Beranda Serba-Serbi Advetorial Penyengat Jadi Percontohan Rumah RJ Wilayah Hukum Kejati Kepri

Penyengat Jadi Percontohan Rumah RJ Wilayah Hukum Kejati Kepri

0
Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad bersama Kajati Kepri Gerry Yasid saat berkunjung ke Pulau Penyengat
Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad bersama Kajati Kepri Gerry Yasid saat berkunjung ke Pulau Penyengat

Kepri, GK.com – Kejaksaan Agung Republik Indonesia (RI) menetapkan Pulau Penyengat sebagai Percontohan Rumah Restorative Justice (RJ) di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau.

Rumah RJ Penyengat dilaunching secara serentak oleh Jaksa Agung Burhanuddin bersama 8 wilayah hukum Kejaksaan Tinggi yaitu Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Banten, Aceh, Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, serta 31 wilayah hukum Kejaksaan Negeri sebagai percontohan se- Indonesia.

Suasana saat berlangsungnya acara
Suasana saat berlangsungnya acara (Ist).

Hadir saat itu langsung dari Balai Adat Pulau Penyengat Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad bersama Kajati Kepri Gerry Yasid, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, jajaran Forkopimda Kepri, Wali Kota Tanjungpinang Hj. Rahma, Plt. Bupati Bintan Roby Kurniawan, Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, jajaran Forkopimda Tanjungpinang dan Bintan, serta para tokoh adat dan masyarakat.

Rumah RJ merupakan sebuah upaya pelembagaan Restorative Justice oleh Kejaksaan RI di seluruh Indonesia. RJ sendiri merupakan prinsip penyelesaian permasalahan dengan perdamaian dan musyawarah.

Prinsip tersebut telah diterapkan oleh kejaksaan dalam penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif yang mengedepankan perdamaian dengan melakukan musyawarah antara pihak tersangka, keluarga tersangka, korban, keluarga korban, dan disaksikan oleh tokoh masyarakat.

Berfoto bersama (Ist)
Berfoto bersama (Ist)

Jaksa Agung RI Burhanuddin dalam sambutannya menyampaikan, konsep keadilan restoratif merupakan suatu konsekuensi logis atas asas “ultimum remedium” yaitu asas pidana merupakan jalan terakhir, sebagai pengejawantahan asas cepat, sederhana, dan biaya ringan.

“Oleh karena itu, penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif dilaksanakan dalam rangka memberikan perlindungan terhadap kepentingan korban, dan kepentingan hukum lainnya. Konsep keadilan restoratif utamanya ditujukan untuk memulihkan perdamaian dan harmoni di dalam masyarakat,” kata Burhanuddin.

Jaksa Agung Burhanuddin juga mempersilakan seluas-luasnya untuk memanfaatkan Rumah RJ untuk kepentingan masyarakat. Jangan hanya terfokus pada pemecahan masalah terhadap hukum pidananya.

“Silakan gunakan teman-teman institusi kami yang ada di daerah guna mendukung kegiatan-kegiatan Pemerintah Daerah. Silakan manfaatkan ini untuk kemaslahatan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menyampaikan bahwa restorative justice merupakan implementasi dari salah satu agenda reformasi Tahun 1998 yaitu, reformasi di bidang hukum. Menurutnya Kampung RJ ini spektrumnya jauh lebih luas.

“Karena kita juga mendidik dan mengedukasi masyarakat bagaimana memiliki sikap saling memaafkan, saling peduli, dan saling memahami. Karena wujud hukum sesungguhnya adalah dari, oleh dan untuk rakyat. Maka Rumah RJ ini wajib menjadi tanggung jawab kami semua di Daerah” ucap Ansar Ahmad.

Dikesempatan yang sama, Kajati Kepri Gerry Yasid melaporkan di seluruh Kabupaten/Kota yang ada di Kepri menjadi wilayah hukum Kejati Kepri telah terbentuk 5 Rumah RJ yang telah dilaunching pada beberapa hari yang lalu.

“Kemudian terhadap perkara Restorative Justice yang terselesaikan dalam tahun 2020 sampai 2022 adalah sebanyak lebih kurang 11 perkara”. terang Gerry.

Usai acara, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad bersama hadirin meninjau Rumah RJ Penyengat yang diberi nama Rumah Perdamaian Adhyaksa “Raja Haji Abdullah Al-Khalidi” yang berlokasi di samping Balai Adat Pulau Penyengat.

Rumah RJ Penyengat dilaunching secara virtual oleh Jaksa Agung RI Sanitiar Burhanuddin pada Rabu (16/03/2022). (Ron).

Editor : Milla