Tanjungpinang, GK.com – Dinas Perpustakaan Kota Tanjungpinang memiliki peran penting dalam meningkatkan minat baca masyarakat.
“Selain itu juga, perpustakaan bisa sebagai pusat informasi dan sumber pengetahuan. Perpustakaan ini memberikan berbagai layanan yang mendukung kegiatan literasi dan budaya membaca,” ucap Kasubbag Kepegawaian Perpustakaan Kota Tanjungpinang, Ibnu Roji S.Kom.
“Perpustakaan memiliki strategi internal dan eksternal dalam meningkatkan minat baca. Kami memiliki beberapa bidang yang berganti-ganti setiap hari untuk melakukan wajib baca. Sementara itu, untuk eksternal, kami mengunjungi sekolah-sekolah yang memiliki perjanjian kerja dengan kami,” tutur Ibnu.
Adapun beberapa program untuk meningkatkan minat baca di perpustakaan di paparkan Ibnu saat itu kepada gerbangkepri.com antara lain:
1. PUSKEL (Perpustakaan Keliling) yang mengunjungi sekolah-sekolah untuk mempromosikan literasi membaca.
2. Program literasi digital dan workshop yang memberikan pelatihan kepada masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya digital perpustakaan.
3. Kunjungan ke sekolah-sekolah untuk memperkenalkan edukasi fun game yang dapat meningkatkan minat literasi anak.
“Perpustakaan Kota Tanjungpinang memiliki koleksi buku sekitar 15 ribu sampai 32 ribu buku, dan juga memiliki link yang dapat diakses oleh mahasiswa untuk meminjam buku. Untuk itu, kami memiliki perjanjian kerja dengan sekolah-sekolah dalam hal meminjam buku, dengan batas waktu peminjaman 2 hari,” terang Ibnu di Ruang Rapat Kantor Perpustakaan pada Jumat (29/8/2025) sekitar Pukul 11.00 WIB.
Untuk diketahui, dalam mengukur keberhasilan program, perpustakaan menggunakan laporan dan indikator kerja utama untuk melihat angka pengunjung setiap tahunnya.
“Langkah kedepan kami adalah mengevaluasi secara berkala, meningkatkan Sumber Daya Manusia, meningkatkan fasilitas dan koleksi yang relevan, serta pemanfaatan teknologi untuk layanan digital,” ujar Ibnu.
“Dengan program-program ini, kita berharap dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan, meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat, serta mengembangkan potensi masyarakat melalui keterampilan. Perpustakaan juga berharap dapat menjadi pusat informasi, kebudayaan, dan inovasi yang inklusif dan relevan bagi kemajuan daerah”. tutup Ibnu. (DS)

