Kamis, Juli 30, 2026
Beranda blog Halaman 17

Rudi: Anggaran Pendidikan Tetap Jadi Prioritas

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Batam, Rudi Panjaitan. (Foto MCR)

Batam, GK.com – Anggaran pendidikan tetap menjadi prioritas Pemerintah Kota Batam, bahkan alokasi anggaran pendidikan telah memenuhi ketentuan mandatory spending sebesar 20 persen, bahkan lebih, dijelaskan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batam, Rudi Panjaitan saat memberikan klarifikasi terkait pemberitaan pembangunan lapangan olahraga di kawasan Markas Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV Batam.

Ditegaskan Rudi pada Jumat (15/05/2026), pembangunan fasilitas tersebut tidak mengurangi komitmen Pemko Batam terhadap sektor pendidikan.

“Pembangunan sarana olahraga di kawasan Komando Daerah Angkatan Laut IV telah melalui mekanisme penganggaran sejak 2025, dan sebelumnya mendapat persetujuan dari DPRD Kota Batam. Pembangunan fasilitas tersebut juga memiliki tujuan strategis, salah satunya sebagai bentuk apresiasi kepada Kodaeral IV Batam atas keberhasilan menggagalkan penyelundupan sekitar 4 ton sabu beberapa waktu lalu,” terang Rudi.

Selain itu, lanjut Rudi memaparkan, fasilitas olahraga tersebut juga diharapkan dapat mendukung pembinaan generasi muda Kota Batam, khususnya bagi calon peserta seleksi Taruna dan TNI AL tingkat Tamtama, Bintara, maupun Perwira.

“Pemko Batam tetap berupaya menjalankan pembangunan secara seimbang di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, olahraga, hingga dukungan terhadap institusi yang berperan menjaga keamanan wilayah perbatasan”. ungkap Rudi. (MCB/Red)

Editor: Milla

Penderita Diabetes Jangan Asal Konsumsi Buah

Buah-buahan. (Foto gerbangkepri.com/Salma)

Para penderita diabetes wajib tahu, jenis buah-buahan apa saja yang boleh di konsumsi, dan yang tidak boleh dikonsumsi. Buah-buahan merupakan sumber nutrisi yang baik bagi tubuh, karena mengandung beragam vitamin, serat, mineral, serta antioksidan (senyawa yang berfungsi untuk mencegah dan memperbaiki kerusakan sel-sel di dalam tubuh). Namun, tidak semua buah-buahan itu baik di konsumsi bagi penderita diabetes.

Buah yang baik untuk di konsumsi penderita diabetes merupakan buah-buahan yang memiliki indeks glikemik rendah, seperti Apel, Jeruk, Pir, Jambu Biji, Ceri, Stoberi, Pepaya, Alpukat, Kiwi, Buah Naga, Belimbing, dan Sirsak.

Sementara buah-buahan yang sebaiknya dihindari oleh penderita diabetes adalah Durian, Mangga, Nanas, Semangka, Anggur, Pisang Matang, Buah Kering (sejenis manisan), dan buah kalengan.

Bagi anda yang menderita diabetes dan ingin mengetahui pola makan yang tepat, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter, agar mendapatkan informasi yang lebih akurat dan benar.

Penulis: Qiqi

Membludak, Calon Pendaftar Beasiswa Diminta Membaca Persyaratan Dengan Teliti

Foto Diskominfo Bintan

Bintan, GK.com – Hingga Jumat (15/05/2026), tercatat ada sekitar 321 mahasiswa aktif (minimal Semester 3) telah mendaftarkan diri secara online untuk mendapatkan bantuan beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Bintan. Dari 300 diantaranya diterima, sementara 21 sisanya ditolak karena alasan administrasi, yaitu bukan merupakan mahasiswa ber-KTP Bintan dan sebagian lagi sudah pernah menerima beasiswa.

Lalu untuk program beasiswa D1 di Politeknik Pariwisata Batam (Batam Tourism Polytechnic) jumlah pendaftarnya ada sekitar 22 orang, dan akan mengikuti validasi berkas serta tahapan seleksi selanjutnya.

Program yang mendapat respon positif dari kalangan mahasiswa ini dapat dilihat dari antusiasnya pendaftar yang kian bertambah setiap harinya untuk mendapatkan kesempatan bantuan pendidikan tersebut.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Bintan Nasrullah menerangkan, pendaftaran masih terus dibuka hingga 1 Juni mendatang. Ia menghimbau kepada calon penerima bantuan beasiswa agar benar-benar membaca syarat dan ketentuan sebelum melakukan pendaftaran.

“Pendaftaran masih dibuka sesuai jadwal. Pesan kami, baca dan pahami dulu persyaratannya, siapkan semua berkas-berkasnya, jika kurang paham bisa menghubungi kontak yang tersedia. Ini agar semua proses pendaftaran dapat berjalan lancar. Ada yang daftar, berkas yang diminta adalah KTP, tapi yang diupload malah Kartu Mahasiswa. Otomatis sistem menolak, jadi harus teliti betul-betul ya,” pesan Nasrullah.

Pendaftaran beasiswa ini sendiri telah dibuka mulai tanggal 1 Mei s/d 1 Juni (bagi S1) dan 20 Juni (bagi D1). Salah satu syarat yang harus dipenuhi, calon Mahasiswa harus melampirkan SKHU (Surat Keterangan Hasil Ujian) dengan nilai rata-rata paling rendah 77.

Sementara beasiswa Strata 1 (S1) dikhususkan bagi mahasiswa yang sedang melaksanakan studi minimal Semester 3, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) serendah-rendahnya 3,00 untuk jurusan eksakta/sains dan IPK serendah-rendahnya 3,20 untuk jurusan non eksakta/sosial.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan berharap agar para pelajar dan mahasiswa dapat memanfaatkan dengan semaksimal mungkin kesempatan yang ada. Baginya, program beasiswa Bintan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Daerah dalam mendukung peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia di sektor pendidikan.

“Beasiswa ini tujuannya untuk meringankan beban biaya perkuliahan, baik yang berkuliah di dalam, maupun diluar wilayah Bintan. Harapannya tentu agar adik-adik mahasiswa semua bisa lebih semangat dan semakin fokus dalam mengejar studinya”. harap Roby. (MC/RD)

Editor: Milla


Sekda Kepri: Kita Akan Terus Pantau Dan Awasi Agar Stabilitas Harga Tetap Terjaga Dengan Baik

Sekda Kepri Misni bersama TPID Provinsi Kepri saat berdialog bersama salah satu penjual daging ayam di Pasar Bintan Center, Tanjungpinang. (Angga/BIRO ADPIM KEPRI)

Tanjungpinang, GK.com – Memastikan stabilitas harga, serta ketersediaan kebutuhan bahan pokok untuk masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha, Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau Misni bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kepri meninjau langsung kondisi harga bahan pokok di Pasar Bintan Center (Bincen), Tanjungpinang.

Pada kesempatan itu, Sekda Kepri Misni bersama Tim TPID berdialog langsung bersama para pedagang seperti pedagang daging sapi, bawang, cabai, daging ayam, ikan, dan sayur-sayuran.

Disebutkan oleh para pedagang saat itu bahwa, terdapat kenaikan dari beberapa komoditas seperti harga cabai merah yang di jual dengan harga Rp 62.000,- per kilogram, cabai rawit Rp 65.000,- per kilogram, bawang jawa Rp 36.000,- per kilogram, bawang india Rp 18.000,- per kilogram, tomat Rp 25.000,- per kilogram, dan kentang Rp 18.000,- per kilogram.

Lalu, untuk harga daging sapi segar dijual Rp 170.000,- per kilogram, sedangkan daging sapi beku di jual sekitar Rp 135.000,- hingga Rp 140.000,- per kilogram. Sementara untuk daging ayam di bandrol antara Rp 40.000,- hingga Rp 42.000,- per kilogram nya.

Menanggapi kondisi tersebut, Misni menuturkan, dari hasil pemantauan di lapangan, akan menjadi dasar bagi Pemerintah Provinsi Kepri dalam merumuskan langkah dan kebijakan pengendalian harga agar stabilitas pasokan dan harga bahan pokok tetap terjaga.

“Apalagi menjelang Hari Raya Iduladha, sehingga perlu terus kita pantau dan awasi agar stabilitas harga, khususnya pada bahan pokok di Provinsi Kepri agar tetap terjaga dengan baik”. ujar Misni, Jumat (15/05/2026). (AL)

Editor: Milla

Pada Peringatan Hari Marwah, Wagub Kepri Ajak Masyarakat Bersatu, Nyanyang: Pembangunan Daerah Harus Lebih Baik

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura bersama sejumlah tokoh sentral perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau pada peringatan Hari Marwah. (Foto Diskominfo Kepri/Harun)

Kepri, GK.com – Dihadiri Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura, Ketua Yayasan BP3KR Dato’ Huzrin Hood, Sekretaris Yayasan BP3KR Sudirman Almoen, mantan Gubernur Kepri periode 2016–2019 Nurdin Basirun, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, anggota DPRD Kepri Bobby Jayanto, serta sejumlah tokoh dan anggota Yayasan BP3KR lainnya, kegiatan syukuran peringatan Hari Marwah Provinsi Kepulauan Riau ke- 24 Tahun 2026 dilaksanakan pada Jumat (15/05/2026).

Bertempat di Aula Gedung Juang Yayasan BP3KR Jalan Hang Tuah No. 07, Tanjungpinang, dalam sambutannya, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura mengajak kepada seluruh masyarakat Kepulauan Riau untuk terus menjaga persatuan dan semangat kebersamaan dalam membangun daerah.

“Hari Marwah ini merupakan momentum yang penuh sejarah bagi masyarakat Provinsi Kepulauan Riau. Dimana saat itu, para pejuang Provinsi Kepri telah berjuang dan berjasa dalam pembentukan Provinsi Kepulauan Riau ini,” kata Nyanyang.

“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau, kami mengucapkan terima kasih, dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada para pejuang yang telah berjasa, serta mencurahkan seluruh tenaga dan perjuangannya demi berdiri Provinsi Kepulauan Riau yang kita cintai ini.,” ucap Nyanyang.

“Berbagai pencapaian pembangunan dan kemajuan yang dirasakan oleh masyarakat saat ini tidak terlepas dari perjuangan dari para tokoh pendiri daerah. Di Hari Marwah ini, mari kita jadikan sebagai ajang evaluasi pembangunan, sekaligus memperkuat arah kebijakan demi mewujudkan cita-cita awal pendirian Provinsi Kepri,” tutur Nyanyang.

“Semangat perjuangan ini juga harus terus kita jaga bersama, demi kemajuan Kepri yang lebih baik lagi kedepannya. Karena dengan rasa persatuan dan kebersamaan, tentunya akan membantu mempercepat dalam pembangunan diberbagai sektor di Provinsi Kepulauan Riau,” harap Nyanyang.

Sementara itu, Ketua Yayasan BP3KR Dato’ Huzrin Hood mengungkapkan rasa syukur karena peringatan Hari Marwah masih dapat terus dilaksanakan secara konsisten setiap tahun.

Menurutnya, perjuangan pembentukan Provinsi Kepulauan Riau hingga kini masih melekat kuat dalam ingatan masyarakat.

“Seluruh tokoh bersatu untuk mewujudkan Provinsi Kepulauan Riau, dan hari ini hasil perjuangan itu telah kita raih bersama. Mari terus membangun Kepri dengan kebersamaan dan persatuan. Generasi muda harus tahu, bagaimana Kepri dibentuk dengan semangat kebersamaan”. ujar Huzrin Hood.

Pada peringatan Hari Marwah ke- 24, Yayasan BP3KR juga berencana akan menulis buku tentang sejarah Provinsi Kepulauan Riau. (Fj)

Editor: Milla

Kehadiran PT BIG di Harapkan Mampu Menjadi Sentra Perikanan Nasional, Selain Menciptakan Lapangan Pekerjaan

Gubernur Kepri saat mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan RI. (Foto Diskominfo Kepri)

Bintan, GK.com – Pabrik pengolahan ikan milik PT Bintan Intan Gemilang yang terletaj di Jalan Nusantara, Kijang, Kabupaten Bintan diresmikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono bersama Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad.

Pabrik yang dibangun di atas lahan seluas 3,4 hektar itu saat ini memanfaatkan sekitar sepertiga dari total kawasan yang tersedia.

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Sakti Wahyu Trenggono dalam sambutannya menyampaikan, saat ini Pemerintah sedang fokus dalam memperkuat sektor hulu perikanan melalui program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai bagian dari program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto.

“Pembenahan di sektor hulu ini menjadi kunci untuk mendukung hilirisasi perikanan nasional agar hasil tangkapan nelayan memiliki kualitas, dan nilai tambah yang lebih baik. Melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, diharapkan mampu menghasilkan kualitas produk perikanan yang lebih baik, serta mampu mendukung industri pengolahan ikan,” kata Sakti Wahyu, Kamis (14/05/26).

“Saya berharap kepada seluruh jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah agar aktif mendukung programini. Kepulauan Riau memiliki peluang besar menjadi daerah unggulan di sektor perikanan nasional. Pemerintah harus berpihak kepada nelayan lokal, agar hasil tangkapan ikan mereka lebih banyak dimanfaatkan langsung oleh masyarakat,” tutur Sakti Wahyu.

Lalu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyambut baik hadirnya industri pengolahan ikan PT BIG yang dinilai dapat memperkuat ekonomi maritim Kepri, dan mampu meningkatkan nilai tambah hasil perikanan daerah.

“Keberadaan industri pengolahan yang terintegrasi dengan pelabuhan dan distribusi menjadi langkah strategis dalam memperkuat posisi Kepri sebagai daerah maritim dan sentra perikanan nasional. Kehadiran PT BIG ini diharapkan akan membuka peluang penyerapan hasil tangkapan nelayan, selain bisa menciptakan lapangan kerja, sekaligus memperkuat rantai hilirisasi perikanan di Kepri,” harap Ansar Ahmad.

“Pemerintah Provinsi Kepri berkomitmen untuk mendukung penuh program Kampung Nelayan Merah Putih ini, agar potensi kelautan dan perikanan daerah dapat memberikan manfaat lebih besar untuk masyarakat pesisir dan nelayan”. tegas Ansar Ahmad.

Peresmian tersebut menjadi bagian dari penguatan hilirisasi sektor perikanan di Kepulauan Riau, sekaligus mendukung program prioritas nasional di bidang kelautan dan perikanan. Adapun lokasi baru pabrik dinilai strategis, karena hanya berjarak sekitar satu kilometer dari pelabuhan kontainer. (Rd)

Editor: Milla