Beranda Kepulauan Riau Tanjungpinang Bioremidiasi Diharapkan Mampu Tuntaskan Pencemarah Lingkungan di Bintan

Bioremidiasi Diharapkan Mampu Tuntaskan Pencemarah Lingkungan di Bintan

119
0

Tanjungpinang, GK.com – Membahas permasalahan terkait pencemaran lingkungan, tampaknya tidak ada habis-habisnya, terlebih lagi jika dikaitkan dengan dampak yang berimbas kepada pencemaran lingkungan dan bagi perekonomian di suatu Daerah, seperti halnya yang terjadi di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Pencemaran laut yang terus terjadi akibat sampah, limbah dan minyak ini sangat berdampak kepada perekonomian, khususnya bagi mata pencaharian Nelayan dan Perusahaan Resort.

Hal inilah yang menggerakkan para Peneliti untuk melakukan penelitian terkait pencemaran tersebut.

“Selama ini kita tau bahwa laut sudah tercemar, karena itulah kini kami Peneliti dari Umrah mencoba melakukan penelitian untuk memecahkan masalah pencemaran tersebut,” ujar Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang, Syafsir Akhlus, saat ditemui Media ini usai acara Diseminasi Hasil Penelitian Dampak Tumpahan Minyak Terhadap Ekonomi Wisata, di Hotel Aston Tanjungpinang, Rabu (5/2) sekitar pukul 10.00 Wib.

“Kita tentu berharap, agar kedepannya Pemerintah mampu mengambil keputusan yang bersifat antisipatif berdasarkan data data yang telah kami sampaikan, karena hingga saat ini efek dari pencemaran limbah dan minyak belum termasuk dalam skala mematikan, namun dampak dari pencemaran itu sangatlaj terasa dibidang perekonomian, seperti hasil tangkapan ikan para Nelayan atau bagi Wisatawan Resort yang berkurang,” terangnya.

 

Baca : http://gerbangkepri.com/2019/12/06/puluhan-nelayan-karimun-menolak-aktivitas-pt-timah/

 

Sementara itu, seorang Peneliti di bidang pencemaran laut dan bioremediasi, Dr. Agung Dharma Syakti menyampaikan bahwa, akan membuat tempat pengolahan limbah yang disebut teknologi bioremidiasi.

“Sebagai salah satu sarana mengurangi limbah, kita membuat tempat Pengolahan limbah, saat ini teknologinya sudah ada, namanya bioremidiasi yang bisa mengurai limbah dengan menggunakan bakteri.” pungkasnya. (Mis).

Editor : Febri