Minggu, Mei 3, 2026
Beranda blog Halaman 1071

Bangun Integritas Islam untuk Kepri Lebih Baik

GUBERNUR KEPRI H. Nurdin Basirun menyebutkan bahwa pemimpin itu lahirnya dari umat. Jika pemimpin salah, maka umat Islam akan semakin terpuruk. Untuk itu dibutuhkan kepemimpinan yang berintegritas keislaman.

“Membangun keluarga kita berdasarkan syariat Islam. Demikian juga dengan pemimpin, yang mesti memajukan Islam di negeri ini,” ujar Nurdin dalam sambutannya saat acara tabligh akbar Ustaz Abdul Somad (UAS) di Balai Desa Penyengat, Tanjungpinang, Senin (6/8).

Menurut Nurdin, tanah Melayu lekat dengan keislaman, yang mana Penyengat tampuk kejayaan kerajaan melayu riau lingga, johor dan pahang yang bersyariat islam menuju sebagai warisan dunia.

“Ini jadi harapan kita bersama, mari bersatu demi marwah Melayu dan martabat islam sebagai kebanggaan Kepri,” lanjut Nurdin.

Pembangunan akhlak generasi muda juga menjadi perhatian utama Nurdin, karna pembangunan akhlak umat sendiri merupakan salah satu prioritas pembangunan di Kepri.

“Karna mereka adalah ujung tombak masa depan bangsa, maka persiapkan mereka dengan sebaik mungkin salah satunya dengan bekal agama,” tambah Nurdin.

Sementara itu Dirut PT. Bank Riau Kepri Irfandi Gustari mengatakan bahwa Bank Riau Kepri ikut bekerjasama mengadakan Tabligh akbar ini sebagai peningkatan literasi perbankan syariah, yang mana tumbuh sebesar 5℅ selama 5 tahun ni.

“Semoga bank Riau Kepri sebagai pemegang amanah kedepannya dapat meningkatkan perbankan syariah,” kata Irfandi.

Gubernur sendiri sehabis menunaikan safari subuh dan tausiyah di Surau Al Mujaahidin, Jl. Bakar Batu, bergegas menuju ke Bandara RHF Tanjungpinang untuk menyambut langsung kedatangan Ustadz Abdul Somad.

Kedatangan UAS sapaan akrab beliau disambut antusias masyarakat yang sudah menanti dan ikut mengawal perjalanan rombongan dari Bandara RHF menuju ke Pulau Penyengat.

Selama berada di Kepri, UAS akan melaksanakan rangkaian safari dakwahnya, tidak hanya berdakwah di Ibukota Tanjungpinang, UAS juga akan berkunjung ke Batam serta Anambas untuk berdakwah di sana.

Dalam dakwahnya di Penyengat, UAS mengambil tema “Integrasi ke-Islamaban dan ke-Melayuan menuju Pulau Penyengat sebagai warisan dunia”. Dalam sejarahnya pada 1803 – 2018 selama 215 tahun yang lalu pada zaman Sultan Mahmud, begitu kayanya orang melayu dimasa lalu yang hebat, menjadikan ekonomi yang baik bagi keislaman.

“Bangkitnya kejayaan melayu dimasa lalu dengan adanya islam,” ujar UAS.

UAS melanjutkan bahwa ajaran Islam bukan tentang istiqhfar atau berdoa saja, tapi ajaran islam mencakup semua hal tentang kehidupan seperti aqiqah, sunatan, pernikahan,pembangunan mesjid, semua itu adalah ekonomi.

“Marilah kita lihat budaya melayu yang dulu dengan kebesaran islam, Dalam islam ilmu hidup harus ditata dulu sebelum masuk ilmu ke surga dunia,” lanjut Somad.

UAS menambahkan bahwa dengan adanya Islam mengangkat derajat manusia, bukan karena kesombongan dan keangkuhan tapi ingin menunjukkan islam itu bisa semua dengan keberadaban dunia dengan ekonominya. (ADV)

SDN 006 Bukit Bestari Butuh Perhatian Pemda

Kepala SD Negeri 006 Bukit Bestari, Rika Tirana,S.Pd.

 

TANJUNGPINANG– Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan sistem zonasi di SD Negeri 006 Bukit Bestari berjalan lancar.

Kepala SD Negeri 006 Bukit Bestari Rika Tirana, mengatakan penerimaan siswa baru tahun ini nyaris tidak ada kendala. Begitupula proses belajar mengajar. Seluruhnya berjalan baik.

Apalagi masuk di SDN 006 tidak ada persyaratan khusus. “Yang penting anak yang ingin masuk sekolah usianya sudah mencapai 6 tahun, karena kalau masih di bawah 6 tahun berarti anak tersebut hannya sebagai titipan saja,” kata Rika kepada Gerbang Kepri.Com saat ditemui di Ruang Kerjanya, Sabtu (04/08), Pukul 10.30 WIB.

Untuk tahun ajaran 2018 ini SDN 006 Bukit Bestari menerima sebanyak 20 siswa didik baru. “Tentunya jumlah itu sangat sedikit, belum memenuhi kuota yang telah ditentukan, sementara untuk jumlah keseluruhan siswa ada 250 anak didik,” ujar Rika.

Ia berharap para orang tua siswa tidak membeda-bedakan sekolah. “Mari kita buang mainset antara  sekolah favorit dengan sekolah lainnya. Pada dasarnya sekolah itu sama-sama memberikan pendidikan yang baik kepada anak,” ujarnya.

Guna menunjang siswa-siswi yang berprestasi tentunya harus didukung kelengkapan fasilitas sekolah.

“Nah itu yang saat ini salah satunya keterbatasan yang kita  hadapi, masih banyak yang perlu dibenahi di sekolah kita ini, mulai dari Ruang Kelas dan Ruang Perpustakaan yang butuh direnovasi, serta fasilitas seperti Meja dan Kursi yang kurang layak,” terang Rika.

“Disini kita berharap adanya perhatian dari Pemerintah Daerah, khususnya dari Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, untuk hal tersebut, sementara untuk anak didik kita berharap kedepannya akan mampu bersaing dan berprestasi, serta berakhlak yang baik kepada orang tua, guru, dan kepada sesama,” tutup Rika Tirana. (DK)

Pangdam I Bukit Barisan Resmikan Batalyon Komposit I Gardapati

NATUNA – Pangdam I/Bukit Barisan, Mayjen TNI Ibnu Tri Widodo, S.I.P berkunjung ke Natuna dalam rangka peresmian Batalyon Komposit 1/Gardapati dan Alih Kodam Kompi C dan D Yonif Raider Khusus 136/Tuah Sakti, Senin (6/8), di desa Sepempang, Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna.

Dalam laporannya, Pangdam menyampaikan bahwa Kodam I/Bukit Barisan sangat strategis yang meliputi 4 (empat) wilayah Provinsi, diantaranya Provinsi Sumatra Barat, Sumatra Utara, Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau.

Selain itu, dikatakan Mayjen Ibnu, Natuna perlu adanya tambahan kekuatan dalam pengamanan nasional terhadap agresi dari luar.

“Dengan adanya tambahan kekuatan ini diharapkan dapat menangkal gangguan dari bangsa luar, terutama di wilayah Natuna,”kata Pangdam I/Bukit Barisan dalam sambutannya.

Dimana, Selat Malaka menurutnya perlu mendapat pengamanan secara khusus, melihat Selat Malaka merupakan jalur penting, sehingga upaya pihak asing untuk menyusup ke Indonesia itu lebih mudah, maka sangat diperlukan pengamanan khusus.

“Danyon harus bisa menjaga amanah dan ingat tugas adalah kehormatan, selain itu teruskan laksanakan latihan secara rutin dan profesional agar menjadi prajurit yang lebih baik,” pesannya pada Danyon Komposit 1/Gardapati dan anggota TNI lainnya.

“Selain itu, TNI harus menjaga sinergitas dan solidaritas bersama unsur pemerintah untuk melindungi kedaulatan NKRI,”ucapnya.

Peresmian ditandai dengan pergantian atribut lama ke baru termasuk baret lama ke baret baru serta penyerahan tongkat komando oleh Mayjen TNI Ibnu Tri Widodo, S.I.P kepada Danyon Letkol Inf. Ahma Daud Harahap.

Berikutnya, Mayjen TNI Ibnu Tri Widodo, S.I.P membuka Tunggul Batalyon, Kegiatan peresmian itu diikuti ratusan anggota TNI, dan di hadiri oleh Wakapolda Kepri, Wakil Bupati Natuna, Ngesti Yuni Surapti, Ketua DPRD Natuna, Yusripandi berserta anggota DPRD Natuna, unsur OPD dan FKPD Natuna. (Tim)

Noor Lizah Kukuhkan Bunda Tagana Bintan

KEPRI- Bunda Tagana Provinsi Kepri, Hj Noor Lizah Nurdin Basirun mengatakan peran anggota Tagana Siaga Bencana yang berbasis relawan masyarakat sangat dibutuhkan dalam penanggulangan bencana di negeri ini. Mereka harus mengedepankan prinsip cepat dan tepat dalam upaya penanggulangan bencana sesuai dengan tuntutan keadaan.

“Prioritas apabila terjadi bencana, utamakan pada kegiatan penyelamatan jiwa manusia, khususnya kelompok usia rentan atau lanjut usia, penyandang disabilitas, anak-anak dan perempuan,” kata Noor Lizah saat mengukuhkan Bunda Tagana Bintan di Pantai Pesona Dugong Desa Malang Rapat, Kabupaten Bintan, Kamis (2/8) petang. Noor Lizah mengukuhkan Debby Maryanti Apri sebagai Bunda Tagana Bintan dengan penyematan selempang.

Noor Lizah mengatakan, koordinasi dan keterpaduan agar dilakukan dengan baik dan saling mendukung dalam upaya penanggulangan bencana. Tagana harus berdaya guna dan berhasil guna khususnya dalam mengatasi kesulitan masyarakat dengan tidak membuang waktu, tenaga dan biaya.

“Tetap membangun kemitraan dengan menjalin kerjasama yang baik terhadap pihak terkait,” kata Noor Lizah.
Menurut Noor Lizah, bencana datang begitu tiba-tiba tanpa diundang. Untuk itu, Tagana harus mampu melakukan kesiapsiagaan atas bencana yang menimpa secara tiba-tiba itu.

Di antaranya, kata Noor Lizah melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna dengan mempersiapkan perlengkapan dan bantuan darurat. Semuanya itu untuk memenuhi kebutuhan dasar pada saat keadaan darurat bencana terjadi.

“Penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab kita semua utamanya kepada para anggota Tagana yang dikoordinasikan oleh pemerintah,” kata Noor Lizah.

Sebelum pengukuhan, Tagana Kabupaten Bintan terlebih dahulu menyelenggarakan jambore dengan tema Tagana Bintan Berbakti Membangun Bintan Gemilang. Saat itu juga dilakukan apel siaga bencana.

Tampak hadir pada kesempatan itu Bupati Bintan Apri Sujadi, Sekda Bintan, Kadis Sosial Provinsi Kepri Doli B, Kadis Sosial Bintan Naharudin S. Ag dan puluhan anggota Tagana Bintan yang ikut Jambore. (QQ)

DPRD Bintan Sahkan 3 Perda

BINTAN– Tiga Rancangan Peraturan Daerah telah ditetapkan menjadi Peraturan Daerah melalui Sidang Paripurna DPRD Bintan yang digelar Selasa (31/7) sore.

Ketiga Ranperda tersebut antara lain Ranperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2017, lalu Ranperda Tentang Perubahan Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2016 Tentang RPJMD Tahun 2016-2021 dan Ranperda Tentang Perangkat Desa.

Pengesahan 3 Perda ( Peraturan Daerah ) tersebut disahkan dan dihadiri oleh Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos, Ketua DPRD Kabupaten Bintan Nesar Ahmad, Wakil Bupati Bintan Drs H Dalmasri Syam MM, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bintan Trijono , Sekda Kabupaten Bintan Drs Adi Prihantara MM serta unsur Anggota DPRD Kabupaten Bintan dan OPD Kabupaten Bintan.

Bupati Bintan H Apri Sujadi, S.Sos saat ditemui usai rapat paripurna mengatakan bahwa dirinya berharap dengan disahkannya ketiga perda tersebut maka apa yang menjadi tujuan terkait visi misi daerah hendaknya dapat tercapai. Selain itu, dirinya juga mengungkapkan terimakasih kepada Tim Pansus DPRD Kabupaten Bintan yang dengan semangat bahu membahu sehingga tercapainya hasil dengan ditetapkannya menjadi Peraturan Daerah ( Perda ).

” Kita ucapkan banyak terimakasih kepada rekan-rekan DPRD Kabupaten Bintan melalui Tim Pansus yang sudah berkerja keras hingga ditetapkannya 3 Ranperda tadi menjadi Perda,” tutupnya. (Rls)

POPDA VII di Kabupaten Lingga Dimulai

LINGGA– Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kepri ke VII resmi dibuka Gubernur Kepri Nurdin Basirun, di lapangan Merdeka Dabosingkep, Selasa (24/7).

Nurdin mengapresiasinya Pemkab Lingga karena mampu menyelenggarakan beberapa even provinsi dengan baik.

“Lingga ini hebat, semua even-even besar di Lingga, nanti ada tamu besar lagi dari berbagai negara ke Lingga. Ambil yang hebat itu,” kata Nurdin Basirun pada saat sambutannya dalam pembukaan tersebut.

Dikatakan Gubernur, untuk mendukung penyelenggaraan even sekelas POPDA, provinsi menggelontorkan dana tidak sedikit. Bahkan Nurdin menjanjikan prioritas peningkatan sarana prasaran olahraga di Lingga.

“Apapun yang pak Bupati minta kita berikan, demi meningkatkan sarana dan prasarana olahraga di Lingga. Seperti stadion lapang Merdeka ini tinggal ada penambahan sedikit saja lagi. Nanti kita bantu apapun itu untuk prasarana olahraga lain” katanya.

Dia juga mengajak membangun Lingga menuju provisi Kepri semakin baik. Para atlet yang bertanding merupakan bentuk bela terhadap negara. Rasa terimakasih disampaikan kepada atlet yang telah berupaya memberi kontribusibya demi majunya olahraga di Provinsi Kepri.

“Panitia sudah bagus dan juga didukung penuh masyarakat Lingga, yang saya lihat mereka sudah siap semua menyelenggaran even POPDA ini. Karena ini pekerjaan-pekerjaan berat, tenyata kita mampu,” ucap Gubernur Kepri.

Pembukaan ditandai dengan pemotongan balon oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun didampingi Bupati Lingga, Alias Wello, Wakil Bupati dan pejabat-pejabat lainnya baik dilingkungan pemerintah provinsi maupun di Kabupaten/Kota. (MC)