Beranda Kesehatan Mohammad Bisri : Target 2,7% Angka Stunting Nasional Turun

Mohammad Bisri : Target 2,7% Angka Stunting Nasional Turun

149
0
Kadinkes Kepri, Muhammad Bisri
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Mohammad Bisri.

Karimun, GK.com – Hari Gizi Nasional (HGN) diselenggarakan untuk memperingati dimulainya pengkaderan Tenaga Gizi Indonesia dengan berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan oleh LMR pada tanggal 25 Januari 1951. Sejak saat itu pendidikan tenaga gizi terus berkembang pesat di banyak perguruan tinggi di Indonesia. Sehingga akhirnya disepakati bahwa tanggal 25 Januari diperingati sebagai Hari Gizi Nasional Indonesia.

Peringatan Hari Gizi Nasional pertama kali diadakan oleh Lembaga Makanan Rakyat (LMR) pada pertengahan tahun 1960 an, yang kemudian dilanjutkan oleh Direktorat Gizi Masyarakat sejak tahun 1970 an hingga sekarang.

Saat ditemui Awak Media ini di Tanjung Balai Karimun, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau, Mohammad Bisri mengatakan bahwa, Pemerintah sudah menargetkan 2,7% angka stunting turun.

“Pemerintah sudah menunjuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) sebagai Kepala untuk penanganan Stunting Nasional, targetnya menurunkan sebanyak 2,7% angka stunting pertahun,” ujar Bisri, Selasa (26/1) siang.

Meskipun dirasa berat, Bisri yakin, target tersebut dapat tercapai, karena Kepri menduduki peringkat 4 Nasional terbaik.

“Kuncinya Stunting itu adalah pendidikan pada ibu-ibu hamil agar memeriksa diri, memeriksakan gizi ketika hamil, sehingga tidak ada kesulitan saat melahirkan, dan itu harus rutin, sehingga bayinya lahir sehat dan berat badannya cukup,” kata Bisri.

Stunting merupakan penunjukan kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak, penanganan Stunting di Indonesia merujuk kepada UU Nomor 52 Tahun 2009 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

“Ini kan program rutin yang kita lakukan sekarang di Puskesmas atau Rumah Sakit sebagai pendorong masyarakat, pertama mengenai usia kawin itu kan Jadi PR bersama, ya jangan kurang dari ketentuan di atas 18 tahun. Kemudian pemeriksaan rutin juga semua fasilitas kita sudah lengkap”. lanjutnya.

Bisri berharap kedepannya mengenai Ibu hamil agar menjaga kehamilannya, terutama bagi para Suami agar selalu memperhatikan sisi Istrinya, dan harus tahu jadwal pemeriksaannya, kemudian kapan akan bersalinnya harus bagaimana dan jangan lupa ikut BPJS supaya tidak ada permasalahan pembiayaan pada saat proses persalinan. (RE).

Editor : Febri