Beranda Hukrim Lurah Tanjungpinang Kota Dan Guru Ngaji Resmi Jadi Tersangka Pencabulan

Lurah Tanjungpinang Kota Dan Guru Ngaji Resmi Jadi Tersangka Pencabulan

274
0

Tanjungpinang, GK.com – Penyidik Satreskrim Polres Tanjungpinang akhirnya menetapkan seorang oknum Lurah dan oknum Guru Ngaji sebagai tersangka atas tindak pidana pencabulan anak dibawah umur yang dilaporkan oleh keluarga korban pada Rabu 26 Mei 2021 kemarin.

Kapolres Tanjungpinang AKBP Fernando mengatakan, adapun inisial oknum Lurah tersebut adalah Er (40), dan oknum Guru Ngaji di salah satu Sekolah Dasar di Tanjungpinang berinisial RZI (31).

“Oknum Lurah dan Guru Ngaji ini sudah ditetapkan sebagai tersangka persetubuhan dibawah umur,” terang Fernando saat menggelar konferensi Pers di Mapolres Tanjungpinang, Sabtu (29/5).

Saat itu, Fernando menjelaskan bahwa, kedua tersangka tersebut melakukan tindakan persetubuhan terhadap korban berinisial NA umur 13 tahun. Dan Berdasarkan keterangan korban, ER sudah mencabuli korban sebanyak 15 kali sejak 2020 hingga tahun 2021 ini. Kejadian yang dialami korban ini terungkap ketika ada kecurigaan dari keluarga NA. Pasalnya, oknum Lurah dan korban terlihat saling dekat sehingga keluarga memastikan hubungan itu ke korban.

“Sedangkan oknum Guru Ngaji melakukan aksi itu satu kali di rumah pribadinya pada Oktober 2019 lalu. Lurah sama korban ini masih ada hubungan keluarga dan melakukan aksi bejatnya itu juga di rumahnya,” jelas Fernando.

Atas perbuatan kedua tersangka, Penyidik Satreskrim Tanjungpinang menjerat mereka dengan pasal 82 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman minimal 5 tahun maksimal 15 tahun.

Kemudian Fernando juga menambahkan bahwa, ada dugaan Oknum Lurah juga melakukan tindakan yang sama terhadap anak umur 11 tahun. Namun, pihaknya masih melakukan proses lanjutan.

“Jadi, kami belum bisa sebutkan identitas korban, kami akan sampaikan ke teman-teman Media nanti. Ada juga dugaan seorang karyawan toko di Tanjungpinang melakukan tindakan pencabulan terhadap NA. Namun, kami belum melakukan pemeriksaan terhadap pekerja toko itu, sebab pekerja toko itu sedang sakit, yang saat ini sedang dirawat di salah satu rumah sakit,” sebut Fernando.

Sementara itu, tersangka Lurah Tanjungpinang Kota tersebut mengakui perbuatan bejatnya terhadap NA yang dilakukannya sebanyak 4 kali.
“Saya Lurah Tanjungpinang Kota. Saya mohon maaf kepada keluarga korban. Saya salah, saya tobat”. tukasnya. (MQ).

Editor : Dina