Beranda Kepulauan Riau Karimun Sepi Penumpang Akibat Terdampak Covid-19, Sopir Angkot Harapkan Perhatian Pemerintah

Sepi Penumpang Akibat Terdampak Covid-19, Sopir Angkot Harapkan Perhatian Pemerintah

402
0
Angkutan Umum

Karimun, GK.com – Sejumlah Sopir Angkot di Kabupaten Karimun yang ditemui Awak Media ini mengeluhkan sepinya penumpang di tengah pandemi Covid-19. Tak jarang para Sopir hanya mengangkut satu hingga empat penumpang saja.

Anasrul (54), salah seorang Sopir Angkot jurusan Tebing-Balai mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir pendapatannya turun drastis akibat kurangnya minat masyarakat menggunakan jasa angkot.

“Selama pandemi ini pendapatan saya semakin turun drastis, satu hari saja bisa kadang dapat uang Rp 100 ribu, terkadang sepi total. Mungkin masyarakat masih agak was-was menggunakan jasa angkot ditengah pandemi saat ini,” ungkapnya, Sabtu (14/11) di sekitar Area Pasar PN.

mengenai tarif, dirinya mengaku tidak menaikkan harga kepada setiap penumpang, masih tetap normal di angka Rp 5.000,-.

“Tidak ada kenaikan atau penurunan tarif, masih tetap di harga normal yang berkisar Rp 5.000,- untuk penumpang dewasa dan anak-anak masih tetap Rp 2.000,-” jelasnya.

Untuk posisi tempat duduk penumpang, dirinya juga menjelaskan sudah menerapkan sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Pemerintah, yaitu penyesuaian tempat duduk agar tidak berdekatan dan tetap menjaga jarak.

Anasrul menyebutkan bahwa dirinya pernah menerima bantuan dari Pemerintah Daerah berupa uang tunai sebesar Rp 600 ribu, namun hanya berlangsung selama tiga bulan saja.

“Bantuan dari Pemerintah berupa uang tunai sebesar Rp 600 Ribu itu hanya berselang tiga bulan saja, selepas itu tidak ada lagi bantuan sampai sekarang,” keluhnya.

Kedepannya Anasrul berharap agar Pemerintah Daerah dapat lebih memperhatikan para nasib Sopir Angkot disaat masa pandemi seperti ini.

“Kami berharap kepada Pemerintah Daerah dapat lebih memperhatikan nasib para Sopir Angkot dimasa seperti ini, serta kita sama-sama berharap wabah ini cepat selesai agar dapat beraktivitas seperti normal kembali”. tutupnya. (RC).

Editor : Febri