Beranda Kepulauan Riau Batam Berikut Poin Penting Walikota Batam Dalam Ranperda RPMJD 2021-2026

Berikut Poin Penting Walikota Batam Dalam Ranperda RPMJD 2021-2026

50
0

Batam, GK.com – Secara virtual, Wakil Ketua lll Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam, Ahmad Surya memimpin Rapat Paripurna tentang pandangan umum Fraksi atas Renperda Rancangan Pembangunan Jangka Menengah (RPJMD) Kota Batam Tahun 2021-2026 di Ruang Sidang Utama Gedung DPRD Kota Batam, Senin (02/08/21).

Rapat tersebut turut dihadiri oleh Walikota Batam Muhammad Rudi, pada kesempatan itu Dirinya menjawab pandangan umum Fraksi-Fraksi terhadap Ranperda RPJMD Kota Batam tahun 2021-2026 perihal kemiskinan, gini rasio dan pemerataan infrastruktur wilayah yang sudah menjadi prioritas Rudi dan Amsakar Achmad.

“Hal itu dapat dilihat dalam misi 1, 3 dan 4. Untuk gini rasio dalam misi 1 telah dituangkan melalui 4 sasaran dan 6 strategi, sedangkan untuk angka kemiskinan telah dituangkan dalam misi 3 melalui 3 sasaran dan 5 strategi. Lalu, untuk pemerataan infrastruktur wilayah yang tidak merata telah dituangkan dalam misi 4 melalui 3 sasaran dan 3 strategi. Hal ini sekaligus menanggapi pemandangan umum dari Fraksi Partai Golkar dan Fraksi PKB,” ujarnya.

Kemudian, perihal strategi yang dilakukan Pemerintah Kota Batam dalam kondisi pandemi Covid-19 untuk sektor perdagangan, pariwisata dan realisasi investasi dalam peningkatan ekonomi Kota Batam adalah memberi kemudahan perizinan, penguatan UMKM dan industri, dan relaksasi pajak daerah, serta insentif kepada UMKM terdampak Covid-19.

“Dalam hal pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM), kami sangat sependapat, menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Kota Batam, komitmen pengembangan SDM itu sudah kami tuangkan dalam misi 3 melalui 8 sasaran dan 17 strategi. Ini sekaligus menjawab pemandangan umum dari Fraksi Gerindra,” kata Rudi.

Kemudian, Dirinya juga menjawab pandagan Fraksi Partai Hanura, Nasdem, dan Golkar dengan mengatakan pihaknya telah mengikuti mekanisme yang berlaku, sehingga membutuhkan bantuan dukungan dari DPRD Kota Batam.

“Terutama dalam upaya pemasukan, peluang dan tantangan dalam 5 Tahun ke depan yang telah dituangkan dalam dokumen Ranperda RPJMD Kota Batam serta pembangunan jembatan Batam-Bintan (BABIN). Saat ini sedang dilakukan juga revisi desain oleh Pemerintah Pusat, Dimana dalam pembangunan jembatan tersebut di rencanakan dengan dilakukannya skema kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) di wilayah Kota Batam,” tutur Rudi.

Terkait isu strategis yang menjadi perhatian Fraksi PKS, Rudi menjelaskan bahwa telah diakomodir dalam Ranperda RPJMD Kota Batam Tahun 2021-2026.

“Terkait metode Business AS Usual tidak dijadikan sebagai pendekatan dalam pembangunan lima tahun kedepan, karena metode ini adalah metode biasa, tidak extra ordinary (luar biasa). Maka dari pada itu, untuk lima tahun ke depan kita sudah harus menggunakan pendekatan metode Build Back Better (membangun lebih baik),” jelas Rudi.

Dalam menjawab pandangan Fraksi PAN, Ia menuturkan prinsip pihaknya sangat sependapat terhadap relevansi prioritas di IPD harus paralel dengan prioritas di RPJMD.

“Terkait analisis keuangan Daerah dalam Ranperda RPJMD sudah dilakukan sesuai dengan amanat dari Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 86 Tahun 2017, dalam penyusunan RPJMD kami sangat sependapat dengan pandangan yang disampaikan. Dimana dalam penyusunan RPJMD harus menggunakan data yang valid dan melihat tren 5 Tahun terakhir, sehingga dapat diketahui permasalahan pembangunan dengan tepat,” jawab Rudi lagi.

Lalu, Rudi juga menjawab pandangan Fraksi Partai Demokrat dan PSI terkait sistem pendidikan yang berbasis informasi dan teknologi serta peningkatan SDM, Rudi mengaku saat ini pihaknya pada dasarnya sepakat dengan saran dan masukan yang disampaikan oleh Fraksi Demokrat dan PSI.

“Kami juga sangat mendukung pemberdayaan pendidikan bagi Sekolah Swasta dengan memberi ruang yang seluas-luasnya agar dapat berpartisipasi dalam pendidikan untuk menjawab permasalahan peningkatan daya tampung Sekolah, sarana prasarana Pendidikan dan ketersediaan tenaga pendidik berbasis kompetensi dan sertifikasi,” ucap Rudi.

Terkait pemulihan ekonomi, Rudi menuturkan bahwa hal itu sudah menjadi perhatian dari Pemko Batam dan sudah dituangkan dalam misi RPJMD, kemudian dalam hal ketersediaan pangan, pihaknya menyadari bahwa pasokan dari dalam Kota Batam tidak dapat memenuhi kebutuhan penduduk Kota Batam, sehingga harus didatangkan dari luar Kota Batam.

“Kami sangat mendukung saran yang disampaikan dalam pemandangan tersebut, agar memberikan peningkatan pada pembinaan dan edukasi kepada petani lokal. Disamping itu pula telah dialokasikan peruntukan ruang untuk para petani agar bisa leluasa bercocok tanam di tingkat RT dan RW di Kota Batam pada Tahun 2021-2041,” ungkap Rudi.

“Pada prinsipnya, prioritas pembangunan sesuai dengan visi RPJMD Kota Batam yaitu, terwujudnya Batam sebagai Bandar Dunia Madani yang modern dan sejahtera. Pemaknaan visi ini telah dituangkan dalam Bab 5 RPJMD Kota Batam”. tutup Muhammad Rudi. (*).

Editor : Dina