Jumat, April 17, 2026
BerandaKepulauan RiauPj. Sekdaprov Kepri Pimpin Rapat Evaluasi Kegiatan Pembangunan TA 2021

Pj. Sekdaprov Kepri Pimpin Rapat Evaluasi Kegiatan Pembangunan TA 2021

Kepri, GK.com – Untuk mengevaluasi realisasi belanja dan pendapatan Daerah Tahun 2021 yang tersisa lebih kurang 1,5 bulan lagi, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Rapat Evaluasi Kegiatan Pembangunan di Lingkungan Pemprov Kepri Tahun Anggaran (TA) 2021.

Rapat tersebut dipimpin oleh Pj. Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, Ir. Lamidi di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Senin (08/11/2021) dan dihadiri Para Asisten Pemprov Kepri, Para Kepala OPD, Para Sekretaris, Kabag TU dan Kasubbag Perencanaan OPD Provinsi Kepri.

Saat itu, Lamidi mengungkapkan diperlukan adanya perhatian khusus bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang sampai saat ini masih terhitung rendah realisasi kegiatannya, mengingat waktu yang tersisa tidak banyak.

“Oleh karena itu paket-paket yang sedang dilelang kalau sudah selesai tahapan lelangnya untuk segera dibuatkan kontraknya,” ungkap Lamidi.

Lalu, berdasarkan pemaparan Kepala Biro Administrasi Pembangunan, Pj. Sekda Lamidi menuturkan terkait perbandingan realisasi APBD yang terlihat menurun dari periode yang sama di tahun lalu, itu dikarenakan adanya penyesuaian pada APBD Perubahan terhadap Visi dan Misi Kepala Daerah yang baru.

“Sebenarnya kita masih di jalur yang benar, pasalnya perbandingan tersebut tidak terlalu signifikan hanya sekitar 3%. Ini juga dilakukan untuk mendukung tercapainya visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur,” paparnya.

Diwaktu yang sama, Kepala Biro Administrasi Pembangunan, Aries Fhariandi dalam penjelasannya menyampaikan bahwa secara Nasional Provinsi Kepri berada di peringkat 16 untuk realisasi belanja per 15 Oktober, sedangkan untuk realisasi pendapatan Keori berada di posisi 20.

“Namun biasanya semua Provinsi akan melakukan akselerasi di akhir tahun untuk pencapaian target masing-masing. Saya berpendapat, realisasi belanja per 5 November sudah mencapai 60,92% dan untuk realisasi pendapatan sebesar 75,48%. Jika dibandingkan dengan 2 minggu yang lalu, ada fluktuasi dikarenakan adanya penyesuaian pada struktur APBD Perubahan, penyesuaian itu juga mengakibatkan ada beberapa OPD yang progresnya menjadi minus,” jelas Aries.

Dengan apa yang telah disampaikan oleh Pj. Sekda Lamidi, menurutnya realisasi keuangan sesuai dengan Laporan Realisasi Anggaran (LRA) sampai dengan bulan November 2021 yang lebih rendah daripada periode yang sama di tahun yang lalu yaitu, sebesar 60,92%.

“Adanya keterlambatan penyerapan secara umum dipengaruhi beberapa perubahan nomenklatur yang harus menunggu proses APBDP”. pungkasnya. (*).

Editor : Dina

Berita Terkait

Berita Populer