Senin, Mei 4, 2026
Beranda blog Halaman 17

Menaker Ajukan Tambahan 150 Ribu Kuota MagangHub 2026

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli. (Foto Biro Humas Kemnaker)

Jakarta, GK.com — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajukan penambahan 150 ribu kuota peserta Program Magang Nasional (MagangHub) tahun 2026. Hal ini dikarenakan tingginya minat masyarakat, terutama pada lulusan baru.

Usulan ini ditujukan untuk memperluas akses pengalaman kerja, sekaligus menjawab kebutuhan industri akan tenaga kerja yang lebih siap kerja.

“Program Magang Nasional saat ini masih dalam tahap pengusulan anggaran. Dengan dukungan dari Kementerian Keuangan dan Kemenko Bidang Perekonomian, kami berharap program ini bisa dilaksanakan, sehingga harapan para calon peserta magang untuk memperoleh kesempatan ikut program ini dapat terwujud,” kata Yassierli, Kamis (09/04/2026) melalui kiriman email kepada Redaksi ini.

“Program Magang Nasional 2026 tidak boleh hanya terpusat di kota-kota besar seperti Jakarta saja, melainkan program ini juga harus dirancang lebih merata, agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah, mulai dari Indonesia bagian Barat, Tengah, hingga Timur,” tutur usai Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI di Jakarta.

“Dalam pelaksanaannya nanti, Kemnaker berkomitmen menjunjung prinsip pemerataan. Daerah dengan tingkat pengangguran yang tinggi diharapkan dapat memperoleh proporsi kuota magang yang lebih besar,” tegas Yassierli.

“Penambahan kuota ini dinilai penting, terutama bagi lulusan baru yang kerap terkendala minim pengalaman kerja. Di sisi lain, industri juga akan memperoleh talenta yang lebih siap dan relevan dengan kebutuhan lapangan. Sejalan dengan pembahasan dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR RI, program ini juga dirancang sebagai langkah konkret untuk menekan angka pengangguran terbuka, dengan fokus pada daerah berpengangguran tinggi serta sektor-sektor strategis yang membutuhkan tenaga kerja terampil,” papar Yassierli.

“Kami pastikan bidang magang akan dibuat beragam, tidak terfokus pada satu sektor saja. Namun, rencana ini masih dalam proses pembahasan lanjutan dan koordinasi lintas sektoral sebelum diputuskan secara final”. tutup Yassierli. (Red/*)

Editor: Milla


Wali Kota Batam: LKPj 2025 Jadi Momentum Evaluasi Bersama

DPRD Batam saat menggelar Rapat Paripurna

Batam, GK.com – Dalam Rapat Paripurna, dihadapan DPRD Batam, Wali Kota Amsakar Achmad menyampaikan apresiasi atas kemitraan yang telah terjalin baik selama ini dengan DPRD. Ia mengatakan, kolaborasi yang baik tentu akan menjadi kunci keberhasilan dalam pembangunan suatu daerah.

“Kami berharap sinergi ini dapat terus diperkuat untuk menghadapi tantangan pembangunan ke depan. Keterlibatan semua pihak dinilai penting dalam mewujudkan Batam yang lebih maju. Kami sangat menantikan rekomendasi DPRD Kota Batam atas laporan keterangan pertanggungjawaban ini,” tutur Amsakar, Kamis (10/04/2026).

“Rapat Paripurna ini tidak hanya menjadi forum penyampaian laporan saja, tetapi juga sebagai simbol sinergi antara Pemerintah Daerah dan Legislatif. LKPj 2025 menjadi momentum evaluasi bersama. Kerja sama tersebut dinilai berkontribusi pada peningkatan pendapatan daerah, serta efektivitas belanja Pemerintah. Hal ini tercermin dari berbagai capaian yang diraih sepanjang tahun 2025,” ujar Amsakar.

“Dan berkat sinergi yang kuat antara Eksekutif dan Legislatif jugalah kita berhasil melakukan optimalisasi anggaran”. Kata Amsakar. (Rd)

Editor: Milla

BPJS Ketenagakerjaan Buka Lowongan Kerja

Kantor BPJS Ketenagakerjaan Tanjungpinang. (Foto gerbangkepri.com/Siska)

Jakarta, GK.com – Dibuka mulai Sabtu (11/04/2026), BPJS Ketenagakerjaan membuka lowongan kerja (loker) bagi putra putri terbaik bangsa untuk ikut ambil bagian dalam mewujudkan kesejahteraan pekerja Indonesia. Pendaftaran dapat dilihat melalui laman rekrutmen.bpjsketenagakerjaan.go.id.

Sejumlah posisi dibuka dalam rekrutmen tersebut seperti Customer Service Officer untuk penempatan di seluruh Indonesia, serta Account Representative Perwakilan untuk wilayah Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan Papua.

Sebagai bentuk komitmen terhadap inklusivitas, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengikuti proses seleksi. (Rd)

Editor: Milla

Permintaan Hewan Qurban di Karimun Terus Meningkat, Cek Harga Jualnya

Hewan-hewan peternakan yang siap di jual. (Foto gerbangkepri.com/Dwi)

Karimun, GK.com – Menjelang Idul Adha, permintaan hewan qurban di Kabupaten Karimun mulai menunjukkan peningkatan. Para pedagang dan peternak mengaku sudah menerima banyak pesanan dari masyarakat, bahkan sejak beberapa waktu lalu.

Salah satu pemilik usaha hewan qurban di Jalan Sudirman Poros, Ribut menyampaikan, harga hewan qurban tahun ini cukup bervariasi, tergantung pada berat dan ukuran. Untuk sapi atau lembu, harga berkisar mulai dari Rp 24 juta dengan berat sekitar 80 kilogram, Rp 25 juta untuk berat 90 kilogram, dan Rp 28 juta untuk berat mencapai 115 kilogram. Sementara itu, harga kambing juga beragam, yakni sekitar Rp 3 juta untuk berat 20 kilogram dan Rp 4 juta untuk berat 30 kilogram.

“Alhamdulillah, tahun ini pesanan sudah mulai banyak masuk. Tinggal kami tandai saja hewan mana yang sudah dipesan oleh calon pembeli,” ujar Ribut di peternakan miliknya, Jumat (10/04/2026).

Ia juga mengungkapkan, jika pembeli hewan qurban tidak hanya berasal dari wilayah Karimun saja, tetapi juga dari luar daerah hingga mancanegara. Sejumlah warga dari Singapura dan Malaysia diketahui juga telah melakukan pemesanan di tempatnya.

“Permintaan di tempat usaha kami selalu tinggi dan cenderung habis terjual. Setiap tahun alhamdulillah selalu habis, biasanya sekitar 70 hingga 80 ekor lembu terjual,” ungkap Ribut Pukul 14.49 WIB.

Dengan meningkatnya permintaan menjelang Idul Adha, para pedagang berharap kondisi ini terus berlanjut hingga hari raya tiba, sekaligus memberikan dampak positif bagi para peternak lokal. (DS)

Editor: Milla

Diperas Rp 300 Juta, AS Lapor ke Polisi

Anggota DPR RI, Ahmad Sahroni. (Foto google)

Jakarta, GK.com – Mengatasnamakan sebagai Pimpinan KPK, Anggota DPR RI Ahmad Sahroni melaporkan peristiwa pengancaman dan pemerasan yang dialaminya ke Polda Metro Jaya pada Kamis (09/04/2026) malam.

Dikutib dari SindoNews, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto saat di konfirmasi oleh Media membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Dalam laporan AS, Budi menerangkan jika AS mengaku di peras oleh para pelaku sebanyak Rp 300 juta rupiah.

“Penyidik juga mendapatkan informasi dari pihak KPK, bahwa adanya dugaan pencemaran nama Pimpinan di KPK. Ini akan kami dalami tentang informasi tersebut”. tegas Budi.

Terpisah, dalam keterangan tertulis Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menerangkan, Tim gabungan KPK dan Polda Metro Jaya telah menangkap empat orang terkait kasus dugaan pemerasan ini. Empat orang pelaku menggunakan modus menjadi pegawai KPK, dan mengaku utusan pimpinan. (Red/*)

Editor: Milla



Pembagian Sembako Diduga Tak Tepat Sasaran, Warga Pertanyakan Validitas Data Penerima

Masyarakat yang menerima sembako. (Foto gerbangkepri.com)

Tanjungpinang GK.com – Program pembagian bantuan sembako di Kelurahan Kemboja, Kecamatan Tanjungpinang Barat, menuai keluhan dari sejumlah masyarakat. Warga menilai penyaluran bantuan tersebut belum sepenuhnya tepat sasaran.

Menanggapi hal tersebut, petugas dari Kementerian Sosial melalui Direktorat Pemberdayaan Sosial Masyarakat, Iwan Sutrisno menegaskan bahwa pihak Kelurahan maupun pendamping di lapangan hanya bertugas sebagai penyalur, bukan penentu penerima bantuan.

“Kami ini hanya pengguna data. Data penerima bantuan sudah ditentukan dari Pusat berdasarkan desil yang ditetapkan oleh BPS. Jadi bukan pihak Kelurahan yang menentukan siapa yang berhak menerima atau tidak,” ujar Iwan saat diwawancarai.

Dijelaskannya, data penerima bantuan telah tercantum dalam sistem, lengkap dengan nama dan alamat. Pemerintah Daerah melalui Kelurahan hanya menjalankan proses distribusi sesuai data tersebut, bekerja sama dengan Bulog sebagai penyalur bantuan pangan.

Menurutnya, penentuan kategori penerima bantuan atau desil sepenuhnya merupakan kewenangan Pusat. Masyarakat yang berada pada desil 1 hingga 4 umumnya masuk kategori penerima bantuan, sementara di atas itu tidak termasuk. Meski demikian, di lapangan masih ditemukan warga yang merasa layak, namun tidak menerima bantuan. Untuk itu, pihaknya membuka ruang pengaduan dan melakukan tindak lanjut melalui verifikasi langsung.

“Kalau ada warga yang merasa layak tapi tidak dapat, kami lakukan pengecekan. Jika memang sesuai kondisi di lapangan, kami ajukan usulan penurunan desil melalui operator Kelurahan. Tapi keputusan tetap di Kementerian,” katanya.

Sejalan dengan itu, pihak Kelurahan melalui bagian pelayanan dan penyuluhan, Prasetio menambahkan bahwa masyarakat yang belum terdaftar masih memiliki kesempatan untuk masuk dalam data penerima bantuan melalui mekanisme pengusulan.
Ia menerangkan, warga dapat melakukan pendaftaran secara mandiri melalui aplikasi Cek Bansos dengan menginput data diri sesuai identitas seperti KTP dan Kartu Keluarga.

Selain itu, bagi masyarakat yang mengalami kendala, pengajuan juga dapat dilakukan melalui Kelurahan setempat.

“Bisa daftar mandiri melalui aplikasi Cek Bansos. Kalau tidak bisa, masyarakat bisa datang ke Kelurahan dengan membawa persyaratan seperti KTP dan KK untuk diusulkan,” ujarnya.

Namun demikian, ia menambahkan bahwa setiap pengusulan tetap bergantung pada kuota yang telah ditentukan Pemerintah Pusat. Jika kuota telah terpenuhi, data masyarakat akan masuk dalam daftar tunggu.

“Kalau kuota sudah penuh, biasanya masuk waiting list. Jadi tidak semua yang diusulkan langsung menerima bantuan,” tegasnya.

Iwan juga menambahkan, proses pengusulan dilakukan secara berkala pada awal bulan, namun kewenangan Pemerintah Daerah hanya sebatas mengusulkan, bukan menetapkan penerima bantuan.

“Setiap Keluhan kami tindak lanjuti dengan survei dan verifikasi lapangan. Namun, penentuan akhir tetap berada di Pusat,” ungkapnya.

Terkait keluhan ketidaktepatan sasaran, pihak terkait diharapkan adanya perbaikan dalam proses pendataan. agar lebih akurat dan tepat sasaran.

“Kami berharap ke depan pendataan bisa lebih jeli dan akurat, sehingga bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan,” harap Iwan.

Untuk diketahui, penyaluran bantuan sembako di wilayah tersebut telah dimulai sejak 28 Maret 2026. Selama proses berlangsung, kendala yang dihadapi relatif minim, hanya keterlambatan sebagian warga dalam mengambil bantuan.

“Kami hanya membantu menyalurkan sesuai data yang ada. Penentuan penerima bukan kewenangan kami”. tutupnya, Jumat (10/04/2026) Pukul 09.30 WIB, disalah satu Yayasan di Kelurahan Kemboja. (HB)

Editor: Endang