Kamis, Mei 7, 2026
Beranda blog Halaman 1029

Raja Husain : Ajang MTQ Di Harapkan Mampu Menjadi Pembelajaran dan Evaluasi Diri.

Tanjungpinang, GK.com  – MTQ ke- VI tingkat Kelurahan Air Raja resmi di tutup oleh Camat Tanjungpinang Timur, Yeny Trisia Isabella S.Sos, Senin (18/02) di Masjid As- Sakinah, Air Raja.

Lurah Air Raja Husain Alhamid dalam sambutannya mengatakan bahwa MTQ ini dilaksankan sebagai sarana pembelajaran dan evaluasi bagi para anak-anak, serta masyarakat dalam menghayati dan mengamalkan nilai-nilai keagamaan.

“Pemahaman dalam tehnik membaca dan menulis Al- Qur’an secara baik dan benar sangatlah penting kita amalkan di lingkungan kita sehari-hari, demi memberantas buta aksara Al- Qur’an di Negeri Junjungan ini,” ungkap Husain

Ditempat yang sama, Camat Tanjungpinang Timur, Yeny Trisia Isabella dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan tahunan yang di adakan di setiap Kelurahan, lalu menuju ke tingkat Kecamatan.

“Seperti yang kita ketahui bersama, kegiatan MTQ ini merupakan kegiatan rutin Tahunan bagi Kelurahan maupun Kecamatan, saya berharap dengan di adakan MTQ ini nantinya bisa menjadi momen kesempatan untuk anak-anak generasi muda dalam mempelajari Al- Qur’an dan keagamaan,” tutur Yeny.

“Semoga dengan terpilihnya Juara MTQ pada malam ini nantinya mampu membawa nama Kelurahan Air Raja hingga ke tingkat Nasional”. harap Yeny. (MR).

Editor : Milla

Ferry Ismana : MTQ Diharapkan Menjadi Simbol Inspirasi Dalam Kehidupan

Tanjungpinang, GK.com – Pelaksanaan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kelurahan Melayu Kota Piring, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Kota Tanjungpinang resmi ditutup oleh Camat Tanjungpinang Timur, Yeny Trisia Isabella S.Sos, Sabtu (16/02) sekitar  pukul 21.00 Wib, di Masjid Al- Maghfiroh, Jl. Batu 7.

Hadir dalam acara penutupan MTQ tersebut Lurah Melayu Kota Piring Ferry Ismana, Camat Tanjungpinang Timur Yeny Trisia Isabella S.Sos,  para  Ketua RT dan RW se-_Kelurahan Melayu Kota Piring, para Dewan Juri MTQ, tokoh Agama, tokoh Pemuda, para peserta Qori dan Qoria’ah.

Lurah Melayu Kota Piring, Ferry Ismana dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungannya, sehingga dapat terselenggaranya pelaksanaan MTQ ini.

“Selanjutnya, untuk para panitia pelaksana yang telah bersusah payah mensukseskan kegiatan MTQ ini, kami atas nama Kelurahan Melayu Kota Piring juga mengucapkan banyak-banyak terima kasih,” kata Ferry.

“Sebagaimana yang kita ketahui bersama, kitab Suci Al-Qur’an adalah kitab yang diturunkan untuk menjadi pedoman dan peganggan hidup bagi umat Islam di dunia, agar kita memperoleh kebahagian, baik di dunia maupun di akhirat, dimana kitab suci Al- Qur’an merupakan simbol inspirasi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam arti kata, semakin kita mendalami Al-Qur’an semakin yakin lah kita dengan firman Allah SWT,” tutur Ferry.

Ditempat yang sama, Camat Tanjungpinang Timur, Yeny Trisia Isabella dalam sambutannya juga mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan tahunan yang di adakan di setiap Kelurahan, lalu menuju ke Kecamatan, dalam hal ini Kecamatan Tanjungpinang Timur mengharapkan dengan terpilihnya juara MTQ pada malam hari ini nantinya dapat membawa nama Kelurahan Melayu Kota Piring menjadi juara di tingkat Kecamatan maupun  tingkat Nasional nantinya.

“Kegiatan MTQ ini merupakan agenda rutin Kelurahan, bagi para peserta yang mendapatkan juara, saya ucapkan selamat dan jangan cepat berpuas diri, namun tetaplah terus belajar,” ucapnya.

Sementara itu, lanjut Yeny, bagi peserta yang belum mendapatkan juara, janganlah berkecil hati, teruslah belajar sehinga akan menjadi Qori dan Qoriah terbaik dimasa yang akan datang.

“Semoga ajang ini dapat dijadikan motivasi lebih, dalam meningkatkan kemampuan diri mempelajari dan memahami Al- Qur’an”.  tutup Yeny. (MR).

Editor : Milla

Kecamatan Bakung Serumpun Gelar Musrenbang Perdana

Lingga – Wakil Bupati Lingga, M. Nazir membuka secara resmi Musrenbang di Kecamatan Bakung Serumpun, setelah di mekarkan menjadi Kecamatan baru di Kabupaten Lingga, Jumat (15/02).

Dalam Acara Musrenbang yang diselenggarakan di  Kecamatan Bakung itu merupakan perdana di gelar. Hadar juga dalam acara tersebut Ketua PKK Bakung Serumpun, OPD, dan SKPD se- Kabupaten Lingga.

Wakil Bupati Lingga, M. Nizar dalam pidatonya menyampaikan bahwa dalam acara Musrenbang ini, ia berharap kepada para Kepala Desa yang hadir pada kesempatan ini agar dapat menyampaikan program serta usulannya yang selektif, sesuai dengan tema yang telah di angkat yaitu “Dengan Semangatnya Musrenbang Kita Sukseskan Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Yang Menyeluruh Untuk Tercapainya Pembangunan Berkelanjutan dan Peningkatan Daya Saing Daerah”.

“Saat ini, program dasar yang harus menjadi prioritas di antaranya, Kesehatan, Pendidikan maupun Kependudukan yang menyentuh langsung kepada masyarakat dan juga program unggulan sesuai visi misi pemerintahan Awe-Nizar diantaranya program Pertanian, Perikanan, Peternakan dan Pariwisata”, ujarnya.

“Dalam program di setiap OPD haruslah sejalan dengan visi dan misi pemerintahan Awe-Nizar, jangan sampai kegiatannya lain, renstra-nya lain. Maka dari itu saya berharap di Musrenbang tingkat Kecamatan ini harus lebih selektif,” katanya.

Ia juga berharap sebagai Wakil Bupati Lingga, setiap Desa kalau ada permasalahan lahan haruslah berkoordinasi dengan pihak Kecamatan, jangan berjalan sendiri-sendiri, agar tidak tersandung dengan pihak penegak hukum nantinya. (Man).

Editor : Milla

 

Penyair Cilik, Nabilla Putri Akhyar Akan Ramaikan Malam Puncak HPN 2019 Di Lingga

Lingga, GK.com — Dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) ke- 73 Tahun 2019 yang bersamaan dengan Hari jadi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang ke- 73, Panitia Pelaksana Kabupaten Lingga akan mengelar sejumlah lomba diantaranya lomba Fashion Show untuk anak-anak tingkat Sekolah Dasar (SD) putra dan putri usia Maksimal 10 tahun,  serta lomba mewarnai untuk pelajar tingkat Taman Kanak-Kanak (TK).

Dalam acara yang mengusung tema “Casual Fashion”, itu nantinya akan diselenggarakan di halaman Kantor Korwil Singkep, Dinas Pendidikan Kabupaten Lingga, Minggu (17/02)

Ketua Panitia Pelaksana, Jamarigen Tambunan menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan puncak acara dari serangkaian kegiatan yang telah dilakukan beberapa waktu lalu dalam rangka peringatan HPN 2019 dan HUT PWI ke-73.

“Sejumlah persiapan saat ini sedang dituntaskan oleh kawan-kawan, kita berharap kegiatan ini dapat berlangsung sesuai dengan yang sudah di rencanakan” ujar Tambunan.

Menurut Tambunan, selain lomba mewarnai dan Fashion Show, pada malam harinya akan di gelar acara makan gratis masakan khas melayu yang merupakan hasil bumi dari Tanah Bunda Melayu, selain makan bersama serta membagikan hadiah kepada para pemenang lomba, pada malam harinya juga akan diramaikan kehadiran penyair cilik Nabila Putri Akhyar (10) dari Kota Tanjungpinang.

“Nabilla Putri Akhyar adalah seorang penyair cilik yang sudah banyak mendulang prestasi dalam dunia syair, saya berharap dengan kehadiran ia di malam puncak ini nantinya akan menambah kemeriahan acara ini,” tuturnya.

Ditambahkan Tambunan yang saat itu didampingi oleh Sekretaris Panitia, Iman Arifandy, nantinya akan banyak kegiatan lain yang akan disajikan oleh panitia HPN 2019 di Kabupaten Lingga pada malam tersebut.

“Untuk kegiatan HPN tahun ini, kita memang konsentrasi untuk perlombaan tingkat anak-anak, sebab mereka adalah generasi penerus bangsa”. tutup Tambunan. (*).

Editor : Milla

Komisi III Berharap Pusat Lebih Perhatikan Kepri

Jakarta, GK.com – Komisi III DPRD Kepulauan Riau yang membidangi masalah pembangunan melaksanakan konsultasi ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) di Jakarta, (13/02), dalam rangka konsultasi.

Penyambutan Komisi III DPRD Provinsi Kepri, oleh Bappenas di Jakarta

 

Dalam kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III, Widiastadi Nugroho itu meminta agar Pemerintah Pusat agar lebih fokus dan memperhatikan Provinsi Kepulauan Riau.

“Provinsi kita ini adalah wilayah terdepan yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari laut dan berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga,” kata Widiastadi.

Suasana saat rapat bersama Bappenas di Jakarta

 

Menurut Widiastadi, saat ini Pemerintah Pusat di rasa belum optimal dalam melakukan pembangunan di wilayah Provinsi Kepulauan Riau, yang merupakan Daerah Kepulauan yang tergolong wilayah terdepan, tertinggal dan terluar.

“Artinya kalau hanya mengandalkan APDB Kepri yang hanya Rp 3,5 triliun tentulah tidak akan bisa optimal dalam melaksanakan pembangunan di Kepri ini,” tutur dari pria yang kerap disapa Mas Iik.

“Untuk membangun sebuah wilayah yang memiliki karakteristik Kepulauan membutuhkan dana yang cukup besar,” ujarnya.

Dikesempatan yang sama, Anggota Komisi III, Irwansyah mengatakan, “Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APDB) Kepri sebesar Rp 3,5 triliun yang sebagian besar berasal dari dana perimbangan tersebut dirasa tidak cukup untuk menjangkau pembangunan di seluruh wilayah di Kepri,” ucapnya.

“Dengan APBD tersebut, kita tidak bisa optimal dalam melaksanakan pembangunan, karena dalam membangun wilayah yang berkarakteristik di Kepulauan membutuhkan anggaran yang sangat besar,” ungkap Irwansyah.

Dikesempatan itu, Irwansyah juga menegaskan kepada Pemerintah Pusat, dalam hal ini Bappenas harus mampu agar  Kepri dijadikan salah satu daerah prioritas dalam hal pembangunan wilayah 3T.

 

“Bagaimana caranya agar Kepri bisa mendapatkan dukungan anggaran pembangunan infrastruktur yang lebih besar dari Pemerintah Pusat,” ujar Irwansyah.

Anggota Komisi III, Suryani yang turut serta saat itu juga turut mengatakan bahwa saat ini Pemerintah Pusat belum optimal dalam mengolah potensi yang ada di Kepri.

“Kalau Pemerintah Pusat bisa lebih optimal lagi dalam mengolah potensi di Kepri ini, maka tentunya akan ada hasil yang lebih besar lagi, karena memang Kepri memiliki potensi yang sangat besar,” kata Suryani

“Salah satu contoh adalah mengenai persoalan labuh jangkar yang sampai saat ini belum ada kejelasannya, selain itu, mengenai potensi perikanan yang ada di Kepri khususnya di wilayah perairan Natuna yang memang belum tergarap secara optimal,” terang Suryani.

Suryani menambahkan, agar Pemerintah Pusat kedepannya memiliki konsep khusus dalam melakukan pembangunan di wilayah Kepri khususnya, mengingat Kepri sebagian besar wilayahnya terdiri dari 96 % laut dan merupakan wilayah 3T.

Menanggapi hal tersebut Direktur Pendanaan Bappenas, Erwin mengatakan, ABPD Kepri sebesar Rp 3,5 triliun memang dirasa sangat kecil jika dilihat dari wilayah Kepri yang sangat luas dan merupakan daerah Kepulauan.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi seharusnya bisa lebih mengoptimalkan lagi anggarannya.

“Provinsi jangan lupa di Kepri ada BP Batam yang memiliki anggaran sebesar Rp 1,8 triliun tiap tahunnya, nah dari sanalah Provinsi bisa mengoptimalkan pembangunan, terkhusus untuk wilayah Batam,” ungkap Erwin.

Bapennas melihat potensi di Kepri tidak hanya dari sektor laut saja, melainkan ada sektor pariwisata yang memang sampai saat ini belum optimal dalam pengembangannya.

diakui Erwin, memang dalam mendukung sektor pariwisata tersebut membutuhkan infrastruktur yang memadai.

“Seperti di Lagoi, Pemerintah Provinsi bisa menggandeng swasta dalam membangun sektor pariwisata di daerah lainnya di Kepri. Nanti Pemerintah Pusat lah yang akan mendukung pembangunan infrastrukturnya seperti jalan akses dan lain-lain,” terang Erwin.

Terakhir ditambahkan Erwir, sebenarnya saat ini Kepri adalah salah satu wilayah yang menjadi prioritas dalam melaksanakan pembangunan oleh Pemerintah Pusat.

“Banyak proyek Pemerintah Pusat di Kepri seperti pengembangan wilayah Selat Lampa yang ada di Natuna, termasuk Batam, Pemerintah Pusat saat ini tengah membuat design Aero City, yakni mengintegrasikan Bandara Hang Nadim dengan Pelabuhan Batu Ampar.” katanya.

Hadir dalam konsultasi itu Anggota Komisi III Widiastadi Nugroho, Surya Makmur Nasution, Raja Bakhtiar, Alex Guspeneldi, Suryani, Saproni, Sahmadin Sinaga, Irwansyah dan Asep Nurdin. (*).

Editor : Milla

Awe Optimis, Lingga Jadi Lumbung Pangan Nasional

Lingga, GK.com – Bupati Kabupaten Lingga, Alias Wello masih tetap optimis, bahwa Lingga akan menjadi lumbung pangan Nasional di wilayah perbatasan. Hal ini disampaikan pria yang akrab di sapa Awe itu ketika mengunjungi stand bazar Desa Panggak Darat di Halaman Kantor Bupati Linggga, Kamis (14/02) siang.

“Saat ini kami bersyukur, karena warga tampak dengan serius dalam mengelola sektor pertanian ini, sebaik apapun pemerintah merespon, jika warganya tidak menghiraukan, tentunya hal ini akan sia-sia,” kata Awe.

Dijelaskan Awe, saat ini ada beberapa daerah yang menunjukkan prospek yang cukup baik, terutama di bidang Pertanian, namun, ada juga yang malah sebaliknya.

“Yang terbilang belum sempurna itulah yang nantinya butuh penanganan khusus,” ucap Awe.

Dikatakan Awe, untuk permasalahan kompleks yang saat ini terjadi di lahan persawahan, seperti ketersedian pupuk, irigasi, tenaga penyuluh, serta penanganan hama akan dilakukan secara bertahap.

“Tahun ini kami arahkan Dinas Pertanian untuk memetakan di masing-masing daerah, kita akan lakukan secara bertahap,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Awe juga menyinggung mesin penggiling padi yang dimiliki Desa Panggak Darat. Menurutnya, mesin yang kecil tersebut tidak akan maksimal dalam proses penggilingan, terlebih lagi dengan jumlah banyak.

“Perlu kita datangkan mesin yang lebih besar lagi agar petani bisa terbantu, Insha Allah akan kita upayakan mesin yang lebih besar”. tutup Awe. (Man).

Editor : Milla