Senin, Mei 4, 2026
Beranda blog Halaman 11

Harga Fantastik Beli Semir Dan Sikat Sepatu BGN Telan Hingga Rp 1,5 Miliar

Gambar ilustrasi (Foto google)

Jakarta, GK.com – Pengadaan diperuntukkan untuk 30.299 peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang mengikuti pendidikan dan pelatihan, Badan Gizi Nasional (BGN) ramai jadi perbincangan. Pasalnya, ditengah rakyat Indonesia lagi mengalami kesulitan ekonomi, pengadaan tersebut dinilai kurang bermanfaat peruntukannya, dan terkesan terjadi pemborosan.

Untuk diketahui, pengadaan semir dan sikat sepatu senilai Rp 1,5 miliar oleh BGN itu menjadi bagian dari kebutuhan pendidikan dan pelatihan program SPPI 2025.

Mirisnnya, dihadapan para awak Media, Jumat (17/4/2026), Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan jika program tersebut untuk menyiapkan peserta sebagai komponen pendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Anggaran pendidikan SPPI memang berasal dari BGN. Namun untuk proses pengadaan barang, termasuk semir dan sikat sepatu, dilakukan melalui skema swakelola tipe II dengan melibatkan Universitas Pertahanan. Pengadaan tersebut masuk dalam tujuh paket kelengkapan perorangan lapangan yang diberikan kepada peserta SPPI dengan total nilai pengadaan mencapai sekitar Rp 1,52 miliar, yaitu untuk semir sepatu sekitar Rp 1,25 miliar, dan sikat semir Rp 272 juta”. ungkap Dadan. (DK)

Editor: Milla



Kenaikan Gaji PNS 2026 Menunggu Lampu Hijau Fiskal, Perpres Sudah Terbit

Ilustrasi PNS. (Foto google)

Jakarta, GK.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, Pemerintah tengah menyiapkan langkah akhir sebelum kebijakan terkait kenaikan gaji Pegawai Negeri Sipil (PNS) diputuskan. Hal ini tentunya tidak bisa dilepaskan dari kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurutnya, Pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara peningkatan kesejahteraan ASN dan stabilitas fiskal. Oleh karena itu, realisasi kebijakan ini akan sangat bergantung pada kinerja penerimaan negara yang dievaluasi secara menyeluruh di awal tahun.
Tiga bulan pertama 2026 menjadi fase penting dalam penentuan arah kebijakan tersebut. Pemerintah akan mengkaji kemampuan fiskal, termasuk ruang anggaran yang tersedia untuk belanja pegawai tanpa mengganggu program prioritas nasional.

“Finalnya masih menunggu hasil evaluasi kondisi keuangan Negara,” ucap Purbaya.

Selain itu, sejumlah indikator ekonomi makro seperti inflasi dan pertumbuhan ekonomi turut menjadi pertimbangan utama. Hal ini dilakukan untuk memastikan kebijakan yang diambil tidak menimbulkan tekanan terhadap stabilitas ekonomi secara keseluruhan.

“Intinya adalah, menjaga keseimbangan. Kami ingin kesejahteraan ASN meningkat, tetapi di saat yang sama keuangan Negara harus tetap sehat dan mampu mendukung pembangunan”. ujar Purbaya.

Jika hasil evaluasi pada kuartal pertama menunjukkan tren positif dan ruang fiskal dinilai cukup, Pemerintah diperkirakan akan mengumumkan secara resmi mekanisme kenaikan gaji PNS pada pertengahan tahun 2026.

Saat ini, jutaan ASN di seluruh Indonesia masih menanti keputusan tersebut dengan harapan kondisi ekonomi nasional terus membaik, sehingga rencana yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 79 Tahun 2025 dapat segera direalisasikan. (DW)

Editor: Milla


Anggaran Tembus Rp 171 Triliun, KPK Ungkap Potensi Korupsi Dalam MBG

Salah satu menu MBG. (Foto google)

Jakarta, GK.com – Dalam Lampiran Laporan Tahunan 2025 yang tercantum pada Direktorat Monitoring KPK yang diakses di Jakarta pada Jumat (17/04/2026), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan tujuh rekomendasi setelah mengidentifikasi delapan potensi korupsi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam penjelasannya, program MBG didukung alokasi anggaran besar yang meningkat dari Rp 71 triliun pada 2025 menjadi Rp 171 triliun di 2026.

Besarnya skala program dan anggaran tersebut belum diimbangi dengan kerangka regulasi, tata kelola, dan mekanisme pengawasan yang memadai, sehingga menimbulkan risiko akuntabilitas, konflik kepentingan, inefisiensi, serta potensi terjadinya tindak pidana korupsi dalam pelaksanaannya, dikutib dari Antara.

Saat itu, KPK juga mengungkapkan delapan potensi korupsi dalam pelaksanaan program MBG. Pertama: regulasi pelaksanaan dinilai belum memadai, terutama dalam mengatur tata kelola dari perencanaan hingga pengawasan lintas kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.

Kedua: mekanisme bantuan Pemerintah dinilai berisiko memperpanjang rantai birokrasi, membuka peluang praktik rente, serta mengurangi porsi anggaran bahan pangan akibat potongan biaya operasional dan sewa.

Ketiga: pendekatan yang terlalu sentralistis dengan Badan Gizi Nasional sebagai aktor utama dinilai berpotensi meminggirkan peran Pemerintah Daerah serta melemahkan mekanisme pengawasan.

Keempat: terdapat potensi konflik kepentingan dalam penentuan mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur akibat kewenangan yang terpusat dan belum jelasnya prosedur operasional standar (SOP).

Kelima: transparansi dan akuntabilitas dinilai masih lemah, terutama dalam proses verifikasi dan validasi mitra, penentuan lokasi dapur, serta pelaporan keuangan.

Keenam: sejumlah dapur dilaporkan belum memenuhi standar teknis SPPG yang berpotensi berdampak pada keamanan pangan, termasuk kasus keracunan makanan.

Ketujuh: pengawasan keamanan pangan dinilai belum optimal karena minimnya keterlibatan dinas kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Delapan: belum terdapat indikator keberhasilan program yang terukur, baik jangka pendek maupun jangka panjang, serta belum dilakukan pengukuran awal (baseline) terhadap status gizi dan capaian penerima manfaat.

Atas temuan tersebut, KPK merekomendasikan penyusunan regulasi pelaksanaan MBG yang komprehensif dan mengikat, minimal setingkat Peraturan Presiden, guna mengatur perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, serta pembagian peran lintas Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah.

Selain itu, KPK juga merekomendasikan peninjauan kembali mekanisme bantuan Pemerintah, termasuk struktur biaya dan rantai pelaksanaan agar tidak menimbulkan praktik rente serta menjaga kualitas layanan.

Rekomendasi lainnya meliputi penerapan pendekatan kolaboratif dengan memperkuat peran Pemerintah Daerah, memperjelas SOP dan standar layanan dalam penetapan mitra, serta memastikan proses seleksi dilakukan secara transparan dan akuntabel.

KPK juga mendorong penguatan pengawasan keamanan pangan melalui pelibatan aktif dinas kesehatan dan BPOM, serta pembangunan sistem pelaporan keuangan yang baku untuk mencegah penyimpangan.

Selain itu, KPK menekankan pentingnya penetapan indikator keberhasilan program yang terukur, disertai pengukuran awal sebagai dasar evaluasi dampak program secara berkelanjutan. (*)

Editor: Milla

Ecoprint Jadi Terobosan Baru SLB Negeri Karimun

Ecoprint Jadi Terobosan Baru SLB Negeri Karimun. (Foto SLBN Karimun)

Karimun, GK.com – Dunia pendidikan terus berinovasi untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan bermakna bagi peserta didik. Salah satu terobosan menarik dilakukan oleh SLBN Karimun melalui program Green Art, yaitu pembelajaran berbasis lingkungan yang dipadukan dengan kegiatan seni ramah lingkungan.

Dalam rangka mengembangkan program tersebut, SLBN Karimun menyelenggarakan pelatihan ecoprint yang diikuti oleh beberapa sekolah, di antaranya SLB YPBB, SLB Sehati, dan SDN 001 Tebing. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antar sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran yang inovatif dan aplikatif.

Pelatihan ecoprint merupakan teknik mencetak motif pada kain menggunakan bahan alami seperti daun dan bunga. Selain melatih kreativitas, kegiatan ini juga mengajarkan peserta untuk lebih peduli terhadap lingkungan dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam secara bijak.

Kepala SLBN Karimun, Eni Rozita, S.Pd kepada gerbangkepri.com menyampaikan, program Green Art tidak hanya berfokus pada hasil karya, tetapi juga pada proses pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna, khususnya bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Ia menegaskan kegiatan seperti ecoprint mampu menjadi media pembelajaran yang efektif, karena melibatkan siswa secara langsung dalam praktik.

“Melalui pelatihan ecoprint ini, kami ingin menghadirkan pembelajaran yang lebih hidup dan menyenangkan bagi anak-anak. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkan, sehingga mampu mengasah kreativitas, kemandirian, serta keterampilan motorik mereka,” ujarnya melalui sambungan pesan WhatsApp, Jumat (17/04/2026).

Ia juga menambahkan dalam keterangannya, kolaborasi antar Sekolah menjadi kunci penting dalam mengembangkan inovasi pendidikan. Dengan saling berbagi pengalaman dan metode, diharapkan kualitas pembelajaran di setiap sekolah dapat terus meningkat.

“Harapan kami, program Green Art ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi dapat terus dikem­bangkan dan menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif, ramah lingkungan, serta berpusat pada kebutuhan siswa”. tuturnya Pukul 14.15 WIB.

Peserta pelatihan tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari pengenalan bahan, teknik penyusunan daun, hingga proses pencetakan pada kain. Kegiatan ini juga menjadi sarana berbagi praktik antar guru dalam mengem­bangkan metode pembelajaran yang lebih variatif.

Dengan adanya pelatihan ini, SLBN Karimun menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang tidak hanya kreatif dan inklusif, tetapi juga peduli terhadap lingkungan. (DS)

Editor: Endang

Disabilitas Dapat Mandiri Ciptakan Ekonomi Dan Lapangan Kerja

Kemnaker saat melaksanakan Pelatihan Kewirausahaan 2026. (Foto Kemnaker)

Bantul, GK.com – Penyandang Disabilitas mengikuti pelatihan kewirausahaan yang dilaksanakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sebagai bekal agar Disabilitas dapat secara mandiri menciptakan ekonomi, serta dapat memperluas membuka kesempatan lapangan kerja sendiri.

Dalam pelatihan yang bertema “Wirausaha Inklusif, Tumbuh Bersama” itu, dibuka oleh Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan, Sukro Muhab.

Dikesempatan itu, melalui rilis yang dikirim oleh Biro Humas Kemnaker kepada Redaksi ini, Jumat (17/04/2026), Sukro Muhab mengatakan, peluang kerja harus terus diperluas dalam mengoptimalkan potensi nasional yang ada.

“Pekerjaan tidak terbatas pada sektor formal seperti Pegawai Negeri atau karyawan perusahaan saja, melainkan juga terbuka melalui usaha mandiri, ekonomi kreatif, dan pemanfaatan teknologi digital. Lowongan kerja itu ada di mana-mana, kita akan terus mendorong bagaimana masyarakat beralih dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja,” ujar Sukro Muhab di Bantul.

“Keterbatasan fisik bukanlah menjadi penghalang utama, yang terpenting adalah kreativitas dan kemampuan berpikir. Kami ingin memastikan teman-teman Disabilitas memiliki akses yang sama untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi,” tutur Sukro Muhab.

“Kami tidak hanya melatih, tetapi juga mendampingi dan membuka akses pembiayaan. Harapannya, usaha yang dirintis dapat berkembang, bahkan dapat menyerap tenaga kerja baru”. harap Sukro Muhab.

Selain pelatihan, Kemnaker juga membuka peluang pengembangan usaha lanjutan melalui program Tenaga Kerja Mandiri (TKM). Program ini ditujukan bagi peserta yang telah merintis usaha agar dapat naik kelas dan memperluas skala usahanya. (Red/*)

Editor: Milla

Gaji Dan Rapel Pensiunan Belum Ada Kenaikan, Taspen Imbau Masyarakat Harus Cek ke Sumber Resmi

Finance Section Head Taspen Tanjungpinang, Adam Victor Handoyo. (gerbangkepri.com/Hasbi)

Tanjungpinang, GK.com – Kepada gerbangkepri.com, Finance Section Head Taspen Tanjungpinang, Adam Victor Handoyo menegaskan, hingga sampai saat ini, belum ada kebijakan dan kejelasan resmi dari Pemerintah terkait kenaikan gaji dan pencairan rapel bagi pensiunan.
“Untuk kenaikan dan rapel bagi PNS maupun pensiunan, sampai saat ini belum ada informasi resmi dari Pemerintah Pusat. Jadi, kami imbau kepada masyarakat, setiap informasi terkait kenaikan atau rapel yang beredar saat ini dipastikan itu hoaks,” jelas Adam.

“Taspen hanya akan mengeluarkan pernyataan resmi apabila telah menerima dasar hukum berupa Surat Keputusan (SK) atau Surat Edaran dari Pemerintah Pusat. Jika memang sudah ada mandat resmi, kami akan menyampaikan informasi melalui berbagai Media, seperti Koran, Radio, Media Sosial, serta melalui mitra perbankan agar sampai kepada para pensiunan,” ujarnya.

Selain meluruskan informasi yang beredar, Taspen juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap maraknya penipuan yang mengatasnamakan instansi tersebut.

Ditegaskan Adam lagi, bahwa Taspen tidak pernah meminta data pribadi sensitif dari peserta.

“Perlu digarisbawahi, Taspen tidak pernah meminta data pribadi seperti nomor rekening, PIN, ataupun kode OTP melalui telepon atau media lainnya,” katanya.

Menurutnya, salah satu modus yang sering digunakan pelaku adalah berpura-pura sebagai pegawai Taspen, dan meminta kode OTP atau sejumlah uang dengan dalih pencairan rapel. Bahkan, ada juga yang mengaku sebagai perwakilan Instansi Pemerintah atau bendahara gaji.

“Modus lainnya, pelaku meminta korban mengirimkan uang terlebih dahulu agar rapel bisa dicairkan. Ini jelas penipuan,” tambahnya.

Taspen sendiri telah mengambil langkah hukum terhadap kasus-kasus tersebut. Pihaknya bekerja sama dengan Aparat Kepolisian untuk menindak sindikat penipuan yang merugikan masyarakat.

“Dari sisi legal, kami sudah melakukan tindakan hukum, bahkan sudah ada sindikat yang berhasil ditangkap. Kami juga terus merekap laporan dari masyarakat untuk ditindaklanjuti,” ungkap Adam.

Ia pun mengimbau masyarakat yang menemukan atau menjadi korban penipuan untuk segera melapor.

“Silakan laporkan ke Taspen dan juga ke pihak Kepolisian agar bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Adam.

Sebagai langkah pencegahan, Taspen secara aktif melakukan sosialisasi melalui Media Massa dan Media Sosial terkait berbagai modus penipuan, termasuk phishing dan penyalahgunaan data pribadi.

“Jangan mudah percaya pada informasi yang tidak resmi, apalagi jika diminta data pribadi atau uang. Pastikan selalu cek ke sumber resmi” pesan Adam, Kamis (16/04/2026) Pukul 14.15 WIB.

Isu mengenai kenaikan gaji dan pencairan rapel bagi pensiunan belakangan ini memang lagi ramai diperbincangkan di masyarakat. (HB)

Editor: Endang