Sabtu, Juli 13, 2024
spot_img

Kantor BP Batam Rusak Parah Akibat Amukan Massa

Batam, GK.com – Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam mengalami kerusakan parah setelah terjadi bentrok antara warga Pulau Rempang, Kecamatan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dengan petugas keamanan, Senin (11/09/2023) siang.

Warga Rempang yang melakukan unjuk rasa menolak relokasi berhasil menembus pagar Kantor BP Batam dan melempari Gedung dengan batu, kayu, dan besi. Akibatnya, sejumlah kaca kantor pecah dan serpihan-serpihan kaca berserakan di lantai. Pagar Kantor BP Batam juga rusak dan sebagian besi-besi bagian tengahnya hilang.

Baca Juga : 👇👇👇



Polisi yang berjaga di lokasi berusaha membubarkan massa dengan menggunakan gas air mata dan water cannon. Namun, hal itu tidak membuat warga mundur. Mereka malah membalas lemparan polisi dengan batu, air mineral, besi, dan kayu.

Bentrokan itu berlangsung selama beberapa jam hingga massa aksi akhirnya meninggalkan Kantor BP Batam. Mereka bubar ke dua arah, yaitu ke Hotel Harmoni One dan Masjid Agung Batam.

Sebelumnya, Kepala BP Batam Muhammad Rudi sempat menemui massa aksi untuk berdialog. Namun, dialog itu tidak berjalan lancar karena warga tidak puas dengan penjelasan Rudi.

Rudi mengatakan bahwa masalah Rempang adalah kebijakan dari Pemerintah Pusat dan BP Batam hanya sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Pusat. Dia juga mengatakan bahwa pada aksi sebelumnya dia sudah mengajak perwakilan warga untuk bertemu langsung dengan Pemerintah Pusat.

Massa aksi menuntut lima hal dalam unjuk rasa mereka, yaitu:

1. Menolak penggusuran 16 Kampug Tua di Rempang-Galang.
2. Mendesak Polri membubarkan posko terpadu yang didirikan di Rempang.
3. Menghentikan intimidasi dan kekerasan terhadap warga.
4. Menuntut Presiden Jokowi membatalkan penggusuran 16 Kampung Tua, serta mencopot Muhammad Rudi sebagai Kepala BP Batam.
5. Membebaskan warga Rempang Galang yang di tahan tanpa syarat.

(***)

Related Articles

- Advertisement -spot_img

Latest Articles

- Advertisement -spot_img