Senin, Mei 4, 2026
Beranda blog Halaman 23

Sistem Berbasis Android, AM MAN Tanjungpinang Berjalan Lancar

Siswa AM MAN Tanjungpinang saat melaksanakan ujian. (Foto gerbangkepri.com/Kafyan)

Tanjungpinang, GK.com – Pelaksanaan Asesmen Madrasah (AM) Tahun 2025/2026 di MAN Tanjungpinang berlangsung lancar dengan memanfaatkan sistem berbasis Android. Ujian ini menggunakan aplikasi khusus berupa exam browser yang dirancang untuk mendukung proses asesmen secara aman dan tertib.

Ketua kegiatan yang juga selaku Wakil Kepala Bidang Kurikulum MAN Tanjungpinang, Omet Rasyidi M, S.Pd., M.Pd., Gr menyampaikan bahwa pihak Sekolah telah melakukan berbagai persiapan guna menunjang kelancaran pelaksanaan.

Ia menjelaskan, Sekolah menyiapkan fasilitas pendukung seperti perangkat Android serta laptop bagi siswa yang perangkatnya tidak kompatibel dengan aplikasi ujian, termasuk kelengkapan administrasi.

“Pelaksanaan Asesmen Madrasah di MAN Tanjungpinang berbasis Android menggunakan aplikasi exam browser khusus untuk ujian,” ujarnya di Ruang Tamu, Selasa (07/04/2026) pukul 12.08 WIB.

Adapun jumlah peserta asesmen tahun ini tercatat sebanyak 143 siswa. Hingga saat ini, proses ujian berlangsung lancar tanpa hambatan berarti.

“Kendala terdapat pada perangkat Android siswa yang tidak kompatibel, sehingga dialihkan menggunakan laptop sekolah,” jelasnya.

Ditambahkannya, aplikasi yang digunakan memiliki sistem pengamanan yang memastikan peserta tetap berada dalam mode ujian hingga waktu berakhir dan tidak dapat membuka aplikasi lain selama proses berlangsung.

“Harapannya, siswa mampu melatih kejujuran dan percaya diri, serta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh, baik di dunia kerja maupun dalam kehidupan bermasyarakat”. tutupnya. (KF)

Editor: Endang

TKA Diharapkan Bisa Meningkatkan Kualitas Belajar Siswa

Kepala SMP Negeri 16 Tanjungpinang, Dewi Wiswanti, S.Pd. (Foto gerbangkepri.com/Hasbiadi)

Tanjungpinang, GK.com — Pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (TKA) untuk jenjang SMP tahun ini menjadi momen perdana yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Di SMP Negeri 16 Tanjungpinang, kegiatan ini menjadi langkah awal dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan Nasional.

Kepala SMP Negeri 16 Tanjungpinang, Dewi Wiswanti, S.Pd menyampaikan bahwa pelaksanaan TKA tidak hanya berfungsi sebagai ujian semata, tetapi juga memiliki peran penting dalam dunia pendidikan.

“Tujuan pertama tentu untuk tes akademik, yaitu menilai kemampuan siswa. Kedua, sebagai pertimbangan bagi siswa untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dan yang ketiga, sebagai bahan evaluasi bagi guru dalam melihat metode pembelajaran yang telah diterapkan,” ujarnya saat diwawancarai.

Ia menambahkan bahwa TKA juga mencakup survei lingkungan belajar yang memberikan gambaran menyeluruh terhadap proses pendidikan di Sekolah.

“Di dalamnya juga terdapat survei lingkungan belajar, sehingga guru bisa mengevaluasi metode mengajar serta kondisi belajar siswa,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, TKA tahun ini merupakan program baru yang diterapkan secara Nasional oleh Pemerintah Pusat. Ujian ini difokuskan pada penguatan kompetensi dasar siswa melalui mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika, serta dilengkapi dengan survei lingkungan belajar.

Pelaksanaan ujian dijadwalkan berlangsung selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis. Dengan jumlah peserta yang cukup banyak, pihak Sekolah membagi pelaksanaan menjadi beberapa sesi agar berjalan tertib dan kondusif.

“Untuk kelas IX, terdapat sekitar 145 siswa yang mengikuti ujian. Pelaksanaan dibagi menjadi empat sesi menyesuaikan dengan jumlah peserta dan fasilitas yang tersedia,” terangnya.

“Kita berharap TKA dapat mendorong peningkatan kualitas belajar siswa, sekaligus mempersiapkan mereka menghadapi perkembangan zaman. Anak-anak bisa lebih maju dalam belajar, meningkatkan kemampuan diri, serta lebih melek terhadap digitalisasi. Dengan begitu, cita-cita menuju Indonesia Emas dapat tercapai”. katanya, Selasa (07/04/2026) Pukul 10.30 WIB. (HB)

Editor: Endang

Ketua DPRD Batam: Reses Sebagai Jembatan Utama Antara Masyarakat Dan Legislatif

Jurnalis gerbangkepri.com saat mewawancarai Ketua DPRD Batam, Haji Muhammad Kamaluddin. (Foto gerbangkepri.com/Kafyan)

Batam, GK.com – Pada reses Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026 yang berlangsung selama sepekan, yaitu dari tanggal 31 Maret hingga 7 April 2026, ini menjadi momen penting bagi para wakil rakyat untuk kembali ke Daerah Pemilihan (Dapil) masing-masing.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Batam yang turun langsung ke tengah masyarakat, menyapa warga sekaligus mendengar keluh kesah mereka dalam kegiatan tersebut.

Tak sekadar formalitas, Reses menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan, mulai dari infrastruktur, layanan publik, hingga kebutuhan sosial lainnya.

Ketua DPRD Kota Batam, Haji Muhammad Kamaluddin mengatakan, Reses merupakan jembatan utama antara masyarakat dan Lembaga Legislatif.

“Melalui kegiatan ini, kita mendengar langsung suara rakyat tanpa sekat. Kita juga ingin memastikan setiap aspirasi, keluhan, dan usulan pembangunan dapat terakomodir dengan baik,” ucap Kamaluddin.

“Ada yang berharap perbaikan jalan lingkungan, peningkatan drainase untuk mengatasi banjir, hingga perhatian pada fasilitas pendidikan dan kesehatan. Semua masukan tersebut dicatat sebagai bahan penting bagi anggota dewan. Dan hasil dari Reses nantinya tidak berhenti sebagai catatan semata. Seluruh aspirasi akan dibawa kembali ke DPRD Kota Batam untuk dibahas dan diperjuangkan dalam bentuk pokok-pokok pikiran (pokir) DPRD,” papar Kamaluddin.

“Usulan dari masyarakat di dapil masing-masing ini akan diperjuangkan anggota dewan baik melalui program pembangunan di OPD maupun melalui pokir anggota dewan. Melalui reses ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara DPRD dan masyarakat”. tutur Kamaluddin. (Rd)

Editor: Milla

72 Siswa Keracunan, Anggota DPR Desak SPPG Tutup Permanen

Salah satu menu MBG. (Foto google)

Jakarta, GK.com – Buntut dari insiden 72 siswa yang mengalami keracunan pada Kamis (02/04/2026), WAKIL Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Charles Honoris mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menutup permanen Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pondok Kelapa 2, Jakarta Timur.

“Mengingat peristiwa ini menyangkut keselamatan dan kesehatan masyarakat, khususnya pada anak-anak sebagai penerima manfaat program, kami menegaskan bahwa setiap SPPG yang terbukti menyebabkan keracunan pangan harus ditutup secara permanen dan dicabut izin operasionalnya, tanpa pengecualian. Sanksi BGN berupa penghentian operasional dapur secara sementara saja tidaklah cukup,” kata Charles Honoris.

“DPR menilai kelalaian itu harus dibayar dengan sanksi terberat, agar menjadi peringatan bagi SPPG lain untuk tidak bermain-main dengan keselamatan,” tambahnya.

Menurut Charles Honoris dalam keterangan tertulis nya pada Senin, (06/04/2026), dikutib dari Tempo, penutupan permanen adalah bentuk pertanggungjawaban moral, sekaligus instrumen efek jera agar seluruh pengelola SPPG bisa mematuhi standar keamanan pangan secara disiplin dan konsisten. Apalagi, lanjut Charles, temuan BGN menyebutkan bahwa kondisi dapur Pondok Kelapa 2 yakni tata letak dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL)-nya belum memenuhi standar.

“Insiden keracunan di Pondok Kelapa ini merupakan bukti nyata kegagalan dalam penerapan standar keamanan pangan, higiene sanitasi, serta pengawasan mutu (quality control) secara ketat dan konsisten,” kata Charles Honoris.

“Kita berharap BGN dapat segera melakukan audit secara menyeluruh terhadap seluruh rantai pasok, mulai dari pengadaan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi makanan, serta memastikan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) di semua titik MBG,” sarannya.

“Insiden ini tidak boleh dianggap sebagai kasus terisolasi, melainkan alarm serius untuk mengevaluasi sistem seleksi dan pengawasan mitra pelaksana”. pesan Charles. (Red/*)

Editor: Milla

Reward Untuk Perusahaan yang Fasilitasi Peserta MagangHub Kantongi Sertifikasi Kompetensi

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli. (Foto Biro Humas Kemnaker)

Jakarta, GK.com — Reward dan prioritas program bagi perusahaan yang memfasilitasi sertifikasi kompetensi peserta Magang Nasional (MagangHub) di siapkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah dalam memastikan program pemagangan tidak berhenti sebagai pengalaman kerja semata, tetapi benar-benar menjadi jalan bagi peserta untuk memperoleh pengakuan kompetensi yang dibutuhkan saat masuk ke dunia kerja.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam keterangan siaran pers Biro Humas Kemnaker, Senin (06/04/2026) melalui email yang dikirimkan ke Redaksi ini menegaskan, penguatan pemagangan yang terintegrasi dengan sertifikasi kompetensi merupakan strategi penting untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Menurutnya, peserta magang perlu dibekali pengalaman kerja, sekaligus bukti kompetensi yang terstandar agar lebih siap bersaing dan lebih mudah dikenali kebutuhannya oleh dunia industri.

“Kami ingin memastikan program pemagangan tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga menghasilkan tenaga kerja yang kompeten dan memiliki pengakuan resmi melalui sertifikasi kompetensi yang diterbitkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” kata Yassierli.

Ia menilai, dunia usaha memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja siap pakai. Karena itu, keterlibatan aktif perusahaan dalam memfasilitasi sertifikasi peserta magang menjadi nilai tambah yang akan terus diperkuat Pemerintah melalui reward dan prioritas program.

Sejalan dengan itu, Direktur Jenderal Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kemnaker Darmawansyah menyatakan, langkah ini juga bertujuan memastikan peserta magang memperoleh standar kompetensi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan industri. Dengan begitu, hasil pemagangan tidak hanya dirasakan saat program berlangsung, tetapi juga memberi manfaat jangka lebih panjang bagi peserta ketika mencari pekerjaan atau memasuki proses rekrutmen.

“Kami sangat mengapresiasi perusahaan yang memfasilitasi sertifikasi bagi peserta magang. Ini penting agar peserta memiliki bukti kompetensi yang terstandar dan diakui dunia industri,” ucap Darmawansyah.

“Perusahaan yang mendukung sertifikasi kompetensi akan diprioritaskan dalam program pemagangan ke depan, serta memperoleh akses yang lebih luas terhadap berbagai layanan dan program strategis ketenagakerjaan. Langkah ini diharapkan menciptakan hubungan yang saling menguatkan antara Pemerintah, dunia usaha, dan peserta magang, sehingga pemagangan benar-benar menghasilkan manfaat yang terukur,” tutur Darmawansyah.

Saat ini, program pemagangan Nasional diikuti sekitar 100 ribu peserta yang tersebar di berbagai Perusahaan, Kementerian, dan Lembaga. Pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Untuk Batch I, sebanyak 14.952 peserta dijadwalkan menyelesaikan masa pemagangan pada 19 April 2026 mendatang.

Sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi peserta, Kemnaker juga memastikan setiap peserta memperoleh dokumen sesuai durasi keikutsertaannya. Peserta yang menyelesaikan program selama 6 bulan akan mendapatkan sertifikat magang, sedangkan peserta yang mengikuti lebih dari 3 bulan namun kurang dari 6 bulan akan memperoleh surat keterangan. Bagi peserta, dokumen ini penting sebagai bekal awal untuk menunjukkan pengalaman dan kesiapan kerja secara lebih meyakinkan.

“Hal ini menjadi bekal penting bagi peserta magang untuk benar-benar siap masuk ke dunia kerja”. tegasnya.

Ke depan, Kemnaker akan terus memperluas akses sertifikasi kompetensi melalui penguatan kerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan mitra industri di berbagai sektor. Melalui langkah ini, Kemnaker menargetkan pemagangan tidak hanya membuka kesempatan belajar di tempat kerja, tetapi juga melahirkan tenaga kerja yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing tinggi. (Red/*)

Editor: Milla

Perpisahan SMA Negeri 1 Tanjungpinang, Momentum Penuh Makna Menuju Generasi Unggul

SMAN 1 Tanjungpinang saat menggelar perpisahan. (Foto gerbangkepri.com/Hasbiadi)

Tanjungpinang, GK.com – Suasana haru dan penuh kebersamaan mewarnai acara perpisahan siswa Kelas XII SMA Negeri 1 Tanjungpinang yang digelar dengan meriah dan penuh kreativitas oleh para siswa di Hotel CK Tanjungpinang.

Ketua panitia sekaligus mewakili siswa, Raka Andika Pratama menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh angkatan yang telah berkontribusi dalam mensukseskan acara tersebut. Ia juga menekankan bahwa kebersamaan yang terjalin tidak lepas dari berbagai tantangan yang telah di lalui bersama.

“Kita bisa berada di posisi malam ini karena telah melewati banyak tantangan dan halangan sebelumnya,” ujar Andika Pratama pada Senin (06/04/2026) Pukul 20.30 WIB.

Dari pihak orang tua, sekaligus perwakilan dari orang tua siswa, Diana menyampaikan apresiasi atas dukungan Sekolah yang telah memungkinkan terselenggaranya kegiatan ini dengan baik. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan acara berlangsung.

Sementara itu, Ketua Komite sekolah, Abdullah, S.Sos menegaskan bahwa perpisahan bukan sekadar seremoni, melainkan sebagai momen penting dalam perjalanan hidup siswa.

“Ini adalah titik transisi menuju fase kehidupan yang lebih menantang dan menuntut kedewasaan,” katanya.

Lalu, Kepala SMAN 1 Tanjungpinang Drs. Kariadi turut memberikan apresiasi atas kreativitas siswa dalam menyelenggarakan acara tersebut.

Ia menilai kegiatan ini sebagai bagian dari proses pembelajaran yang berharga.

“Kami memberikan ruang kepada siswa untuk berkreasi, karena ini merupakan pengalaman yang sangat berharga”. tuturnya.

Acara perpisahan ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum refleksi bagi para siswa sebelum melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Harapan besar pun disematkan agar para lulusan mampu meraih cita-cita dan membawa nama baik sekolah di masa depan. (HB)

Editor: Endang