Beranda Hukrim Terjaring OTT, Begini Kronologis Transaksi Nurdin Basirun Dan CS

Terjaring OTT, Begini Kronologis Transaksi Nurdin Basirun Dan CS

76
0

Jakarta, GK.com – Hasil rilis dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ataspengungkapanOperasi Tangkap Tangan (OTT) Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun dan kawan-kawan telah keluar pada Kamis (11/7) malam.

Sebelumnya, dalam OTT tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan 4 orang sebagai tersangka yang diduga sebagai penerima, yaitu Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun (NBA), Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan RiauEdySofyan (EDS), Kepala Bidang Perikanan Abu Bakar (ABK) dan Budi Hartono (BUH) selaku pihak swasta yang diduga sebagai pemberi suap.

Dalam rilis tersebut, Wakil KetuaKomisiPemberantasanKorupsi, Basaria Panjaitan menjelaskan terkait konologi pemeriksaan yang disimpulkan oleh KPK.

“Setelah melakukan pemeriksaandankegiatan lain dilanjutkandengangelarperkara,makamaksimal 1 x 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi memberikan atau menerima hadiah atau janji terkait dengan izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Kepulauan Riau 2018-2019,” ujar Basaria.

Dikatakan Basaria, Kronologis OTT tersebut berawal saat pihaknya (KPK) menerima informasi akan ada penyerahan uang di Pelabuhan Sri Bintan Tanjungpinang.

“Ketika menerima informasi tersebut,timKPK langsung melakukan pengecekan di Lapangan yang diketahui adanya dugaan terjadinya penyerahan uang terdebut. Dari lokasi tersebut, tim KPK mengamankan ABK yang notabene pihak swasta di Pelabuhan Sri Bintan Tanjungpinang sekitar pukul 13.30 Wib, kemudian tim yang lain pada saat bersamaan mengamankan BUH yaitu Kabid Perikanan pada saat akan keluar dari area Pelabuhan tersebut,” tutur Basaria.

Ditambahkan Basaria, setelah mengamankan uang sejumlah 6.000 dolar Singgapura dari BUH, KPK langsung menggiring ABK dan BUH ke Kantor Kepolisian Resort Tanjungpinang untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan.

“Di Kepolisian Resor Tanjungpinang, tim KPK meminta supaya 2 orang staf Dinas (MSL dan ARH) untuk datang ke Polres Tanjungpinang untuk dimintai keterangan, kedua orang tersebut hadir sekitar pukul 18.30 Wib,” terang Basaria.

“Secara pararel, tim KPK mengamankan NBA di rumah Dinas Gubernur Kepulauan Riau didaerah Tanjungpinang pada pukul 19.30 Wib dan segera dibawa ke kantor Polisi Resort Tanjungpinang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, dirumah tersebut tim KPK menemukan sebuah tas lalu mengamankan uang sejumlah 43.942 dolar Singapura, 5.303 US Dolar, 5 Euro, 407 Ringgit Malaysia, 500 Riyal dan Rp 132.610.000,” ungkap Basaria.

“Setelah dilakukannya pemeriksaan sekitar 10 jam,  7 orang tersebut dibawa ke Gedung Merah Putih KPK dengan menggunakan Maskapai Lion Air ZT 0621 pada Kamis (11/7) sekitar pukul 10.35 melalui Bandara Internasional Raja Haji Fisabilillah dan tiba sekitar pukul 14.26 untuk menjalani proses lebih lanjut”. tutup Basaria. (*)