Beranda Hukrim Satreskrim Kembali Ungkap Pelaku Karhutla di Desa Titiakar Rupat

Satreskrim Kembali Ungkap Pelaku Karhutla di Desa Titiakar Rupat

196
0

Bengkalis, GK.com – Satuan Reserse Kriminal Polres Bengkalis kembali mengamankan satu tersangka tindakan pidana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Dusun Tanjung samak, Desa Titiakar, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis.

Kapolres Bengkalis AKBP, Sigit Adiwuryanto, SH,MH melalui Kasat Reskrim AKP Andrie Setiawan,SH, S.I.K menyebutkan bahwa, telah dilkukan penangkapan terhadap tersangka Hadi Rohani alias Atiok di Dusun Hutan Samak berdasarkan penyelidikan yang di backup oleh Kasat Polair AKP Rahmad Hidayat, S.I.K, Kanit Tipidter IPTU Gunawan, Kanit Res Rupat IPDA Zulkifli dan Kanittres Rupat Mulyadi serta anggota.

“Penyelidikan yang langsung saya pimpin ini ,di backup oleh Kasat Polair dan Kanit Res Rupat serta anggota lainnya, Alhamdulillah penyelidikan kita mulai sejak hari Sabtu, 8 Februari dari pukul 15.00 Wib sampai selesai membuahkan hasil,” jelas Kasat Reskrim AKP Andrie Setiawan, Minggu (9/2) siang.

Dikatakan Kasat Resksim, tersangka Hadi Rohani Alias Atiok (48) yang merupakan warga dari Jalan Nek Cepat RT.001/008 Dusun Hutan Samak Desa Titi Akar Kecamatan Rupat Utara, bermula saat diminta keterangan sebagai saksi bersama dua saksi lainnya, namun berdasarkan keterangan, akhirnya Polisi menetapkan Hadi sebagai tersangka.

“Dalam gelar perkara yang dilakukan, maka sudah kita tetapkan Adi Rohani Alias Atiok sebagai tersangka,” ucap Andrie.

Akibat perbuatan tersangka, lahan yang terbakar mencapai 4,5 hektar dengan diperkuat oleh barang bukti yang diamankan berupa tiga buah pohon bibit sawit. Kejadian ini berawal sekitar Tahun 2019, yang mana tersangka Hadi Rohani alias Atiok memiliki lahan seluas 4,5 Ha di tempat kejadian perkara (TKP), lahan tersebut dikelolanya dengan memperkerjakan Muhammad Soheb Fauzan dan Lasiran. Pekerjaannya adalah pembersihan lahan dengan meracun rumput semak, selanjutnya dilakukan penanaman bibit sawit.

“Di tahun 2019 lalu, sebelum Muhammad Soheb dan Fauzan bekerja meracun rumput dan menanam pohon sawit, lahan sudah pernah terbakar, dan hasil pemetaan kawasan hutan didapati lahan Hadi Rohani alias Atiok masuk dalam Kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT), sementara untuk melakukan kegiatan perkebunan sawit, Hadi Rohani tidak memiliki izin perkebunan dari Menteri”. papar Andrie.

Dari keterangan Hadi Rohani, menerangkan benar pada Tahun 2019 saksi mengetahui bahwa lahannya sudah ditanami sawit namun terbakar, akhirnya dibiarkan saja. Saat ini tersangka sedang dilakukan penyidikan lebih lanjut di Mapolres Bengkalis. (Rul/Andi).