Beranda Kepulauan Riau Tanjungpinang Ketua LSM Wasi Menilai Ucapan Ketua DPRD Tanjungpinang Tidak Berkaca Pada Kondisi...

Ketua LSM Wasi Menilai Ucapan Ketua DPRD Tanjungpinang Tidak Berkaca Pada Kondisi Dan Situasi

298
0
Ketua LSM WASI, Rajikun, S.Sos

Tanjungpinang, GK.com – Ketua LSM Wahana Sosial Indonesia (Wasi), Rajikun, S.Sos kembali angkat bicara terkait ucapan Ketua DPRD Kota Tanjungpinang, Yuniarni Pustoko Weni yang meminta agar Kepala Daerah untuk memberhentikan Dirut Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Tanjungpinang.

Sebelumnya, berdasarkan pemberitaan yang beredar, Weni menyebutkan bahwa hasil kerja Dirut BUMD selama menjabat tidak mencapai 60%, sehingga dirinya meminta agar Plt Wali Kota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP yang merupakan pemegang saham agar mencopot Dirut BUMD tersebut.

Terkait hal itu, Ketua LSM Wahana Sosial Indonesiasi (Wasi), Rajikun menilai bahwa, tidak sepantasnya sebagai seorang Wakil Rakyat untuk berbicara dengan sesuka hati tanpa menilai kondisi dan situasi yang sedang terjadi.

“Sebaiknya seorang Dewan memikirkan sesuatu yang lebih luas untuk kepentingan masyarakat umum, lebih baik dalam berkata maupun membuat kebijakan, hal ini menimbang atas kondisi yang sedang terjadi. Terlebih lagi saat ini sedang masa pandemic Covid-19 yang menyebabkan banyak sesuatu terhambat,” tutur Rajikun kepada Media ini, Rabu (8/7) melalui via Handphon.

“Jangan semena-mena mengeluarkan pendapat, gagasan ataupun usulan, apalagi membuat sesuatu menjadi lebih kacau, alangkah lebih baiknya jika seorang Dewan memikirkan solusi atas permasalahan yang terjadi,” lanjutnya.

Disampaikan Rajikun, mestinya anggota dewan berpikir dan menimbang hal-hal lain sebelum berbicara di depan publik, yang artinya melihat situasi dan keadaan.

“Lebih baik bertanya dulu kepada yang bersangkutan, apa kendala atau halangan sehingga program hingga saat ini belum berjalan. Tentu ada sebabnya, dan tidak mungkin seorang pemimpin tidak memiliki program. Karena sebelum dilantik, tentunya Ia melewati berbagai test,” ujarnya.

“Jangan mentang-mentang punya jabatan, lalu gampang ngomong main pecat, lebih pas ucapan itu dilontarkan kepada para pemimpin yang suka selingkuh, narkoba dan korupsi”. tegasnya. (Red).

Editor : Febri