Beranda Kepulauan Riau Tanjungpinang Nelayan Ketakutan Melaut, HMKN Gerakkan Aksi Natuna Memanggil

Nelayan Ketakutan Melaut, HMKN Gerakkan Aksi Natuna Memanggil

122
0

Tanjungpinang, GK.com – Mengingat bagaimana gentingnya Kabupaten Natuna saat ini, menggerakkan Himpunan Mahasiswa Kabupaten Natuna (HMKN) yang berkolaborasi bersama sejumlah Universitas yang ada di Kota Tanjungpinang untuk turun ke Jalan menggelar seruan aksi Natuna memanggil.

Ketua HMKN Tanjungpinang-Bintan, Raja Igho Febrinaldi bersama teman-temannya diTanjungpinang, menggelar aksi sebagai bentuk kritik dan protes terhadap Pemerintah, atas tidak adanya tindakan tegas terhadap kasus yang belakangan ini sedang hangat diperbincangkan.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu kapal-kapal China melanggar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dilaut Natuna yang merupakan bagian dari Indonesia, namun hingga saat ini belum ada tindakan tegas dari Pemerintah Indonesia menangani hal tersebut.

“Wilayah laut Natuna Utara itu merupakan hak kedaulatan yang dimiliki Indonesia, yang seharusnya dijaga dan dilindungi oleh kita semua, karena di laut tersebut sangat kaya akan hasil bumi, bahkan dalam satu tahun para Nelayan bisa mendapatkan hasil laut hingga 500 ton,” kata Igho di Jalan Ahmad Yani, Lapangan Pamedan, Sabtu (11/01) sekitar pukul 16.00 Wib.

 

Baca :
http://gerbangkepri.com/2020/01/09/tiba-di-natuna-presiden-serahkan-26-700-sertifikat-tanah-untuk-masyarakat-dan-menenui-nelayan/

http://gerbangkepri.com/2020/01/08/berkomitmen-menjaga-kedaulatan-nkri-isdianto-bertolak-ke-natuna/

 

Dalam kritiknya, para Mahasiswa itu juga menyampaikan bahwa mereka tidak menerima sebuah kebijakan yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM (Menkopolhukam) yang mau mengirim 500 kapal Nelayan Pantura di laut Natuna Utara, karena menurut mereka, hal tersebut merupakan solusi yang salah.

Salah satu angota HMKN, Gunawan mengatakan bahwa, seharusnya kebijakan yang diberikan Pemerintah adalah meningkatkan keamanan di wilayah perairan Natuna.

“Percuma saja apabila dikerahkan 500 Nelayan Jawa ke Natuna, tapi kekuatan militer kita masih melemah di perbatasan, sebaiknya Nelayan di Natuna dipenuhi fasilitasnya, agar dapat melaut hingga meramaikan wilayah ZEE,” ujar Gunawan.

Dikatakan Gunawan, para Nelayan Natuna sebenarnya mampu melaut hingga wilayah ZEE, namun kapal mereka belum memadai.

“Saat ini para Nelayan Natuna merasa ketakutan untuk pergi melaut, karena merasa tidak aman dengan situasi wilayah perairan yang saat ini masih dimasuki Nelayan Tiongkok,” lanjutnya.

“Jangankan untuk melaut hingga ke ZEE, melangkah pergi melaut hingga 3 sampai 4 mill saja mereka sudah merasakan ketakutan”. tegas Gunawan.

Atas dasar itulah, para Mahasiswa ini menuntut agar Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mampu bersikap tegas dalam menghadapi kasus pencurian ikan di laut Natuna.

Jika mengingat kembali, lima Tahun belakangan ini, Indonesia dikenal dengan ketegasan yang dilakukan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, atas aksi menenggelamkan kapal-kapal asing yang masuk dan mencuri ikan di wilayah teritorial Indonesia. Jangan sampai ketika adanya perubahan para petinggi Negara, Pemerintah Indonesia kini adem ayem melihat haknya diperkosa oleh Negara asing. (MA).

Editor : Febri