TANJUNGPINANG- Pergelaran Kirab Pemuda 2018 melaksanakan kegiatan jalan santai dan senam bersama di Jembatan 1 Dompak. Kegiatan ini turut diikuti oleh Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul, S.Pd dan Wakil Walikota Tanjungpinang, Hj. Rahma, S.IP, Sabtu (22/9).
Jalan santai yang juga diikuti ratusan pelajar dan mahasiswa ini diselenggarakan dalam rangkaian Kirab Pemuda 2018 dari Kementerian Pemuda dan Olahraga yang menjadi titik tumpu di Kepri adalah Kota Tanjungpinang.
Syahrul dan Rahma tampak semangat mengikuti jalan santai tersebut dengan berjalan menuju Pulau Dompak melalui Jembatan 1. Seusai jalan santai dilanjutkan senam bersama dan pembagian doorprize dengan berbagai hadiah menarik yang telah disiapkan oleh panitia. (Red/Hum)
TANJUNGPINANG- Kirab Pemuda merupakan sebagai salah satu program unggulan Kemenpora dibidang Kepemudaan. Dan Tanjungpinang merupakan salah satu daerah yang menjadi titik singgah, dan disambut langsung oleh Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang, yang dipusatkan di Balai Adat Pulau Penyengat, Jumaat, (21/9).
Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul, S.Pd menyambut dengan suka cita dan mengucapkan selamat datang di Kota Tanjungpinang, Ibukota Propinsi Kepulauan Riau.
“Kepada seluruh wakil pemuda se Indonesia, dan tentunya pada kesempatan hari ini kita sedang berada disebuah pulau bersejarah, yaitu pulau Penyengat, dimana pulau ini ada 2 pahlawan yang menjadi kebanggaan masyarakat Kota Tanjungpinang, Raja Ali Haji dan Raja Haji Fissabilillah, untuk itu manfaatkan kesempatan ini untuk mempelajari sejarah yang ada di Bumi Melayu ini, khususnya di Pulau Penyengat ini, ada Gurindam 12 karangan dari Raja Ali Haji yang isi di dalamnya itu mengandung tentang tunjuk ajar, perilaku dan karakter. Maka dari itu gunakan waktu ini sebaik mungkin untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan tentang sejarah yang ada di Kota Tanjungpinang,” terang Syahrul.
Syahrul juga menambahkan bahwa Kota Tanjungpinang ini adalah kota yang sudah cukup tua, usia Tanjungpinang saat ini sudah mencapai 233 tahun, maka dari itu banyak sekali sejarah yang dapat dipelajari terkhusus kerajaan melayu yang ada di Tanjungpinang.
“Sebagai pemuda harus mempunyai jiwa semangat dan berjuang untuk membangun negara kita yang tercinta ini, dan harus kita tanamkan jiwa kebangsaan dimulai dari usia pemuda saat ini, agar saat dewasa nanti dapat kita implementasikan dalam kehidupan sehari hari,” tutup Syahrul.
Ketua Panitia Drs. M. Ikhsan, M.Si menyampaikan dalam laporannya bahwa Kirab Pemuda ini merupakan utusan dari Pemuda seluruh indonesia. “Dari hasil seleksi yang cukup ketat, yang tentunya pemuda yang terpilih akan melewati seluruh wilayah nusantara, dari Sabang sampai Merauke dan akan berakhir sampai bulan November 2018.
Nantinya selain napak tilas di Pulau penyengat, para peserta akan dibawa oleh panitia untuk tinggal atau Homestay di Kampung Pelangi KM. 6, tentunya untuk berbaur bersama masyarakat, khususnya masyarakat pesisir sampai tanggal 25 september 2018.
“Selain di Kampung Pelangi, kami juga akan membawa para pemuda ini ke Kabupaten Bintan, antara lain ke Lagoi atau ke pantai Trikora dan selanjutnya akan bersiap-siap untuk kembali melanjutkan Kirab Pemuda ke Propinsi Jambi, yang akan dilepas langsung oleh Gubernur Kepri,” tutup Ikhsan.
Turut hadir dalam penyambutan Kirab Pemuda 2018, Plh. Kadispora Propinsi Kepri, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Tanjungpinang, Camat Tanjungpinang Kota, Lurah Penyengat serta beberapa OPD di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang. (Hum)
TANJUNGPINANG– H. Syahrul, S.Pd – Hj.Rahma, S.IP resmi sebagai Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang, periode 2018-2023. Dengan demikian, masa tugas H. Lis Darmansyah,S.H, sebagai Wali Kota Tanjungpinang berakhir sudah. Wali Kota terpilih, H. Syahrul, S. Pd mengucapkan rasa syukur dan terima kasih setelah ditetapkan dan dilantik langsung oleh Gubernur Kepuluan Riau (KEPRI) Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si. sebagai Wali Kota Tanjungpinang berjalan lancar tanpa ada gugatan di Aula Gedung Daerah, Jum’at (21/09), pukul 07.00 Wib.
Nurdin berpesan kepada Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang dapat bekerja sama dengan seluruh pemerintah terkait untuk pembangunan dan kesejahteraan perekonomian masyarakat Tanjungpinang.
Setelah pelantikan, H.Lis Darmansyah,S.H, tampak santai dengan jas hitam mengenakan dasi merah dan baju putih mengatakan dirinya pamit kepada warga yang telah ia pimpin selama 5 tahun di Kota Tanjungpinang.
“Saya mengharapkan kita bisa menghargai dan menghormati perbedaan untuk menyatukan presepsi membangun kota Tanjungpinang. Saya pikir juga Walikota yang baru mempunyai visi dan misi untuk membawa Tanjungpinang lebih maju serta untuk mensejahterakan rakyat,” ujarnya.
Kini pasangan Syahrul-Rahma menjadi pemimpin warga Tanjungpinang. Syahrul menjelaskan untuk ke depannya Pemerintah Kota (Pemko), Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemerintah Pusat bersinergi bersama-sama dengan melakukan rapat untuk membangun perekonomian kota Tanjungpinang,
“Program hari pertama saya melakukan rapat koordinasi tentang evaluasi atau kekurangan yang belum tercapai di Kota Tanjungpinang dan juga terkait isu dari masyarakat, salah satunya tentang Tri lomba juang gerak jalan tahunan yang ditiadakan itu rencananya akan diganti dengan acara HUT Otonomi Kota Tanjungpinang yang disisipkan Tri lomba juang gerak jalan yang pasti namanya akan diganti nantinya sambil menunggu keputusan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” terang Syahrul kepada GerbangKepri.com di aula Gedung Daerah
“Harapan saya juga seluruh pemerintah atau stakeholder dapat bekerja sama terutama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kita dapat bekerja dengan sungguh-sungguh agar kedepannya etos atau moral kerja bisa kita hidupkan bersama,” harap Syahrul.
Hadir dalam acara tersebut Gubernur Kepuluan Riau (KEPRI) Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si. Wakil Gubernur Kepuluan Riau (KEPRI) H. Isdianto, S.Sos,M.M,Walikota lama Tanjungpinang H.Lis Darmansyah,S.H, Penjabat Walikota Drs Raja Ariza,MM, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Drs. Riono, M. Si,Komandan Satuan TNI/Polri Kepri, FKPD Kepulauan Riau, SKPD Kota Tanjungpinang, Walikota/Bupati se-Provinsi Kepri dan undangan lainnya. (RZ)
TANJUNGPINANG– Festival Bahari Kepri (FBK) 2018 merupakan tekad dan semangat dari Pemerintah Provinsi Kepri untuk menjadikan daerah ini sebagai ‘Gerbang Wisata Bahari’ di Kepri, yang merupakan rangkaian kegiatan dalam mendukung program-program yang dialokasikan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah.
Dalam pembukaan acara FBK yang di gelar di Halaman Gedung Daerah Provinsi Kepri, Jum’at (21/09) sekitar pukul 19.30 WIB, Gubernur Kepuluan Riau Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos, M.Si langsung meresmikan acara tersebut.
Hadir juga dalam acara tersebut Wakil Gubernur Kepri H. Isdianto, S.Sos, MM, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Drs. Buralimar M.Si, Staf Ahli Bidang Multikultural dan Ketua Tim Calender Of Event Kementrian Pariwasata Republik Indonesia Dra. Esthy Reko Astuti M.Si, Seketaris Daerah Provinsi Kepri Dr. H. Tengku Said Arif Fadilah, serta para tamu undangan lainnya.
Sekapur sirih untuk Staf Ahli Bidang Multikultural dan Ketua Tim Calender Of Event Kementrian Pariwasata Republik Indonesia Esthy Reko Astuti.
Dalam Sambutannya dan sekaligus meresmikan Festival Bahari Kepri (FBK), Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengatakan “Kepri ini jika potensi wisatanya dikelola dengan baik terutama di Bidang Bahari dan Kemaritiman itu bukanlah hal yang sulit untuk mendorong para Wisatawan Mancanegara untuk berkunjung kesini, disini kita harus mempunyai komitmen dan tekad secara bersama-sama, untuk nantinya kita ciptakan pengendalian atau regulasi ke beberapa tempat-tempat sebagai Checkpoint Wisata, contohnya dari Batam ke Bandara Raja Ali Haji Tanjungpinang perlu diperluas, karena Kepri adalah merupakan pintu Gerbang Perekonomian Dunia,” jelasnya.
“Selain dari Regulasi dan Checkpoint, kita juga harus giat berpromosi, sehingga nantinya dapat mendorong peningkatan wisatawan, dan saya berharap kepada seluruh masyarakat untuk tidak membuang sampah ke Laut, karena itu merupakan daya tarik Wisatawan Mancanegara,” harapnya.
Sementara itu dalam pidatonya, Staf Ahli Bidang Multikultural dan Ketua Tim Calender Of Event Kementrian Pariwasata Republik Indonesia Esthy menjelaskan “ada 3 poin yang akan dibahas tentang Festival Bahari Kepri (FBK) 2018 ini, yang pertama saya mengucapkan selamat kepada Kepri yang menjadi ‘Gebang Wisata’ dan juga saat ini sedang merayakan HUT Provinsi Kepri yang ke- 16, kegiatan FBK ini sudah masuk di Calender Of Event 2017-2018 dan didukung, serta dipromosikan oleh Generasi Pesona Indonesia,” ucapnya.
Gubernur menyaksikan karya peserta lomba foto.
“Selanjutnya yang ke dua tentang Kepuluan Riau (KEPRI) yang tahun ini menargetkan Wisatawan Mancanegara 2.225.000 ribu sekian, tentunya untuk mencapai target ini kita harus mempunyai potensi yang memiliki daya tarik dan kunjungan Wisatawan yang ditargetkan sekitar 500 ribu, dan kemudian yang ke tiga terkait Pariwisata untuk mencapai tersebut, kita mengembangkan dengan melakukan pendekatan secara marketing, karena Kepri adalah wilayah yang berdekatan dengan Negara Malaysia dan Singapora, termasuk budayanya yang bisa memberikan peluang untuk pencapaian target,” papar Esthy.
Kelapa Dinas Pariwisata Provinsi Kepri Buralimar.
Di temui ditempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar saat di temui oleh gerbangkepri.com disela-sela kegiatan tersebut mengatakan, ”bahwa peserta ditahun sebelumnya dengan saat ini berbeda dikarenakan konten acara kita tidak sama, contohnya seperti lomba yang ada di tahun 2017, untuk tahun 2018 ini sebagian ditiadakan, dikarenakan keterbatasan, selain itu FBK juga memiliki tantangan, namun demikian tantangan tersebut dijadikan sebagai potensi dalam meningkatkan Kepri, sebagai salah satu hal yang menjadi tantangan contonya Jet Ski yang memiliki perizinan yang panjang dan perlu berkoordinasi dengan pihak luar seperti peserta dari Malaysia, di sisi lain antusias atau partisipasi masyarakat dalam menyambut FBK 2018 juga cukup baik,” terang Buralimar.
“Untuk ditahun ini kita mengedapankan perlombaan dilaut sekitar 70%, sedangkan budaya hanya 30%, dengan harapan saya ini tetap menjadi agenda Pariwisata, dan juga tetap masuk di Calender Of Event kita, yang dapat meningkatkan disalah satu lomba nantinya adalah Jet Ski yang nantinya bisa menjadi kejuaraan tersendiri, dan bisa diikutkan di tingkat Eropa juga, tidak hanya di Asia saja,” harapnya.
Laporan Ketua Panitia FBK 2018 yang juga Sekda Provinsi Kepri TS Arif Fadillah.
Penyampaian beberapa laporan pelaksanaan FBK 2018 dalam rangkaian acara dan lomba oleh Ketua Panitia sekaligus Seketaris Daerah (SEKDA) Provinsi Kepri, TS Said Arif Fadillah menjelaskan, ”Kesuksesan Festival Bahari Kepri 2017 membuktikan bahwa potensi bahari kita sangatlah layak di kedepankan untuk meningkatkan angka kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Kepri,” katanya.
“Jumlah wisatawan mancanegara di tahun 2017 ada sekitar 2.740.000 ribu, kemungkinan diakhir tahun, angka atau target yang dicapai untuk tahun ini dapat tercapai,” ujarnya.
“Selain itu, Kepri dijadikan ‘Gerbang Wisata’ di bagian barat, menimbang dari kondisi geografis yang cukup baik, dari luas wilayah terdiri dari 60 % Lautan, dan 4% Daratan, serta regulasi baru Peraturan Presiden No 21 tahun 2016 yang mendapatkan bebas visa kunjungan ke Indonesia,” terang Arif.
“Festival Bahari Kepri 2018 akan berpusat di Kota Tanjungpinang, pelaksanaan pada tanggal 21-23 September adalah perlombaan Jet Ski Expedition yang diikuti dari Negara Malaysia, Singapura, China, dan Indonesia, lomba Sampan Layar dan Jong 21-23, lomba Foto dan Drone, 21-24 lomba Tulisan Online, Tanggal 22 September lomba Pentas Seni dan Sastra, lomba Mooncake Festival, Tanggal 22-23 September lomba Permainan Tradisional Gasing ,lomba Parade Layang-Layang, 24 September penutupan Festival Bahari Kepri 2018 sejalan dengan Perayaan HUT Provinsi Kepri yang ke 16”, paparnya.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat dalam mensukseskan Festival Bahari Kepri 2018, yang tidak bisa diucapkan satu persatu”. tutup Arif. (RZ)
TANJUNGPINANG– Sekolah, Orang tua dan masyarakat harus saling peduli dan diperlukan kerja samanya. Dengan saling memberi saran dan pesan yang bisa meningkatkan kualitas sekolah. Dalam penerapan Pendidikan Keluarga yang dianjurkan oleh pemerintah juga sudah diterapkan di SD Negeri 002 Tanjungpinang Kota.
“Menerapkan Pendidikan Keluarga di sekolah yang melibatkan kerja samanya sekolah, Orang tua dan masyarakat hingga dibentuk satu tim dari para orang tua yaitu ketua, wakil ketua, bendahara dan seketaris yang bertujuan para orang tua lebih peduli terhadap sekolah itu, seperti memperindah ruangan kelas dan menambah sarana seperti kipas angin,” ujar S.E Magdalenawati,S.Pd selaku Kepala Sekolah SDN 002 Tanjungpinang Kota, Kamis (20/09).
Dijelaskan S.E Magdelanawati,S.Pd saat ini dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah yang harus dibagi-bagi pengeluarannya untuk keperluan sekolah belum mencukupi atau masih minim sehingga para orang tua memiliki kesadaran masing- masing dan rasa peduli dengan inisiatif membantu keperluan sekolah.
“Lahan parkir dan lapangan yang terbatas juga menjadi kendala pihak sekolah namun dari masyarakat seperti kelurahan sudah melakukan kerja sama dengan pihak sekolah dan masjid yang berada disamping sekolah juga sudah melakukan kerja sama dalam meningkatkan kegiatan religius atau keagamaan siswa dan siswi,” tambah Magdalenawati kepada gerbangkepri.com di Ruang Kerjanya, Pukul 12.35 Wib.
Selain program pendidikan keluarga terdapat juga prestasi non akademik dan akademik yang diraih di SD Negeri 002 Tanjungpinang Kota. Prestasi non akademik yaitu karate, salah satu pelajarnya sudah ke tingkat nasional. Dan akademik, contohnya di tahun ajaran 2014-2015 kelulusan Ujian Nasional siswa kelas 6 meraih peringkat ke 6 se- Kota Tanjungpinang.
Ruang Belajar SDN 002 Tanjungpinang Kota diakui S.E Magdelanawati masih terbatas. Hanya memiliki 6 Ruang Kelas dengan sistem bergantian (paralel). Siswa didik di sekolah ini, mulai dari Kelas 1,2,3,4,5 dan 6 mengacu kepada Kurikulum 2013 (K 13).
“Untuk menunjang siswa dan siswi yang berprestasi tentunya tidak bisa terlepas dari terpenuhnya kelengkapan fasilitas sarana dan prasarana penunjang dalam proses belajar dan mengajar, di sini kita kekurangan Ruang Kelas,” katanya.
Sekolah yang memiliki jumlah keseluruhan anak didik sebanyak 288 itu berharap kepada Pemerintah Kota Tanjungpinang dapat memperhatikan, khususnya Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang. (RZ)
TANJUNGPINANG– Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tanjungpinang beserta Penjabat Walikota Tanjungpinang menyerahkan sarana drumband untuk SMP Negeri 10 Tanjungpinang, Selasa (18/09) pukul 09.30 Wib.
Dalam sambutannya, Penjabat Walikota Raja Ariza mengatakan drumband merupakan kegiatan positif dan harus dikembangkan di setiap sekolah. “Dalam hal ini juga penyerahan aset alat-alat drumband kami berharap untuk dapat dijaga dengan baik dan juga kami berharap kepada Dispora Kota Tanjungpinang dapat lebih lagi memberi bantuan alat-alat drumband ke sekolah yang lainnya, kami sangat mengapresiasi kepada pihak Dispora yang telah memberi bantuan alat-alat drumband,” katanya.
Ditemui di tempat yang sama, Kepala SMP Negri 10 Tanjungpinang H. Endang Susilowati S,Pd menjelaskan bahwa alat–alat drumband di SMP Negeri 10 sudah ada sejak 15 tahun yang lalu. Dan kegiatan drumband di sekolah tersebut baru diaktifkan kembali 2 tahun yang lalu. Sebagian alat-alat drumband sudah mengalami kerusakan. “Maka dari itu kami mengajukan proposal bantuan alat-alat drumband kepada pihak Dispora, allhamdulilah pihak terkait menyetujui bantuan tersebut,” ujarnya.
“Kami juga sangat sulit untuk mengontrol dan mengangkat akademik sekolah akan tetapi kami lebih memfokuskan kepada ekstrakulikuler seperti Drumband, Pramuka, PMR, Tenis Meja, Takraw, Bola voli, dan silat. Contohnya saja silat yang salah satu anak dari kami sudah ke tingkat nasional. Dan juga drumband yang sudah banyak mengikuti ajang-ajang lomba, di Kijang mendapatkan harapan 2 kemudian pada kegiatan pawai pembangunan mendapatkan juara 3, yang bisa mengharumkan nama sekolah dan sebagai wadah kegiatan positif siswa siswi pelajar SMP Negri 10 Tanjungpinang,” terang Endang Susilowati kepada Gerbangkepri.com saat ditemui di aula.
“Harapan kami untuk ke depan khususnya siswa-siswi kami yang berada di ekstrakulikuler drumband dapat menyamakan dengan sekolah lain yang memiliki kualitas drumbandnya baik. Pastinya disetiap mengembangkan ekstrakulikuler terdapat tantangan, yaitu contohnya kedisplinan. Terutama pada waktu jadi harapan kami semoga dalam kedisplinan pelajar SMP Negeri 10 Tanjungpinang dapat ditingkatkan,” harap Endang.
Hadir dalam acara tersebut Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tanjungpinang Djasman,S.Sos, Penjabat Walikota Drs Raja Ariza,MM beserta Ketua Musyawarah Kepala Sekolah yang diwakilkan oleh Irma Lina, M.Pd dan tamu lainnya. (RZ/WD)