Beranda Kepulauan Riau Anambas BKKBN Kepri Gelar Sosialisasi Pendataan Keluarga Bersama DKPPKB Anambas

BKKBN Kepri Gelar Sosialisasi Pendataan Keluarga Bersama DKPPKB Anambas

137
0

Anambas, GK.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kepulauan Riau bersama Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Kepulauan Anambas gelar sosialisasi pendataan keluarga kepada para petugas yang akan turun ke lapangan untuk mendata seluruh keluarga yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas (KAA), Senin (22/02) di Siantanur, Anambas.

Kepala Seksi Informasi Kependudukan dan Keluarga Berencana, Said Barakbah, mengatakan bahwa, tujuan digelarnya sosialisasi pendataan keluarga kali ini yaitu untuk mensukseskan target pendataan sebanyak 13.083 Kartu Keluarga (KK) di Anambas.

“Sosialisasi ini kami gelar untuk 127 petugas yang nantinya akan turun ke lapangan untuk mendata masyarakat, namun kami tetap memiliki target, yaitu sebanyak 13.083 KK,” ujar Said.

Tak hanya itu, Dirinya juga menuturkan bahwa saat ini kendala yang sering terjadi ketika petugas mendata masyarakat di lapangan yakni, masih banyak ditemukan rumah yang didatangi petugas ternyata sudah pindah ataupun dalam keadaan tidak dirumah.

“Jadi untuk masyarakat yang sudah pindah ke Luar Kota, kadang terjadi double data di kami, sehingga di Anambas masyarakat itu masih terdata, di Kota tujuannya juga terdata lagi,” ujar Said.

Said berharap kepada seluruh masyarakat di Anambas agar ketika proses pendataan, masyarakat mau berterus terang kepada petugas, agar DKPPKB Anambas bisa mendapatkan solusi dari keluhan yang dialami masyarakat.

Sementara itu, Widyaiswara Ahli Madya BKKBN Provinsi Kepri, Dayat mengatakan bahwa, dari tanggal 1 April hingga 31 Mei 2021 akan dilakukan pendataan keluarga secara serentak di Indonesia.

“Nanti pada tanggal 1 April hingga 31 Mei 2021 BKKBN akan melakukan pendataan keluarga secara serentak di Indonesia, dan kami melakukan sosialisasi ini supaya pendataan keluarga di Anambas bisa terlaksana dengan baik,” ucapnya.

Dayat juga menuturkan akan ada 2 metode dalam pengambilan data nantinya, yaitu menggunakan Smartphone dan juga secara manual dengan kertas.

“Jika menggunakan Smartphone, maka nanti kita bisa melihat data-data yang sudah diambil dari Petugas”. tutup Dayat. (FR).

Editor : Febri