Beranda Kesehatan Disebut Meninggal Akibat Terpapar Covid-19, Keluarga FB Dan Warga Datangi RSBT

Disebut Meninggal Akibat Terpapar Covid-19, Keluarga FB Dan Warga Datangi RSBT

2193
0
Keluarga FB dan Warga saat mendatangi pihak RSBT
Keluarga FB dan Warga saat mendatangi pihak RSBT

Karimun, GK.com – Tidak terima anggota keluarganya dinyatakan meninggal dunia terpapar Covid-19, Keluarga besar FB (inisial nama pasien yang meninggal) bersama warga Sei Bati Kecamatan Tebing, mendatangi Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Karimun, Jumat (23/07/21) untuk menjemput jenazah agar dapat dimakamkan seperti selayaknya.

Sempat terjadi keributan saat pengambilan jenazah tersebut, hingga pihak Kepolisian Sektor Tebing pun terpaksa dipanggil oleh pihak RSBT untuk datang ke lokasi, guna melakukan penjagaan agar suasana tetap kondusif.

Setelah dilakukan perbincanggan antara keluarga bersama pihak RSBT, akhirnya pihak keluarga menerima dengan lapang dada, agar jenazah dapat dimakamkan dengan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19.

Untuk diketahui, pada Selasa (20/07/21) lalu, FB dilarikan ke Rumah Sakit Bakti Timah oleh pihak keluarga dikarenakan mengalami sesak nafas dan diyatakan meninggal dunia pada Jumat (23/07/21) sekitar jam 08.00 Wib.

Saat ditemui Awak Media ini, salah seorang keluarga almarhum, Sarah mengatakan, “Dari pihak Rumah Sakit tidak memberikan keteranggan yang masuk akal, karena menurutnya, jenazah hanya menderita sakit TBC dan saat pasien dirawat di Rumah Sakit, pihak kelurarga boleh menjengguk. Tetapi kenapa saat jenazah sudah meninggal, lalu pihak RSBT baru mengatakan kalau almarhum dinyatakan terinfeksi Covid-19. Inikan benar-benar tidak masuk akal,” papar Sarah.

“Kami berharap, pihak Rumah Sakit Bakti Timah agar bekerja secara profesional dan jujur. Tolong jangan mempermainkan masyarakat,” harap Sarah.

Sementara itu, kepada Awak Media ini, Kasat Reskrim Polres Karimun AKP Arsyad Riyadi menegaskan, jika pasien FB memang meninggal terpapar Covid-19 dengan hasil Reaktif.

“Berdasarkan data yang diterima, pasien FB memang meninggal dikarenakan Covid-19. Hal ini dibuktikan dengan hasil PCR yang reaktif.

Keributan sempat terjadi karena adanya mis komunikasi antara Rumah Sakit dan pihak keluarga. Namun pihak keluarga bisa memahami kondisi saat ini dengan dilakukannya pemakaman secara Prokes Covid-19”. terang Arsyad. (IWD).

Editor : Dina