Beranda Kesehatan Ini Tanggapan Kadinkes Karimun Terkait Pengambilan Jenazah Covid-19 di RSBT

Ini Tanggapan Kadinkes Karimun Terkait Pengambilan Jenazah Covid-19 di RSBT

538
0
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi

Karimun, GK.com – Hebohnya pemberitaan beberapa hari ini terkait pasien FB (inisial nama) yang meninggal di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) pada Jumat (23/07/21) lalu yang tiba-tiba dinyatakan positif terpapar Covid-19 mengundang banyak pertanyaan oleh masyarakat Kabupaten Karimun, khususnya.

Hal ini pun turut menjadi perhatian bagi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rachmadi. Kepada awak Media ini, melalui via  panggilan Telepon, Rachmadi mengatakan, “seharusnya dari awal, pihak Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) tegas dalam menerapkan peraturan bagi pasien yang telah dinyatakan positif terpapar Covid-19, bukan malah pihak keluarga diperbolehkan untuk menjaga si pasien tersebut, yang jelas-jelas sudah terbukti reaktif. Inilah yang membuat miskomunikasi terjadi diantara kedua belah pihak,” ujarnya,  Sabtu (24/07/21) siang.

Saat awak Media ini bertanya terkait maraknya informasi yang beredar luas tentang dugaan permainan nakal pihak Rumah Sakit yang diduga kerap melakukan penipuan dengan cara menggandakan pasien Covid-19, Rachmadi menepis akan hal itu.

“Saya tekankan, bahwa tidak ada Rumah Sakit yang melakukan penipuan berupa mengcovidkan orang di Kabupaten Karimun,” tegasnya.

Baca juga :

“Jika pihak Medis sudah mengatakan bahwa seseorang terpapar virus Covid-19, diharapkan orang tersebut dapat memahami dan bekerjasama, karena tim Medis juga sudah melewati tahapan demi tahapan untuk memberikan keterangan bahwasanya orang tersebut reaktif Covid-19. Saya juga sudah memberikan peringatan kepada RSBT dan RSUD untuk bisa memberikan penjelasan yang transparan kepada pihak keluarga, agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi kedepannya,” terang Rachmadi.

Ketika awak Media ini bertanya bagaimana dengan nasib keluarga FB maupun warga yang pernah berkomunikasi dengan FB semasa hidupnya, kenapa tidak dilakukan isolasi mandiri atau di Swab, Rachmadi hanya menjawab, “Nanti hal itu akan kita tindak lanjuti lagi pak,” ucapnya, singkat.

Pertanyaan bagi kita semua, jika FB dinyatakan meninggal dikarenakan positif Covid-19, bagaimana dengan keluarganya yang saat FB masih dirawat di RSBT sering menjenguknya ? Apakah pihak RSBT sudah melakukan swab kepada keluarga FB maupun yang berkomunikasi sama mereka untuk menghindari terjadinya penyebaran Virus Corona di Kabupaten Karimun ?

Kenapa hingga saat ini pihak RSBT maupun tim Medis di Kabupaten Karimun justru terkesan cuek dan tidak melakukan langkah-langkah yang semestinya diwajibkan dalam mencegah penyebaran Covid-19 seperti, selain melakukan swab, mungkin bagi keluarga FB maupun warga yang sempat terkontaminasi dengan FB dimasa hidupnya dengan Isolasi Mandiri di rumah selama 14 hari sesuai mekanisme yang berlaku.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak RSBT sendiri belum bisa dijumpai oleh awak Media ini untuk dimintai keterangannya. (IWD).



Editor : Dina