Beranda Nasional Sulawesi Selatan Pemkab Jeneponto Tetap Antisipasi Kerantanan Sosial di Masyarakat

Pemkab Jeneponto Tetap Antisipasi Kerantanan Sosial di Masyarakat

129
0

Jeneponto, GK.com – Dampak dari Pandemikl Covid-19 sangat dirasakan kalangan masyarakat yang tidak mampu, berbagai keluhan masyarakat terkait ekonomi kini santer diberitakan, mereka mengharapkan solusi terbaik dari Pemerintah, baik itu Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, tentunya sebuah kebijakan langsung diharapkan bisa meringankan beban masyarakat menengah kebawah.

Menyikapi serta menindak lanjuti arahan Pemerintah Pusat dan Pemprov Sulsel terkait penanganan Covid-19, Sekda Jeneponto, DR. Syafruddin Nurdin, saat dihubungi Media ini melalui via Handphone pada Sabtu (11/4) mengungkapkan, ditengah Pandemik ini Pemerintah mengambil 2 langkah strategis sebagai kebijakan dalam penanganan Covid-19.

“Pertama, Pemerintah Kabupaten Jeneponto telah melakukan pengendalian dan pencegahan demi memutus mata rantai Covid-19, dan terus kita maksimalkan kegiatannya sampai ke pelososk-pelosok Desa, Tim Gugus Tugas dikomando langsung oleh Bapak Bupati H. Iksan Iskandar bersama Dandim Jeneponto dan Tim Reaksi Cepat Dinas Kesehatan Jeneponto yang yang menjadi garda terdepan di lapangan bersama BNPB, Alhamdulillah semua sudah berjalan sistematis,” ungkapnya.

Lanjut Sekda, langkah kedua yang dilakukan terkait kerentanan sosial dimasyarakat, Bupati telah mengeluarkan Surat Edaran kepada semua Kepala Desa agar mendorong program padat karya, sehingga warga-warga yang kehilangan pekerjaan dapat diberdayakan dan bisa membantu meringankan beban hidupnya.

“Untuk masyarakat miskin, ada pemberian bantuan pangan non tunai dan terus dilakukan pendataannya, karena hal ini kemungkinan bertambah, serta kita telah mempersiapkan jaringan pengamanan sosial bagi masyarakat Jeneponto, salah satu contohnya untuk warga ODP yang jumlahnya sekitar seratusan orang di Jeneponto, kita telah menginstruksikan kepada Dinas Sosial Kabupaten agar segera memberi bantuan pangan pada warga yang ODP tersebut, karena teorinya mereka dalam pemantauan dan jangan keluar rumah, himbauan terus kita tegaskan dan kita minta kepatuhan masyarakat”. pungkasnya. (Chepy).

Editor : Febri