Jumat, Februari 13, 2026
BerandaHukrimSindikat Penjualan Bayi ke Singapura Terungkap

Sindikat Penjualan Bayi ke Singapura Terungkap

Bandung, GK.com — Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Barat mengungkap jaringan perdagangan bayi lintas Negara yang diduga telah menjual sedikitnya 24 bayi ke Singapura sejak 2023. Dari pengembangan kasus penculikan anak di Kota Bandung, penyidik berhasil menangkap 12 tersangka yang terlibat dalam sindikat ini.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Komisaris Besar Surawan, Selasa (15/7/2025) menjelaskan, para tersangka menjalankan peran berbeda dalam jaringan ini, mulai dari perekrut ibu kandung, perawat bayi, pembuat dokumen palsu, hingga pengirim bayi ke luar Negeri.

“Penjualan bahkan dilakukan sejak bayi dalam kandungan. Ada yang menampung, merawat, dan menyiapkan dokumen,” ujar Surawan.

Bayi-bayi tersebut mayoritas berasal dari Jawa Barat. Setelah diambil dari orang tua kandung, para korban dibawa ke Bandung untuk dirawat sementara, lalu dipindahkan ke Jakarta dan Kalimantan Barat sebelum dikirim ke Singapura. Polda Jabar menyita lima bayi di Pontianak, Kalimantan Barat, dan satu bayi lainnya di Tangerang, Banten. Saat ini, mereka berada dalam penanganan medis di RS Sartika Asih, Bandung.

Harga jual tiap bayi, menurut pengakuan tersangka, berkisar antara Rp 11 juta hingga Rp 16 juta. Surawan menyebutkan bayi-bayi itu rencananya akan diadopsi oleh warga Negara Singapura.

“Keterangan dari pelaku menyebut bayi-bayi itu dikirim untuk diadopsi di Singapura. Kami masih mendalami keterlibatan pihak di luar Negeri,” ujarnya.

Polisi juga berencana menjalin kerja sama dengan Interpol guna menelusuri keberadaan bayi-bayi yang telah lebih dulu dikirim ke luar Negeri.

“Kami akan bekerja sama dengan Interpol untuk memastikan apakah ada korban lain yang belum terungkap”. tutur Surawan.

Kasus ini menambah panjang daftar praktik perdagangan manusia di Indonesia, khususnya terhadap anak-anak. Polda Jabar mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap tawaran adopsi atau bantuan persalinan yang mencurigakan. (hdm)

Berita Terkait

Berita Populer