Beranda Kesehatan Lemahnya Pengawasan di RSBT Dan Dinkes, Harus Jadi Perhatian Khusus Pemda Karimun

Lemahnya Pengawasan di RSBT Dan Dinkes, Harus Jadi Perhatian Khusus Pemda Karimun

182
0
Bupati Karimun (Tengah), Kadinkes Karimun (Kiri), Direktur RSBT Karimun (Kanan)

Karimun, GK.com – Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Karimun menagaskan kalau pihaknya sudah menyerahkan data keluarga yang pernah kontak erat dengan pasien FB (inisial nama) yang dinyatakan meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 beberapa hari yang lalu kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Karimun untuk segera dilakukan treaching.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Medis RSBT, Said Sabririn saat ditemui oleh Awak Media ini di RSBT Karimun, Senin (26/07/21) pagi.

“Kami sudah memberikan data pihak keluarga yang pernah kontak erat dengan jenazah selama hidupnya agar bisa ditindak lanjuti. Kami juga sudah menerima teguran dari Dinkes Kabupaten Karimun berupa peringatan agar kelalaian dalam menangani pasien Covid-19 kedepannya tidak terjadi lagi,” kata Said.

Baca Juga :

Saat itu, Said membela diri bahwa pihaknya sudah bekerja sesuai SOP yang ada, serta tidak pernah memanipulasi data pasien Covid-19. Sebelum pasien tersebut dinyatakan meninggal dunia akibat Covid-19, pihaknya sudah melakukan dua kali pemeriksaan yaitu, Swab Antigen dan tes PCR dengan hasil positif.

“Jika nantinya pihak keluarga belum ditangani oleh Dinas Kesehatan untuk dilakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah masing-masing, itu bukan kesalahan kami, karena SOP dari pihak Rumah Sakit maupun Klinik yang merawat Pasien Covid-19 hanya melaporkan data-data kontak erat dengan pasien Covid-19 ke Dinas Kesehatan agar selanjutnya dapat mereka traching,” tuturnya.

“Pihak Rumah Sakit juga sudah melarang keluarga untuk mengunjungi pasien selama di rawat di Rumah Sakit, jika ada pihak keluarga yang melanggar untuk tetap menjenguk pasien, itu sudah di luar tanggungjawab pihak Rumah Sakit”. pungkasnya.

Dalam penjelasannya diatas, Said Sabririn berupaya menegaskan serta meyakini awak Media ini bahwasannya pihak RSBT telah melarang keluarga pasien FB untuk tidak menjenguk almarhum FB. Pertanyaannya, kenapa tidak adanya ketegasan dari pihak RSBT dalam membuat aturan bagi penanganan pasien yang telah dinyatakan positif Covid-19 untuk memang tidak diperbolehkan di jenguk oleh siapapun, kecuali dari tim medis ?

Baca Juga :

Apakah ini hanya merupakan akal-akalan dari pihak RSBT untuk menghindari kejaran dari suatu kesalahan dimata publik ? Lalu bagaimanakah PR dari Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun sendiri, apakah mereka sudah menunaikan tugas-tugas yang semestinya wajib dilaksanakan dalam hal ini ?


Untuk diketahui, semasa FB dirawat di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT), yang berkontak langsung dengannya bukan hanya diduga keluarganya saja, melainkan tidak menutup kemungkinan warga tetangganya juga turut serta berkontak erat sama FB maupun keluarga dari FB.

Hal ini tentunya harus mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun, yaitu Bupati Karimun sebagai orang nomor satu di Kabupaten Karimun, agar dapat menegur dengan tegas pihak-pihak yang terlibat dalam permasalahan ini, baik itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, maupun Direktur Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) selaku orang yang bertanggungjawab, mengingat angka penyebaran pasien Covid-19 di Provinsi Kepri saat ini Kabupaten Karimun ada diurutan ke- 4, sementara untuk tingkat se- Indonesia, Kepri menduduki peringkat ke- 14 mengalami kenaikan tertinggi untuk pasien terkonfirmasi virus Covid-19. (IWD).

Editor : Dina