Karimun, GK.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun terus mengambil langkah-langkah untuk menekan laju penularan dan memutus mata rantai Covid-19 di Wilayah Kabupaten Karimun yang terus mengalami peningkatan.
Bupati Karimun Dr. H. Aunur Rafiq Sos. Msi saat memimpin Rapat evaluasi penanganan Covid-19 di Gedung Nasional Karimun mengatakan, saat ini Pemkab Karimun akan terus mencari solusi agar Kabupaten Karimun bisa kembali Zona Hijau Covid-19.
“Peningkatan pasien yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Karimun terus bertambah. Untuk itu, tim gugus tugas penaganan Covid-19 terus mengupayakan untuk meminimalisir lajunya penularan,” ujar Aunur Rafiq, Senin (17/5).
Kemudian Dirinya juga menuturkan, mulai tanggal 18 Mei pihaknya akan kembali memperketat akses keluar masuk pelabuhan pasca selesainya libur bersama Hari Raya Idul Firti 1442 H, untuk yang datang ke Karimun harus melengkapi surat kesehatan, surat perjalanan, serta memiliki tujuan yang jelas.
“Bagi yang tidak memiliki persyaratan tersebut, maka akan kita kembalikan ke Daerah asalnya melalui kapal berikutnya. Lalu, bagi yang tidak memiliki kejelasan penduduk setempat, maka kami masukan ke isolasi terpusat untuk dilakukan screening yang bertempat di SMPN Binaan,” tuturnya.
“Kemudian bagi Apartur Sipil Negara (ASN) untuk sementara kita tidak izinkan untuk melakukan perjalanan Dinas, baik itu keluar Daerah, maupun lokal, kecuali dengan alasan tertentu. Dan kembali melakukan Pekerjaan dari rumah (Work From Home),” lanjutnya.
Terakhir Bupati Karimun kembali mengimbau kepada masyarakat agar senantiasa menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) agar sama-sama terhindar dari penularan Covid-19. Dan mengajak seluruh masyarakat untuk ikut melaksanakan vaksinasi masal yang akan digelar pada 19 Mei mendatang, dengan cara datang secara mandiri ke Puskesmas terdekat.
“Mari kita bersama menjaga kesehatan diri kita sendiri, lingkungan, dan keluarga. Dengan cara senatiasa menerapkan 5M yaitu, menggunakan masker, mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, menjaga jarak aman minimal 1 meter dan membatasi mobilisasi dan interaksi pada setiap aktivitas”. tukasnya. (RC).
Editor : Dina

