMK yang tersertifikasi, jumlah tenaga kependidikan yang ditingkatkan kompetensinya, dan tenaga kerja industri yang mendapatkan sertifikat kompetensi.

Diyakini Gubernur Kepri Ansar Ahmad, kesebelas program ini bisa menjadi daya dukung Provinsi Kepulauan Riau terhadap pembangunan Nasional.

“Yang paling utama sekali program pembangunan jembatan Babin yang bertujuan mengurangi kesenjangan kesejahteraan antara Pulau Batam dan Pulau Bintan. Sehingga membutuhkan infrastruktur penghubung yang memadai seperti jembatan,” ucap Ansar Ahmad.

Didirikannya jembatan Babin diharapkan mampu mendukung perkembangan perekonomian, khususnya di sektor industri, pariwisata, perdagangan, pertanian, dan perikanan di kedua pulau. Sekaligus dapat menjadi pemicu berkembangnya kawasan baru di sepanjang koridor jembatan Babin.

“Selain itu, lanjutan pembangunan ruas jalan lintas Barat juga menjadi usulan dari Pemprov Kepri, karena belum adanya ruas jalan yang menguntungkan langsung wilayah utara pulau Bintan di Tanjung Uban dengan wilayah timur Pulau Bintan di Kota Kijang”. jelas Ansar Ahmad.


Selain jembatan Babin, penyelesaian krisis air bersih juga menjadi prioritas dengan membangun SPAM Regional Pulau Bintan. Dengan semakin sering terjadinya krisis air bersih pada musim kemarau, maka dibutuhkannya pasokan air bersih yang lebih untuk memasok kebutuhan masyarakat Pulau Bintan, ditambah lagi meningkatnya aktivitas perekonomian sejalan dengan meningkatnya kebutuhan air bersih. (Ist).

Editor : Milla

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img