Batam, GK.com – BP Batam terus berkomitmen menawarkan untuk investor agar bisa masuk ke sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT). Sebagaimana diketahui, Batam menjadi daya tarik bagi perusahaan energi terbarukan, karena memiliki industri sebagai konsumen. Dan saat ini peluang tersebut masih terbuka lebar bagi para investor, baik untuk domestik, maupun asing.
Kemudian, memiliki jaringan distribusi energi ke Pulau Bintan, yang juga masuk dalam daerah Free Trade Zone (FTZ) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), serta potensi kebutuhan energi terbarukan di Negara terdekat Singapura.
Saat ini, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi juga aktif mendatangi dan membangun komunikasi dengan pihak-pihak yang berpotensi menjadi investor untuk mendukung perekonomian di Batam.
“Perlahan namun pasti, kawasan Batam mulai menata diri menjadi kota yang semakin ramah untuk berinvestasi,” ungkap Rudi, Kamis (10/03/2022).
Atas kebutuhan energi saat ini dan kedepannya, BP Batam juga telah menandatangi Nota Kesepahaman (MoU) dengan 2 buah perusahaan dalam dan luar Negeri pada Tahun 2021 lalu.
Dijelaskan Kepala Biro Humas, Promosi, dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, BP Batam telah menyiapkan Batam dalam memasuki era baru energi ramah lingkungan ini.
“Kita akan mendorong tercapainya target penggunaan energi terbarukan sejalan dengan program Pemerintah untuk pembangunan yang berkelanjutan,” ucap Ariastuty.
“Nota Kesepahaman yang dilakukan sebelumnya itu belum mengikat, itu berarti masih memungkinkan bilamana ada perusahaan lain yang serius untuk berinvestasi energi terbarukan,” tuturnya.
“Kita juga akan memberikan kemudahan akses penelitian atau kajian maupun perizinan dalam pembangunan PLTS terapung tersebut, sebagai upaya untuk memajukan investasi di Batam. Batam memiliki 7 Waduk yang dapat dimanfaatkan yang berada dibawah naungan BP Batam,” jelasnya.
“Saat ini, BP Batam juga sangat terbuka dalam mendengarkan berbagai penawaran investasi energi terbarukan ini dari para calon investor manapun. Mari kita bersinergi membangun Batam melalui investasi energi terbarukan untuk masa depan yang lebih baik lagi kedepannya”. tutup Ariastuty. (Ist/Red).
Editor : Milla

