Kamis, Juli 23, 2026
BerandaKepulauan RiauUPTD Instalasi Farmasi Kepri Pastikan Distribusi Obat Dan Vaksin Berjalan Cepat, Tepat,...

UPTD Instalasi Farmasi Kepri Pastikan Distribusi Obat Dan Vaksin Berjalan Cepat, Tepat, Dan Bermutu

Kepri, GK.com – UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau terus berkomitmen memastikan ketersediaan obat, vaksin, Bahan Medis Habis Pakai (BMHP), serta berbagai perbekalan kesehatan lainnya untuk seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Provinsi Kepulauan Riau. Melalui sistem distribusi yang terencana, serta pengawasan mutu yang ketat, kebutuhan logistik kesehatan di tujuh Kabupaten/Kota dapat terpenuhi secara cepat, tepat, dan sesuai standar.

Kepada gerbangkepri.com, Kepala Seksi Distribusi dan Perencanaan UPTD Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kepri, Sulis Setiawati menjelaskan, UPTD Instalasi Farmasi memiliki peran penting dalam pengelolaan logistik kesehatan, mulai dari perencanaan kebutuhan, penerimaan barang dari Pemerintah Pusat, penyimpanan, pemeliharaan mutu, hingga pendistribusian kepada seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

“Pelayanan kami mencakup seluruh Kabupaten dan Kota di Provinsi Kepulauan Riau. Penerima layanan meliputi Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Puskesmas, Rumah Sakit, dan fasilitas kesehatan lainnya sesuai dengan program serta kebutuhan pelayanan,” kata Sulis.

“Proses penyaluran juga dilakukan berdasarkan permintaan resmi dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Setelah permintaan di terima, petugas segera melakukan verifikasi, menyiapkan barang sesuai kebutuhan, kemudian mendistribusikannya berdasarkan prosedur yang telah ditetapkan,” tambahnya.

“Untuk menjaga kualitas pelayanan, UPTD Instalasi Farmasi berupaya merespons setiap permintaan dalam waktu singkat. Permintaan yang masuk pada pagi hari umumnya dapat dipenuhi di hari yang sama. Sedangkan permintaan yang diterima pada siang hari atau dalam jumlah besar akan segera di proses untuk didistribusikan paling lambat keesokan harinya,” ungkap Sulis.

“Secara umum, proses penyaluran dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari 24 jam, tentunya dengan tetap memperhatikan prosedur serta ketersediaan stok. Selain mengutamakan kecepatan pelayanan, UPTD Instalasi Farmasi juga memastikan ketepatan jenis, jumlah, mutu, dan waktu distribusi melalui koordinasi rutin dengan seluruh penerima layanan serta pemantauan stok secara berkala,” terang Sulis.

Ditegaskan Sulis kepada awak Media ini, Rabu (22/07/2026) pagi, setiap keluhan yang disampaikan oleh fasilitas kesehatan tentunya akan segera ditindaklanjuti. Seluruh laporan terlebih dahulu di identifikasi, kemudian dikoordinasikan dengan pihak terkait untuk menemukan solusi, sekaligus melakukan evaluasi agar permasalahan serupa tidak kembali terjadi.

“Semua pelayanan kami mengacu pada standar operasional prosedur yang telah ditetapkan, mulai dari pengelolaan, penyimpanan hingga pendistribusian perbekalan kesehatan,” ucap Sulis di Front Office.

Sebagai informasi, dalam menjaga kualitas obat dan vaksin, UPTD Instalasi Farmasi menerapkan pengawasan yang ketat selama proses penyimpanan. Kondisi ruang penyimpanan di pantau secara rutin dengan pencatatan suhu sebanyak tiga kali setiap hari, yakni pagi, siang, dan sore. Khusus vaksin dan produk yang memerlukan suhu tertentu, pengawasan dilakukan melalui sistem cold chain atau rantai dingin sesuai standar nasional.

Pengawasan mutu tersebut menjadi tanggung jawab Seksi Distribusi yang di dukung lima tenaga pengelola sesuai tugas masing-masing.

“Perhatian serupa juga diterapkan saat proses pengiriman, terutama ke Wilayah Kepulauan seperti Kabupaten Anambas dan Natuna yang memiliki keterbatasan jadwal transportasi laut. Dengan frekuensi pelayaran yang umumnya hanya dua kali dalam sepekan, jadwal distribusi disusun secara cermat, agar mutu obat dan vaksin tetap terjaga hingga diterima oleh fasilitas kesehatan. Dan untuk menjamin akuntabilitas pelayanan, seluruh tahapan distribusi didokumentasikan sesuai ketentuan yang berlaku. Evaluasi juga di lakukan secara berkala dengan menampung berbagai masukan dari penerima layanan,” papar Sulis.

Untuk diketahui, sebagai sarana komunikasi, UPTD Instalasi Farmasi memanfaatkan media penghubung resmi melalui Google Drive yang dapat diakses seluruh Dinas Kesehatan di tujuh Kabupaten/Kota. Sistem tersebut memudahkan penyampaian informasi, pelaporan, maupun penanganan keluhan secara cepat oleh petugas penghubung di masing-masing daerah.

Dalam mendukung pengelolaan logistik kesehatan, UPTD Instalasi Farmasi juga mengembangkan Sistem Informasi Layanan Obat dan Vaksin (SILOVe). Aplikasi ini memuat data penerimaan barang, stok, masa kedaluwarsa, hingga proses distribusi sehingga pengelolaan logistik menjadi lebih efektif dan akurat.

“Kami menerapkan metode First Expired First Out (FEFO), sehingga obat yang memiliki masa kedaluwarsa lebih dekat akan diprioritaskan untuk disalurkan terlebih dahulu. Sementara proses pemesanan dari Kabupaten dan Kota menggunakan aplikasi nasional SMILE,” ujar Sulis.

Ia menyebutkan, inovasi SILOVe yang dikembangkan UPTD Instalasi Farmasi Kepri telah diterapkan di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Kepulauan Riau, dan mulai menjadi rujukan bagi daerah lain. Provinsi Jambi telah mereplikasi sistem tersebut, sementara beberapa daerah lain masih dalam tahap persiapan implementasi.

“Harapan kami, sinergi yang telah terjalin dengan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan dapat semakin kuat, sehingga penyaluran obat, vaksin, serta program kesehatan yang bersumber dari Pemerintah Pusat dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat Kepulauan Riau. UPTD Instalasi Farmasi berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan melalui prinsip cepat, tepat, ramah, transparan, dan akuntabel”. tutup Sulis. (Sis)

Editor: Endang

Berita Terkait

Berita Populer