Batam, GK.com – Di tengah pesatnya pertumbuhan penduduk dan geliat ekonomi Kota Batam, kebutuhan akan layanan air bersih yang stabil semakin mendesak, dan harus menjadi perhatian serius dari BP Batam maupun Pemerintah Kota Batam. Media adalah sebagai kontrol sosial, sekaligus sebagai penyambung lindah atas keluhan-keluhan yang diterima dari masyarakat, agar apa yang seharusnya disampaikan, dapat tersampaikan dan di dengar langsung oleh Pemerintah.
Berbagai pertanyaan dari masyarakat Batam terus bermunculan, bahkan tak jarang kerap menjadi buah bibir, “sampai kapan polemik air ini bisa benar-benar tuntas?”.
Tekanan kebutuhan yang tinggi, jaringan yang harus diperbarui, serta pekerjaan besar yang tengah berjalan menjadikan isu air bersih sebagai sorotan utama publik.
Menyikapi hal tersebut, BP Batam menjawab pertanyaan yang di layangkan oleh Redaksi ini pada Senin (08/12/2025) pada Pukul 14.21 WIB melalui pesan WhatsApp.
Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas, dan Lingkungan BP Batam, Iyus Rusmana melalui Kasubbag Dokumentasi dan Hubungan Komunikasi Media, Radin Kusuma menegaskan terkait “Polemik Air Bisa Tuntas”.
“Terima kasih atas perhatian dan masukan dari masyarakat. Kami memahami bahwa kebutuhan air yang lancar adalah hal yang sangat penting, dan karena itu penyelesaiannya menjadi prioritas utama Pimpinan BP Batam. Saat ini, berbagai langkah percepatan telah kami lakukan, mulai dari penguatan suplai hingga penataan kembali jaringan distribusi di lapangan. Progresnya terus berjalan, dan hasilnya sudah mulai terlihat secara bertahap di beberapa wilayah. Kami tidak ingin memberikan janji yang tergesa-gesa, namun arah penyelesaiannya sangat jelas, dan proses perbaikannya terus kami percepat. Komitmen kami adalah menyelesaikan masalah ini secara tuntas dan berkelanjutan, bukan hanya sesaat,” jawab Iyus Rusmana, Selasa (09/12/2025) melalui pesan WhatsApp.
“Masalah air yang terjadi saat ini merupakan gabungan dari beberapa kondisi yang berkembang dalam jangka waktu lama. Di satu sisi, kebutuhan air masyarakat terus meningkat. Sementara, di sisi lain ada jaringan yang harus diperbarui dan disesuaikan agar mampu mengimbangi kebutuhan tersebut. Penyesuaian ini membutuhkan proses, koordinasi, serta pekerjaan lapangan yang tidak bisa dilakukan sekaligus. Yang terpenting, seluruh pihak yang terlibat memiliki komitmen yang sama untuk mempercepat perbaikan. Dengan langkah-langkah yang sudah dan sedang dilakukan, kami optimistis kondisi air di Batam akan terus membaik secara bertahap dalam waktu dekat,” paparnya Pukul 18.27 WIB.
“Proyek SPAM sudah mulai dikerjakan dari mulai pembangunan IPA (Instalasi Pengolahan Air), dilanjutkan jaringan perpipaan sampai target penyelesaian Juni 2026”. tegasnya.
BACA JUGA: 👇👇👇
Beberapa waktu lalu, saat wawancara bersama Media ini, Ketua DPRD Batam, Muhammad Kamaludin menegaskan komitmen dari Lembaga Legislatif dalam mengawal, serta memastikan solusi nyata bagi warga yang selama ini terdampak kesulitan air bersih. Pada pernyataan tersebut diharapkan dapat membuka ruang evaluasi, memperkuat koordinasi lintas instansi, serta mendorong percepatan langkah Pemerintah dalam mengatasi persoalan yang telah lama dirasakan masyarakat Batam.
BACA JUGA: 👇👇👇
Sementara, melalui Media Sosial yang masuk, hingga sampai saat ini, masyarakat Batam terus menyuarakan bentuk kekecewaannya terhadap polemik air di Batam. Berikut kata-kata sebagian masyarakat Batam dalam menyampaikan kekecewaannya terhadap BP Batam yang dapat kami rangkumkan:
“Kami sebagai masyarakat berharap BP Batam tidak menyepelekan kondisi seperti ini. Setiap kali air mati, warga yang harus menanggung beban mencari air ke mana-mana. Gangguan seperti ini makin sering dan membuat kami bertanya apa sebenarnya yang sedang terjadi. Kritik saya, BP Batam harus lebih terbuka menjelaskan penyebab gangguan, bukan memberi jawaban umum yang tidak menyelesaikan masalah. Saran saya, segera tingkatkan infrastruktur, tambah cadangan suplai, dan berikan sistem informasi yang cepata, serta akurat kepada warga. Jangan biarkan masyarakat terus dirugikan akibat layanan air yang tidak stabil,” ungkap AS (inisial nama-red) salah satu masyarakat Batam.
“Gak gangguan pun gak ngalir juga abah,” tulis ODM (inisial nama-red) masyarakat Batam.
“Tiap hari mati air, sudah nggak heran lagi,” tulis SW (inisial nama-red) masyarakat Batam.
“Sampai kiamat pun tetap perbaikan,” tulis HSH (inisial nama-red) masyarakat Batam.
“Bagaimana mau numpang semalam hidup air nya jam 2, jam 4 subuh udah mati, itu pun ngalirnya kecil…Pertanyaannya ???? Kenapa kok daerah Tanjung Sengkuang sini sering kali perbaikannya… hampir tiap minggu malah…trus yang di perbaiki itu apa…air nya tetap nggak ngalir kok…kalo pun ngalir itu tengah malam”. tulis DO (inisial nama-red) masyarakat Batam. (KF)

