Minggu, Mei 3, 2026
Beranda blog Halaman 1069

Pos Indonesia Peduli Korban Bencana Gempa Bumi Pulau Lombok

TANJUNGPINANG- PT Pos Indonesia (Persero) turut prihatin dan berduka dengan bencana gempa bumi yang terjadi di pulau Lombok dan sekitarnya.

Sebagai bentuk empati dan kepedulian kepada korban bencana, PT Pos Indonesia membuka Pos Peduli Korban Bencana Alam Gempa Bumi di Pulau Lombok. Dan PT Pos berkomitmen untuk membantu pengiriman bantuan maupun donasi dalam bentuk uang dari seluruh wilayah di Indonesia tanpa dipungut biaya.

Jangka waktu Pos Peduli Korban Bencana Gempa Bumi Pulau Lombok sampai dengan 31 Agustus 2018.

Bagi masyarakat yang ingin mengirimkan bantuan kepada para korban bencana, dapat menggunakan layanan Pos Kilat Khusus. Sekali lagi, tanpa dikenakan biaya apapun.

Ketentuan sebagai berikut:

Berat maksimum per kiriman/koli 20 Kg

Kiriman tidak berisi makanan yg mudah rusak/busuk atau cairan

Donasi berupa barang dapat diserahkan melalui Kantor Pos di seluruh Indonesia, kecuali Agenpos

Tujuan Kiriman : Pos Peduli Korban Bencana Alam Gempa Pumi Pulau Lombok 

u.p Kantorpos Mataram 83000

Atau alamat posko yang sudah ditentukan oleh pengirim sebagai donatur untuk tujuan Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Timur.

Adapun donasi berupa uang dapat disetor melalui:

Rekening giropos (di Kantorpos) :
Nomor Rekening : 00123456789   
Atas Nama : PT Pos Indonesia (Persero)
cq Rekening Pos Indonesia Peduli

Transfer bank :
Melalui kode virtual account 200 999 0099 00123456789

Malam Pisah Sambut Kajari Tanjungpinang

TANJUNGPINANG- Jabatan Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungpinang (Kajari) Tanjungpinang resmi berganti. Kajari yang sebelumnya dijabat Herry Ahmad Pribadi resmi digantikan Ahelya Abustam.

Maka, Senin malam, (06/08/2018) Kajari Tanjungpinang mengadakan acara pisah sambut di Ballroom Hotel CK Tanjungpinang.

Herry Ahmad Pribadi dalam sambutannya menyampaikan permohonan maaf bila selama 3 tahun 10 bulan menjalankan tugas sebagai kepala kejaksaan membuat kesalahan.

“Dan untuk ibu Ahelya Abustam saya ucapkan selamat bertugas,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Herry juga menyampaikan kepada Kajari yang baru untuk melanjutkan kerja sama yang telah dibangun dengan Pemerintah Kota Tanjungpinang.

“Sebenarnya saya sedih meninggalkan Kota Tanjungpinang ini, karena disini seperti tanah kelahiran kedua bagi saya. Mohon doa bagi semua pihak, agar nantinya di tempat tugas saya yang baru, yaitu di Kejagung saya akan lebih cepat beradaptasi dan menorehkan prestasi yang baik tentunya di kemudian hari,” ujar Herry.

Ahelya Abustam mengatakan semula dirinya bertugas di Makasar. Dan terhitung sejak 5 Juli 2018, dirinya dipercaya menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Tanjungpinang.

Shely sapaan akrabnya, juga turut memperkenalkan suaminya yang berprofesi sebagai pilot di maskapai penerbangan swasta, dihadapan para tamu undangan.

“Saya mohon dapat diterima di Kota Tanjungpinang ini. Dan semoga ke depan kerja sama yang baik yang sudah dijalankan Kajari yang lama bersama pemerintah daerah dapat saya lanjutkan dengan baik,” kata Shely.

Pj. Walikota Tanjungpinang Raja Ariza  mengucapkan selamat bertugas kepada Herry Ahmad Pribadi di Kejaksaan Agung. “Semoga tali silahturahmi di antara kita akan tetap terjalin,” katanya.

Dan kepada Ahelya Abustam, Kajari yang baru, Raja berharap ke depan dapat membantu mengawal Pemerintahan Kota Tanjungpinang dengan baik.

“Dan dapat bermanfaat bagi masyarakat,” tukasnya.

Hadir pada malam pisah sambut Sekda Tanjungpinang Riono, Ketua DPRD Kota Tanjungpinang Suparno, Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi, Walikota Tanjungpinang terpilih H. Syahrul, S.Pd, Wakil Walikota terpilih Rahma, serta Anggota DPRD Tanjungpinang. (DK)

Polres dan Ormas Natuna Galang Dana untuk Lombok

Natuna – Polres Natuna melalui Satlantas dan beberapa organisasi massa (Ormas) yang ada di Kabupaten Natuna mengadakan aksi Pray For Lombok. Kegiatan ini digelar guna mengalang bantuan dana bagi korban bencana gempa bumi yang terjadi di Lombok.

Pengalangan dana di laksanakan di dua titik di simpang empat lampu merah Masjid Al-Jamik dan simpang tiga Puskesmas Ranai.

Menurut Kapolres Natuna AKBP Nugroho Dwi Karyanto SIK, aksi galang dana ini merupakan aksi kemanusiaan untuk berempati kepada saudara-saydara kita di Lombok yang terkena musibah Gempa Bumi beberapa hari lalu.

“Ini aksi solidaritas yang dilakukan oleh semua lapisan masyarakat, termasuk Polri yang bertujuan untuk membntu meringankan beban penderitaan sodara-sodara kita di Lombok,”ucap Kapolres Rabu 8 Agustus 18, sore.

Lanjut Kapolres, selain turun ke jalan kita juga menggalang dana secara internal di seluruh jajaran Polres Natuna secara sukarela. Hasil penggalangan dana tersebut, setelah terkmpul akan di serahkan ke Satuan dan selanjutnya, dikirim ke Lombok.

“Saya juga memohon maaf tidak dapat hadir dan mengikuti aksi tersebut dikarenakan saya sedang ada kegiatan di luar,” ucapnya.

Natuan Pray for Lombok itu dimotori oleh Polres Natuna dan diikuti oleh puluhan personil Polres Natuna, Komunitas Muda Natuna (Komuna), sejumlah awak media dan belasan anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Natuna.

Kegiatan ini akan dilaksanakan kembali dalam minggu ini, akan tetapi jadwalnya akan dibahas terlebih dahulu dengan Ormas-oramas yang turut serta. (Putra)

Warga Batam Diminta Meriahkan HUT RI

BATAM– Perkantoran baik pemerintah maupun swasta dianjurkan untuk mengibarkan Bendera Merah Putih selama satu bulan penuh, 1-31 Agustus. Pengibaran bendera ini dilakukan mulai pukul 06.00-18.00 WIB setiap harinya.

Selain kantor, imbauan serupa juga disampaikan kepada perguruan tinggi, sekolah, rumah sakit, pusat perbelanjaan, toko, serta rumah penduduk. Tak hanya mengibarkan bendera, masyarakat juga diminta untuk membersihkan pekarangan dan lingkungan. Kemudian melakukan pengecatan, pemasangan lampu hias, umbul-umbul, dan gapura.

“Kepada seluruh masyarakat juga dianjurkan untuk mengikuti Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia pada tanggal 15 Agustus 2018 pukul 09.00 WIB melalui media elektronik dan mengikuti rangkaian acara yang digelar oleh Pemerintah Kota Batam,” kata Walikota Batam, Muhammad Rudi dalam surat edarannya.

Surat tersebut juga menyebutkan tentang rencana Pemko Batam menggelar kegiatan pawai dalam rangka memeriahkan Peringatan HUT Ke-73 RI ini. Pawai pembangunan, pawai budaya, dan pawai kendaraan hias Semarak Kemerdekaan akan dilaksanakan pada 18 Agustus 2018 bertempat di Kompleks Edukits Batam Centre mulai pukul 13.00 WIB.

“Untuk itu diminta partisipasi dan keikusertaan semua elemen masyarakat Kota Batam seperti paguyuban, ormas serta instasi pemerintahan dan swasta untuk mengikuti kegiatan dimaksud,” ujarnya.

Selain pawai, Pemko Batam juga mengadakan lomba pembuatan gapura dengan corak penampilan semarak merdeka pada 1-17 Agustus 2018. Pemenang lomba akan diberikan hadiah berupa uang pembinaan dan trofi oleh Walikota Batam.

Informasi dan konfirmasi keikusertaan dalam kegiatan tersebut dapat menghubungi sekretariat panitia Penyelengaraan Peringatan HUT Ke-73 Republik Indonesia Tingkat Kota Batam Tahun 2018 di Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setdako Batam, Kantor Walikota Batam. Atau ke hubungi, Liza (HP 085364387044), Zuliyana (HP 081270033820), dan Anisa (HP 081277700543). (MC)

Dokter Gigi Trisakti Bakti Sosial di Bengkong

BATAM– Puluhan dokter gigi koas atau dokter muda dari Universitas Trisakti melaksanakan Kegiatan Pengenalan Lapangan (KPL) 2018 di Kota Batam. Kegiatan berbentuk pengobatan serta penyuluhan kesehatan gigi dan mulut ini digelar Senin-Rabu (6-8/8) di Kecamatan Bengkong. Acara pembukaan dilaksanakan di MTsN 1 Batam dengan menghadirkan seratus lebih dokter gigi dan calon dokter gigi.

Dekan Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti (FKG Usakti), Tri Erri Astoeti mengatakan KPL tahun ini pihaknya bekerjasama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Pengurus Wilayah Kepulauan Riau. Selain itu alumni FKG Usakti di Provinsi Kepri pun tak mau ketinggalan mengambil bagian dalam aksi sosial ini.

“Ada 13 dokter gigi spesialis. Kemudian dibantu dokter gigi PDGI Pengwil Kepri, 50 dokter gigi yang turun langsung. Sisanya koas dan panitia,” papar Tri.

Ia berharap kegiatan yang dilakukan calon dokter gigi dan dokter gigi alumni Usakti ini bisa bermanfaat bagi masyarakat Batam, khususnya di wilayah Bengkong.

Walikota Batam, Muhammad Rudi menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Batam untuk kegiatan FKG Usakti ini. Ia berharap tahun-tahun berikutnya kegiatan serupa kembali diadakan di Batam.

“Mungkin tahun depan di Batuaji,” kata Rudi menyebutkan nama kecamatan lainnya.

Kepada anak-anak MTsN yang hadir di seremoni KPL tersebut, Rudi mengajak untuk rajin belajar. Karena mana tahu ke depannya ada yang tertarik untuk melanjutkan pendidikan ke kedokteran seperti mahasiswa FKG Usakti tersebut.

“Saya ingin suatu waktu nanti Batam dikenal jadi kota tujuan pelayanan kesehatan. Sekarang orang kita masih larinya ke Malaka, Johor. Ayo, sama-sama kita wujudkan mimpi ini. Saya ingin pendidikan dan kesehatan, terkenal di Batam. Dengan begitu artinya kita sudah bisa bersaing,” tutur Rudi. (MC)

Rakor TKPKD: Komitmen Tanggulangi Kemiskinan

TANJUNGPINANG- Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Drs. Riono, M.Si mengungkapkan bahwa program pengentasan kemiskinan perlu ditindaklanjuti dengan mengintegrasikan pola penyusunan anggaran yang diusulkan dari masing-masing OPD, dengan begitu kemiskinan di Kota Tanjungpinang bisa kita atasi secara berkesinambungan.

“Pola ini sebagai upaya untuk mengurangi angka kemiskinan di Kota Tanjungpinang. Namun kita harus optimis angka kemiskinan dapat menurun melalui penggaran dari tiap-tiap OPD yang disesuaikan dengan kebutuhan dan dilakukan secara berkesinambungan”.

Hal itu yang dijelaskan Sekda Riono saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kota Tanjungpinang mengenai

Permasalahan Kemiskinan dan Rencana Kerja Program Pengentasan Kemiskinan, di ruang rapat Kantor Bappelitbang Tanjungpinang, Kamis 4 Agustus 2018 kemarin.

Dalam rapat tersebut, Sekda jug menyajikan data BPS tentag jumlah penduduk miskin di Kota Tanjungpinang. Data tersebut menunjukkan 2017 jumlah penduduk miskin di 4 Kecamatan sebanyk 19.190 jiwa atau 9,29 persen.

Untuk jumlah rumah tangga dan individu menurut status kesejahteraan, diperoleh data terpadu rumah tangga miskin di Kota Tanjungpinang di masing-masing kecamatan, yaitu 2.264 di Kecamatan Bukit Bestari, 3.824 di Kecamatan Tanjungpinang Timur, 1.665 di Kecamatan Tanjungpinang Kota dan 2.443 di Kecamatan Tanjungpinang Barat.

Sedangkan untuk program jaminan kesehatan, jumlah peserta penerima bantuan dari pemerintah daerah sebanyak 17.993 jiwa dari 258.478 jiwa jumlah penduduk Kota Tanjungpinang. Program perlindungan sosial diberikan beberapa segmen seperti program bantuan pangan non tunai sebesar Rp110.000/bulan dengan jumlah penerima 8.450 jiwa, program keluarga harapan yang memperoleh Rp500.000/bulan sebanyak 5.506 jiwa, program sembako yang dibayarkan perbulannya sebesar Rp12.000 penerimanya sebanyak 12.000 jiwa dan program Indonesia pintar untuk SD sebanyak 5.895 siswa dan SMP sebanyak 3.596 siswa.

Sekda menilai permasalahan yang terjadi dengan angka kemiskinan yang menurun tersebut relatif menurun kecil atau lambat. Pemutakhiran dan verifikasi validasi data BDT (Basis Data Terpadu) sebanyak 10.196 KPM belum tuntas. Sebaiknya intervensi program OPD belum optimal memenuhi sasaran berbasis BDT dan diharapkan adanya integrasi lintas sektoral terkait program pengentasan kemiskinan.”tuturnya

Kepala Bappelitbang Kota Tanjungpinang, Drs. Surjadi, MT dalam rapat tersebut mempresantasika strategi penanggulangan kemiskinan yang ditargetkan pada cakupan perlindungan sosial, perluasan lapangan kerja dan peningkatan kualitas hidup serta pengembangan sarana dan prasarana dasar bagi masyarakat. Hal tersebut dipandang perlu dilakuka, tetapi harus menyesuaikan dengan usulan-usulan dari OPD dalam anggaran yang akan disusun pada APBD perubahan 2018 atau APBD murni 2019.”tandas Surjadi.

Dia menerangkan bahwa telah mengklasifikasikan sasaran program penanggulangan kemiskinan atas 4 kelompok, yaitu individu dan keluarga, masyarakat dan komunitas, pemberdayaan usaha kecil dan mikro serta harga murah untuk rakyat. Pembagian klasifikasi tersebut bertujuan untuk memudahkan para kepala OPD dalam penyusunan anggaran.

“Program pengentasan kemiskinan ini juga tidak saja bersumber dari dana APBD saja, tetapi kita akan berupaya agar bersumber dari dana APBN, dengan begitu semua program kemiskinan dapat terlaksana sesuai harapan kita bersama dalam menekan jumlah kemiskinan di Kota Tanjungpinang,” harapnya. (Red/Hum)